@rhei.sya:

rhei
rhei
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 23 May 2026 03:45:21 GMT
13076
1599
15
149

Music

Download

Comments

takashiakira21
Takashi :
2026-05-23 03:56:46
0
_imnotprfct
idooo :
mahadasyat
2026-05-30 02:13:31
0
watdehel.don
Don’ss :
lucuk amayy
2026-05-23 06:14:25
1
youlikeme_girls
like me :
kencengnyoo
2026-05-24 14:10:33
1
shesshhh_14
Blacky :
hy
2026-05-23 03:46:54
0
zen79374
>SKy :
cowok mana yang beruntung dapat kamu maniss
2026-05-23 07:51:17
0
richardsantiano
Air suam :
🥰
2026-05-23 09:44:14
0
dyv75rrmuj8n
颜上槟 :
😍😍😍
2026-05-23 03:59:06
0
aeronwirasix6six1
aeronwirasix6six1 :
😍😍😍
2026-05-23 16:22:46
0
To see more videos from user @rhei.sya, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencakup pendanaan swasta sebesar US$ 300 miliar, atau lebih dari Rp 5.000 triliun, yang dirancang untuk memicu aliran investasi ke Teheran. Lebih dari separuh pendanaan swasta itu disebut telah dikucurkan. Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (17/6/2026), diungkapkan oleh seorang sumber yang mengetahui langsung kesepakatan AS-Iran saat berbicara kepada Reuters. Sumber ini berbicara secara anonim karena rencana itu belum diumumkan ke publik, dengan penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang. Informasi soal pendanaan swasta untuk Iran itu telah dilaporkan sebelumnya. Namun, Reuters mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa lebih dari separuh pendanaan tersebut telah dikucurkan, dan bahwa pendanaan itu akan sepenuhnya berasal dari dana sektor swasta. Para pejabat AS dan Iran mengatakan pada Minggu (14/6) bahwa mereka telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang, yang mulai berkecamuk pada akhir Februari lalu. Sumber yang dikutip Reuters menegaskan bahwa pendanaan baru ini merupakan sarana investasi swasta, bukan program rekonstruksi atau reparasi, dan tidak akan mencakup uang atau hibah pemerintah. Disebutkan juga bahwa perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah setuju untuk berkomitmen memberikan pendanaan tersebut. Investasi yang dijanjikan mencakup sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi. Seorang sumber senior Iran mengatakan secara terpisah kepada Reuters bahwa Teheran awalnya meminta US$ 400 miliar sebagai kompensasi atas kerusakan perang dari AS. Namun Washington menegaskan tidak akan memberikan kompensasi semacam itu. Gagasan untuk pendanaan swasta itu, yang akan dinamai
Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencakup pendanaan swasta sebesar US$ 300 miliar, atau lebih dari Rp 5.000 triliun, yang dirancang untuk memicu aliran investasi ke Teheran. Lebih dari separuh pendanaan swasta itu disebut telah dikucurkan. Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (17/6/2026), diungkapkan oleh seorang sumber yang mengetahui langsung kesepakatan AS-Iran saat berbicara kepada Reuters. Sumber ini berbicara secara anonim karena rencana itu belum diumumkan ke publik, dengan penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang. Informasi soal pendanaan swasta untuk Iran itu telah dilaporkan sebelumnya. Namun, Reuters mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa lebih dari separuh pendanaan tersebut telah dikucurkan, dan bahwa pendanaan itu akan sepenuhnya berasal dari dana sektor swasta. Para pejabat AS dan Iran mengatakan pada Minggu (14/6) bahwa mereka telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang, yang mulai berkecamuk pada akhir Februari lalu. Sumber yang dikutip Reuters menegaskan bahwa pendanaan baru ini merupakan sarana investasi swasta, bukan program rekonstruksi atau reparasi, dan tidak akan mencakup uang atau hibah pemerintah. Disebutkan juga bahwa perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah setuju untuk berkomitmen memberikan pendanaan tersebut. Investasi yang dijanjikan mencakup sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi. Seorang sumber senior Iran mengatakan secara terpisah kepada Reuters bahwa Teheran awalnya meminta US$ 400 miliar sebagai kompensasi atas kerusakan perang dari AS. Namun Washington menegaskan tidak akan memberikan kompensasi semacam itu. Gagasan untuk pendanaan swasta itu, yang akan dinamai "Dana Rekonstruksi dan Pembangunan", kemudian muncul. Baca artikel detiknews, selengkapnya pada link di atas! Video: REUTERS Creator: Prastiwi #detikcom #donaldtrump #iran #as

About