@ifx_clipper: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 15.425 orang telah kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejak Januari hingga April 2026. Melansir Bloomberg Technoz pada Rabu (20/5/2026), angka ini melonjak 84% dibanding periode yang sama tahun lalu. Provinsi Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 3.339 korban PHK, disusul Kalimantan Selatan 1.581 orang, Banten 1.536 orang, Jawa Timur 1.367 orang, dan Kalimantan Timur 1.237 orang. Menanggapi lonjakan ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut pihaknya terus memantau situasi. "Kita monitor, tidak masalah," ujarnya di Komplek DPR pada Rabu (20/5/2026). Yassierli mengakui lonjakan PHK muncul karena kondisi ekonomi saat ini yang tidak menentu, dan pemerintah akan terus pantau serapan tenaga kerja baru yang bisa menampung pekerja terdampak. Data ini sejalan dengan laporan OJK sebelumnya yang menyebut klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan di BPJS Ketenagakerjaan sudah naik 91% secara tahunan. Bagi audiens Indonesia, tren ini terjadi di tengah serangkaian tekanan ekonomi yang signifikan. Rupiah tembus rekor terlemah Rp 17.700 per dolar AS, IHSG turun lebih dari 4% minggu ini, dan harga minyak global masih tinggi akibat perang Iran. Industri yang paling banyak terdampak meliputi tekstil, manufaktur, dan ritel, sektor yang sensitif terhadap kondisi daya beli dan biaya impor. Bagi pelaku pasar dan investor, data ketenagakerjaan jadi salah satu indikator real economy yang akan dipantau ketat untuk memahami arah pertumbuhan ekonomi Indonesia sisa 2026. SUMBER : TWS News #kontencom #kontencomxtws #ekonomi #berita #fyp
Clip viral📸
Region: ID
Wednesday 20 May 2026 16:14:54 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ifx_clipper, please go to the Tikwm
homepage.