@sooshalt: tax dollars hard at work

Soosh
Soosh
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 23 May 2026 19:54:01 GMT
16892
734
13
8

Music

Download

Comments

dane_plote
Yo :
2026-05-23 21:22:25
11
432106aa1
Name :
have you seen the red arrows? they are literally known as the best aerobatic teams in the world 🇬🇧
2026-05-24 18:31:22
3
oscar.quinones01
Oscar.Quinones01 :
Damn I was literally to right of you! In the other chairs! Would’ve been dope to get a pic with you
2026-05-23 23:47:25
0
alfredo123240
. :
🇫🇷🇪🇺
2026-05-23 22:54:25
1
alfredo123240
. :
Pretty sure we do… 4 planes is cute 😂
2026-05-23 22:54:06
1
sf.petru.ladatorie
Rooster Rusty :
And they hit eachother…😅
2026-05-23 20:03:20
1
dr.feellarp
ifoundtheafters :
soosh get up there buddy
2026-05-23 20:00:48
0
nathaniel.castro6
Nathaniel Castro :
Fall off gotta be studied
2026-05-24 15:39:16
0
To see more videos from user @sooshalt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026). Aksi yang diikuti kader GMNI, GMKI, IMM, dan KAMMI Sumut itu berlangsung memanas hingga berujung ricuh. Massa membakar ban bekas dan merobohkan pagar kantor PLN sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen perusahaan listrik negara tersebut. Koordinator aksi menyebut kemarahan massa dipicu oleh peristiwa blackout yang pernah melanda Pulau Sumatera dan dinilai berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta ribuan pelaku UMKM. Mereka menilai hingga kini PLN belum menunjukkan pertanggungjawaban yang memadai kepada publik. Dalam orasinya, massa juga menyoroti absennya General Manager PLN UID Sumut yang tidak menemui para demonstran. Aliansi menuding pihak manajemen sengaja menjadikan agenda penyelenggaraan ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026 sebagai alasan untuk menghindari dialog dengan masyarakat.
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026). Aksi yang diikuti kader GMNI, GMKI, IMM, dan KAMMI Sumut itu berlangsung memanas hingga berujung ricuh. Massa membakar ban bekas dan merobohkan pagar kantor PLN sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen perusahaan listrik negara tersebut. Koordinator aksi menyebut kemarahan massa dipicu oleh peristiwa blackout yang pernah melanda Pulau Sumatera dan dinilai berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta ribuan pelaku UMKM. Mereka menilai hingga kini PLN belum menunjukkan pertanggungjawaban yang memadai kepada publik. Dalam orasinya, massa juga menyoroti absennya General Manager PLN UID Sumut yang tidak menemui para demonstran. Aliansi menuding pihak manajemen sengaja menjadikan agenda penyelenggaraan ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026 sebagai alasan untuk menghindari dialog dengan masyarakat. "Kami merasa jijik melihat pimpinan PLN UID Sumut yang seakan-akan menggunakan perhelatan penting seperti AFF hanya sebagai tameng untuk berlindung dari pertanggungjawaban," ujar perwakilan aliansi dalam pernyataan sikapnya. Selain persoalan pelayanan, demonstran menyoroti kondisi interkoneksi kelistrikan Sumatera yang dinilai rentan akibat minimnya sistem cadangan. Mereka menilai manajemen PLN masih bekerja secara reaktif dan tidak memiliki langkah strategis dalam mengantisipasi krisis energi. Tak hanya menyoal layanan kelistrikan, massa juga mengangkat dugaan praktik korupsi di lingkungan PLN. Mereka menyoroti dugaan pemecahan paket proyek Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sumatera Utara yang disebut bertujuan menghindari mekanisme tender terbuka. Dugaan kasus tersebut, menurut mereka, tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum. #berita #informasi #news #beritasumut #medan

About