@niskalaluxe: Capek pakai sandal jepit yang tipis dan licin? Sandal dari Fantexi ini solusinya! Sol bawahnya tebal, anti slip, dan strap-nya super premium gak bikin kaki lecet. Cocok banget buat harian atau nongkrong santai tapi tetep kelihatan rapi. Rating toko aja udah 95%+, kualitasnya gak perlu diragukan lagi. Yuk, amankan ukuranmu! ⚡ ​#SandalKaretPria #SandalFantexi #SandalJepitTrendy #SandalAwet #OotdCowok

niskala luxe
niskala luxe
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 24 May 2026 03:17:52 GMT
1045
8
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @niskalaluxe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part 1C
Part 1C "Nella! Kenapa melamun?" Siska tiba-tiba muncul dan mendorong bahu Nella. "Itu di depan ada tumpahan air minum. Cepat bersihkan! Dan ini, bawa nampan berisi gelas ko tor ini ke dapur. Jangan sampai ada yang pe cah, har ganya lebih ma.hal dari har ga dirimu!" Nella menerima nampan berat itu. Dengan kepala menunduk, ia berjalan ke arah ruang tamu yang ramai untuk memunguti gelas kotor. Saat sedang membungkuk mengambil gelas, kaki seseorang sengaja menjegal langkah Nella. PRRAAAKKKK! Nampan itu jatuh. Belasan gelas kristal pe cah beran takan di atas karpet bulu ma hal. Suasana pesta yang tadinya bising mendadak hening. Semua mata tertuju pada Nella yang kini bersimpuh di antara peca han ka ca. "Ya ampun! Pelayan bo doh!" teriak Clarissa sambil berpura-pura terkejut dan memegangi gaunnya. "Gavin, lihat! Dia hampir saja mer usak gaun mah.alku!" Gavin berjalan mendekat dengan wajah merah padam karena malu. Ia melihat Nella yang gemetar berusaha memunguti pecahan ka ca dengan tangan kosong hingga jarinya berd arah. "Nella... apa yang kamu lakukan?" suara Gavin rendah namun penuh anca man. "Maaf, Mas... tadi ada yang mengganjal kakiku..." "Cukup!" Gavin memb entak. Ia menarik paksa lengan Nella agar berdiri, tak peduli tangan Nella masih berda rah. "Aku sudah bilang jangan muncul! Kamu sengaja ingin mengha ncurkan malamku, kan? Kamu iri melihat Clarissa di sampingku?" "Tidak, Mas, aku hanya bekerja—" "Bekerja? Kamu bahkan tidak becus jadi pel ayan!" Gavin menoleh ke arah tamu-tamunya yang sedang berbisik-bisik menghi na. "Maaf semuanya, asisten rumah tangga baru ini memang agak cer oboh. Dia akan segera saya urus." Gavin menyeret Nella menuju dapur belakang dengan ka sar. Di sana, Miranda dan Siska sudah menunggu dengan senyum kemenangan. Gavin melepaskan tangan Nella hingga wanita itu tersungkur di depan tempat cuci piring. Ia kemudian merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah amplop cokelat yang sudah lecek. "Aku tadinya ingin memberikan ini besok pagi. Tapi sepertinya, malam ini adalah waktu yang paling tepat," Gavin melemparkan amplop itu ke wajah Nella. Nella membukanya dengan tangan bergetar. Judul di atas kertas itu membuat jant ungnya seolah berhenti berdetak, SURAT GUGATAN CE RAI. "Tanda tangani sekarang. Dan segera angkat kakimu dari rumahku. Aku sudah mu ak melihat wajahmu yang menyedihkan itu, Nella," ucap Gavin dingin. Miranda melipat tangan di dada. "Jangan lupa, kembalikan semua perhiasan yang kamu pakai. Itu milik keluarga Pratama sekarang. Kamu datang tidak bawa apa-apa, pergi pun harus tidak bawa apa-apa." Nella mendongak, menatap ketiga orang di depannya. Rasa sa kit itu kini mencapai puncaknya hingga berubah menjadi tawa kecil yang getir. Tawa yang membuat Gavin mengernyitkan dahi. "Kenapa kamu tertawa? Kamu sudah gi la?" tanya Siska sinis. Nella berdiri perlahan, mengabaikan dar ah yang menetes dari ujung jarinya. Ia menatap surat ce rai itu, lalu menatap Gavin dengan tatapan yang belum pernah Gavin lihat sebelumnya, sebuah tatapan dengan wajah dingin. "Kamu ingin aku menandatanganinya sekarang, Gavin?" "Ya! Sekarang!" Nella mengambil pulpen dari saku seragam pelayannya. Namun, sebelum ia menggoreskan tanda tangan, ia mendekat ke telinga Gavin dan berbisik pelan. "Gavin, apa kamu yakin rumah ini milikmu? Karena setelah aku menandatangani surat ini, kamu mungkin tidak akan punya atap lagi untuk berteduh malam ini." - Bersambung - Judul: Istri Yang Kuanggap Ban gkrut Ternyata Pewaris Tunggal. Penulis : Yelvi Amalia Baca selengkapnya di aplikasi KBM #fyp

About