@baygon.d: Dalam 3 fight terkahir,Ilia topuria selalu mengakhiri pertandingan dengan finish 🤯. Akankah Justin gaetjhe menjadi korban selanjutnya 👀 Ilia topuria vs Justin gaetjhe akan menjadi Acara utama di UFC White house, Tanggal 14 Juni 2026 🔥 #UFC #ufcwhitehouse #mma #iliatopuria #elmatador

ʙᴀʏɢᴏɴ
ʙᴀʏɢᴏɴ
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 23 May 2026 09:41:50 GMT
48505
1151
46
38

Music

Download

Comments

januarpuspoyo12
provethemwrong206 :
18-0
2026-05-24 15:53:31
5
icall_1011
Faisalh :
winn gatjheeeee
2026-06-15 05:10:34
2
wlex.martin
Wlex.martin :
Justin by rolling thunder
2026-05-25 22:56:00
0
particularbeing
dias :
justin by destiny
2026-05-26 05:35:10
0
tri.panca78
Tri Panca :
win gaethje bro udh lah 😁
2026-06-15 05:52:14
4
ridzu07
Ridzu :
bagus sih cmn lawannya era lama semua belum ketemu era baru sekarang
2026-05-23 11:47:30
16
i.am_875
kon :
17-1
2026-06-15 05:11:44
3
wcloud81
he :
jujur pengen liat topuria lawan dustin,pasti bakalan seruu
2026-05-24 15:17:31
1
yeefdaily
YF :
cebol ditangan gaethje setara alex
2026-06-15 11:48:08
0
arulsz.the.sniper
another side of kinkrulsz :
jadi bubur tuh ilia😹
2026-06-15 07:14:27
0
tubagusfirmansya4
TB :
illia topuria yng jadi korban nya 🫣
2026-06-15 05:17:25
0
erik403530
Erik :
udh lewat lawan nya... 😂
2026-06-03 15:32:08
0
bimbimssssss
Bimchotabim :
lawan arman dulu gih
2026-05-28 06:54:41
0
gebo_nodewa
Mr.Ra :
😂
2026-06-15 10:02:35
0
taufikags_
taufikags :
🔥🔥🔥
2026-06-15 12:04:50
0
To see more videos from user @baygon.d, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

‎Rupiah kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah, Pelemahan ini terjadi walaupun Bank Indonesia sudah keluarkan hampir semua amunisinya minggu lalu, dari kenaikan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% (lampaui ekspektasi pasar yang hanya 25 bps), pembelian obligasi via Bond Stabilization Framework, sampai pembatasan pembelian dolar AS. Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyebut langkah agresif ini sebagai preventif untuk memperkuat stabilisasi Rupiah di tengah gejolak global. ‎ ‎Penyebab utama tekanan ke Rupiah datang dari kombinasi tiga faktor. Pertama, yield obligasi US Treasury 10 tahun yang masih di atas 4,5%, bikin selisih obligasi Indonesia dengan AS terlalu sempit dan tidak menarik untuk investor asing. Kedua, perang Iran-Israel yang berlangsung sejak Februari 2026 tetap dorong dolar AS sebagai aset safe-haven, dengan DXY Index naik 9% YTD 2026. Ketiga, ketidakpastian kebijakan Fed Chair baru Kevin Warsh yang baru dilantik 22 Mei dan belum keluarkan sinyal jelas arah suku bunga. Sebagai konteks, dalam 10 tahun terakhir Rupiah sudah melemah 29% dari Rp 13.788 di 2015 ke Rp 17.794 sekarang, walaupun masih jauh dari pelemahan Rupee India yang anjlok 44% di periode yang sama. ‎ ‎Bagi audiens Indonesia, pelemahan Rupiah ke level ini punya implikasi langsung ke daya beli dan keputusan investasi. Barang impor dari elektronik sampai obat-obatan jadi lebih mahal, beban subsidi BBM yang sudah Rp 14,8 triliun per bulan terus membengkak, dan investor asing terus tarik dana dari pasar saham serta obligasi Indonesia. Pelaku pasar yang ingin lindungi nilai aset semakin banyak melirik instrumen lindung nilai seperti emas yang tumbuh 25% YTD 2026, Bitcoin yang naik 18% YTD, atau dolar AS langsung. Pertanyaan strategis sekarang bukan apakah Rupiah akan menguat dalam waktu dekat, tapi seberapa siap kamu hadapi tren pelemahan struktural Rupiah dalam jangka menengah. ‎ Sumber: TWS News @tradewithsuli  #kontencom #kontencomxtws  #rupiahmelemah
‎Rupiah kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah, Pelemahan ini terjadi walaupun Bank Indonesia sudah keluarkan hampir semua amunisinya minggu lalu, dari kenaikan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% (lampaui ekspektasi pasar yang hanya 25 bps), pembelian obligasi via Bond Stabilization Framework, sampai pembatasan pembelian dolar AS. Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyebut langkah agresif ini sebagai preventif untuk memperkuat stabilisasi Rupiah di tengah gejolak global. ‎ ‎Penyebab utama tekanan ke Rupiah datang dari kombinasi tiga faktor. Pertama, yield obligasi US Treasury 10 tahun yang masih di atas 4,5%, bikin selisih obligasi Indonesia dengan AS terlalu sempit dan tidak menarik untuk investor asing. Kedua, perang Iran-Israel yang berlangsung sejak Februari 2026 tetap dorong dolar AS sebagai aset safe-haven, dengan DXY Index naik 9% YTD 2026. Ketiga, ketidakpastian kebijakan Fed Chair baru Kevin Warsh yang baru dilantik 22 Mei dan belum keluarkan sinyal jelas arah suku bunga. Sebagai konteks, dalam 10 tahun terakhir Rupiah sudah melemah 29% dari Rp 13.788 di 2015 ke Rp 17.794 sekarang, walaupun masih jauh dari pelemahan Rupee India yang anjlok 44% di periode yang sama. ‎ ‎Bagi audiens Indonesia, pelemahan Rupiah ke level ini punya implikasi langsung ke daya beli dan keputusan investasi. Barang impor dari elektronik sampai obat-obatan jadi lebih mahal, beban subsidi BBM yang sudah Rp 14,8 triliun per bulan terus membengkak, dan investor asing terus tarik dana dari pasar saham serta obligasi Indonesia. Pelaku pasar yang ingin lindungi nilai aset semakin banyak melirik instrumen lindung nilai seperti emas yang tumbuh 25% YTD 2026, Bitcoin yang naik 18% YTD, atau dolar AS langsung. Pertanyaan strategis sekarang bukan apakah Rupiah akan menguat dalam waktu dekat, tapi seberapa siap kamu hadapi tren pelemahan struktural Rupiah dalam jangka menengah. ‎ Sumber: TWS News @tradewithsuli #kontencom #kontencomxtws #rupiahmelemah

About