@kneadedwhispers: Golden Nugget ✨🍗 from @MoChiChi @Mochichi StressBall #kneadedwhispers #crunchyasmr #fypシ #blowthisup #squishy I do buy all my stressballs and squishes with my own money :)

kneadedwhispers
kneadedwhispers
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 23 May 2026 17:18:16 GMT
2291
66
2
20

Music

Download

Comments

ellassquishy
Ellassquishy🤍🧈✨ :
It’s so cuteee
2026-05-23 20:01:03
2
To see more videos from user @kneadedwhispers, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kisah Supardi, Pedagang Mie Ayam yang Viral karena Mengaji Sambil Menunggu Pembeli Datang Di sela kepulan uap kuah mi ayam yang mengepul dari gerobaknya, Supardi (46) tak sibuk memainkan telepon genggam. Tangannya justru membuka lembar demi lembar Al-Qur’an.  Bibirnya komat-kamit melantunkan ayat suci, sesekali berhenti ketika ada pembeli yang datang memesan semangkuk mi ayam. Pemandangan itulah yang beberapa waktu lalu direkam seseorang tanpa sepengetahuannya. Video seorang pedagang mi ayam yang mengaji sambil menunggu pembeli itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menyentuh banyak orang. Namun, bagi Supardi, membaca Al-Qur’an bukanlah untuk mencari perhatian. “Itu hanya memanfaatkan waktu luang. Daripada main HP atau tidak ada kegiatan, lebih baik membaca Al-Qur’an sambil menunggu pembeli,” ujarnya pada Rabu (22/7/2026). Di balik ketenangannya membaca ayat demi ayat, tersimpan perjalanan hidup yang tidak mudah. Jauh sebelum memiliki kios sederhana bertuliskan Mie Ayam Pak Supardi di depan Pakuwon Mall Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Supardi berjualan dengan cara berkeliling. Setiap sore ia mendorong gerobak menyusuri kawasan Semanggi, Kota Solo. Dari sana ia berjalan hingga Pasar Gemblegan. Setelah itu, ia berpindah ke wilayah Bacem, Grogol, melintasi Simpang Lima Pandawa sampai Patung Soekarno. Hari demi hari dilalui dengan kaki yang terus melangkah demi membawa pulang rezeki. “Saya dulu keliling terus. Baru sekitar tujuh bulan ini bisa mangkal di kios,” katanya. Tak pernah ia menyangka, saat sedang beristirahat bersama putra kecilnya, ada seseorang yang diam-diam merekam aktivitasnya membaca Al-Qur’an. Video itu viral. Sejak saat itu, hidupnya berubah. Bukan hanya pembeli yang berdatangan, tetapi juga pertolongan dari orang yang bahkan belum pernah ditemuinya. Seorang pedagang mi ayam asal Indonesia yang telah sukses berusaha di Australia menghubunginya. Orang tersebut meminta Supardi mencari kios untuk berjualan. Biaya sewanya akan ditanggung sepenuhnya. “Saya diminta mencari kios. Sewanya dibayari satu tahun. Nilainya sekitar Rp10 juta,” kenangnya. Kini, gerobak yang dulu berpindah-pindah itu memiliki tempat tetap. Lokasinya memang sederhana, berada tepat di depan Pakuwon Mall Solo Baru. Namun, bagi Supardi, tempat itu menjadi awal harapan baru. Setelah viral, ia justru mengaku kewalahan. Pembeli datang silih berganti.(*) #LocalExperience #KisahInspiratif #Pedagang #MieAyam #Sukoharjo #SoloBaru
Kisah Supardi, Pedagang Mie Ayam yang Viral karena Mengaji Sambil Menunggu Pembeli Datang Di sela kepulan uap kuah mi ayam yang mengepul dari gerobaknya, Supardi (46) tak sibuk memainkan telepon genggam. Tangannya justru membuka lembar demi lembar Al-Qur’an. Bibirnya komat-kamit melantunkan ayat suci, sesekali berhenti ketika ada pembeli yang datang memesan semangkuk mi ayam. Pemandangan itulah yang beberapa waktu lalu direkam seseorang tanpa sepengetahuannya. Video seorang pedagang mi ayam yang mengaji sambil menunggu pembeli itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menyentuh banyak orang. Namun, bagi Supardi, membaca Al-Qur’an bukanlah untuk mencari perhatian. “Itu hanya memanfaatkan waktu luang. Daripada main HP atau tidak ada kegiatan, lebih baik membaca Al-Qur’an sambil menunggu pembeli,” ujarnya pada Rabu (22/7/2026). Di balik ketenangannya membaca ayat demi ayat, tersimpan perjalanan hidup yang tidak mudah. Jauh sebelum memiliki kios sederhana bertuliskan Mie Ayam Pak Supardi di depan Pakuwon Mall Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Supardi berjualan dengan cara berkeliling. Setiap sore ia mendorong gerobak menyusuri kawasan Semanggi, Kota Solo. Dari sana ia berjalan hingga Pasar Gemblegan. Setelah itu, ia berpindah ke wilayah Bacem, Grogol, melintasi Simpang Lima Pandawa sampai Patung Soekarno. Hari demi hari dilalui dengan kaki yang terus melangkah demi membawa pulang rezeki. “Saya dulu keliling terus. Baru sekitar tujuh bulan ini bisa mangkal di kios,” katanya. Tak pernah ia menyangka, saat sedang beristirahat bersama putra kecilnya, ada seseorang yang diam-diam merekam aktivitasnya membaca Al-Qur’an. Video itu viral. Sejak saat itu, hidupnya berubah. Bukan hanya pembeli yang berdatangan, tetapi juga pertolongan dari orang yang bahkan belum pernah ditemuinya. Seorang pedagang mi ayam asal Indonesia yang telah sukses berusaha di Australia menghubunginya. Orang tersebut meminta Supardi mencari kios untuk berjualan. Biaya sewanya akan ditanggung sepenuhnya. “Saya diminta mencari kios. Sewanya dibayari satu tahun. Nilainya sekitar Rp10 juta,” kenangnya. Kini, gerobak yang dulu berpindah-pindah itu memiliki tempat tetap. Lokasinya memang sederhana, berada tepat di depan Pakuwon Mall Solo Baru. Namun, bagi Supardi, tempat itu menjadi awal harapan baru. Setelah viral, ia justru mengaku kewalahan. Pembeli datang silih berganti.(*) #LocalExperience #KisahInspiratif #Pedagang #MieAyam #Sukoharjo #SoloBaru

About