@babyaleaa_: aduuuh salmaaa #aleabubble #edit #dearnathan #jefrinichol #amandarawles

alea🫧
alea🫧
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 24 May 2026 08:39:40 GMT
404282
52288
177
5214

Music

Download

Comments

sebastian.jefri
Sebastian J :
baru sadar gw di era Nathan ganteng banget
2026-05-29 14:36:52
3747
nisaaaayu90
@luna.bliss :
berasa kaya ada brengsek2nya gitu😭
2026-05-31 01:15:29
2821
jokerrrmine01
𝕵𝖔𝖈𝖆𝖓 🃏 :
Justfriend?
2026-06-25 03:00:00
0
butiran_debu183
butiran debu :
ini adegan romantis nya cuma pegang tangan aj udh bikin senyum² penton🤭
2026-06-04 01:16:06
251
watermelon125_
V4 :
Jefri di era Nathan lagi ganteng" nya😭
2026-05-30 04:55:00
205
cyy_bernadeth
Nancy :
suka JeffNich pas era Dear Nathan SMA aja
2026-05-30 02:30:58
971
nfyrramaulida
lilfyrra :
disini keliatan orang bener sinichol
2026-05-30 11:10:23
169
kittvz0ky_
syaaa.stecu👅 :
dilan harus belajar dari Nathan, penting nya komunikasi
2026-06-12 08:52:20
91
hikmaatksp
HIKMAT :
takut ketuker itu Jefri apa aing
2026-05-30 12:53:10
57
justme_cybelll
justmee cybelllll :
gue disitu mau ngomong iya jadian cmn aga malu malu gmna gitu
2026-06-17 16:28:16
11
andira.ws1
andirabinitoji :
Nathan, Dilan, Digo cowo ganteng pada masa disinetron
2026-06-05 08:07:35
10
agim_agm
MXZGIM :
Jefri pas masih gadis
2026-06-02 03:32:11
14
jfxnonymous
피하울 :
ya gitu apaan
2026-05-31 01:01:27
6
whoopz24
dut’s :
jefri waktu ganteng” nya
2026-05-31 03:30:54
10
gwdivaaa
divaa 🩰 :
nichol era nathan ga ada obat
2026-05-31 08:21:59
6
itsaaznra
αzαα :
gue suka rewatch pls
2026-06-01 04:23:05
9
_jaxyserenityseekers
Arcttjaxyy!! :
bilang dluu bang kloo mauu edit gua
2026-05-31 04:04:51
23
arikamare
Pemuda Alim :
kirain gua doang yang ganteng
2026-05-31 16:59:40
12
k0d0k_ng0rek
defnot.lea🌷 :
Nathan nyari gw di salma☺️
2026-05-30 05:52:25
5
iqbaalvanesha0
Dilan&Milea :
ini nama film nya apa sih??
2026-05-30 04:04:48
6
To see more videos from user @babyaleaa_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keterangan lebih lanjut Tentang Ulah Para Monyet dan Babi Babi di Langit Langit Kekuasaan.... Ungkapan itu mencerminkan kemarahan mendalam masyarakat terhadap perilaku elite politik dan birokrat yang dianggap korup dan tidak bertanggung jawab. Intinya: pejabat yang korupsi, mencuri, atau memboroskan uang negara untuk pesta, gaya hidup mewah, dan proyek yang tidak jelas manfaatnya bagi rakyat. Ketika kas negara kosong karena utang membengkak dan korupsi merajalela, solusi yang diambil adalah menaikkan pajak secara agresif kepada rakyat kecil yang sudah susah. Ini siklus klasik **fiscal mismanagement**:  Korupsi menggerogoti APBN, proyek infrastruktur atau pengadaan barang sering mark-up, dana bantuan sosial diselewengkan, dan anggaran tak transparan.  Hasilnya, defisit anggaran membesar, pemerintah berutang dalam dan luar negeri. Bunga utang pun membebani, sehingga ketika cash flow ketat, yang kena imbas adalah kenaikan PPN, pajak penghasilan, cukai, bahkan pajak baru seperti pajak karbon atau digital.  Rakyat yang membayar pajak justru merasa “dipaksa bayar utang elite”. Otak waras? Banyak yang mempertanyakan prioritas. Di saat rakyat kesulitan ekonomi, inflasi naik, lapangan kerja terbatas, dan daya beli turun, elite masih terlihat glamor di media sosial atau acara-acara mewah.  Ini menciptakan distrust besar: mengapa rakyat harus disuruh “berkontribusi lebih” sementara koruptor jarang dihukum berat, hukum Mati, asetnya sulit dirampas, dan budaya “pesta” dengan uang publik terus berulang. Akibatnya, kepercayaan publik runtuh. Pajak yang seharusnya untuk pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan malah terasa seperti pemerasan.  Masyarakat menuntut transparansi anggaran yang ketat, penguatan KPK, audit forensik menyeluruh, dan hukuman tegas bagi koruptor. Hukum Mati. Tanpa reformasi struktural, siklus ini akan terus berputar: korupsi → utang → pajak tinggi → kemiskinan → ketidakpuasan. Solusi jangka panjang butuh political will: -Batasi anggaran protokoler dan -Perjalanan dinas mewah, di sertai Asisten Pribadi  -Prioritaskan belanja produktif, dan -Libatkan masyarakat dalam pengawasan -Rakyat bukan ATM negara.  Jika pemerintah terus “menggenjot pajak” tanpa membersihkan rumah sendiri,  amarah seperti ini akan semakin meluas dan berpotensi destabilisasi sosial. Total Chaos tanpa bisa di bendung lagi. #JUSTINFO #PEJABATBABI #PEJABATANJING #PEJABATBEDEBAH
Keterangan lebih lanjut Tentang Ulah Para Monyet dan Babi Babi di Langit Langit Kekuasaan.... Ungkapan itu mencerminkan kemarahan mendalam masyarakat terhadap perilaku elite politik dan birokrat yang dianggap korup dan tidak bertanggung jawab. Intinya: pejabat yang korupsi, mencuri, atau memboroskan uang negara untuk pesta, gaya hidup mewah, dan proyek yang tidak jelas manfaatnya bagi rakyat. Ketika kas negara kosong karena utang membengkak dan korupsi merajalela, solusi yang diambil adalah menaikkan pajak secara agresif kepada rakyat kecil yang sudah susah. Ini siklus klasik **fiscal mismanagement**:  Korupsi menggerogoti APBN, proyek infrastruktur atau pengadaan barang sering mark-up, dana bantuan sosial diselewengkan, dan anggaran tak transparan.  Hasilnya, defisit anggaran membesar, pemerintah berutang dalam dan luar negeri. Bunga utang pun membebani, sehingga ketika cash flow ketat, yang kena imbas adalah kenaikan PPN, pajak penghasilan, cukai, bahkan pajak baru seperti pajak karbon atau digital.  Rakyat yang membayar pajak justru merasa “dipaksa bayar utang elite”. Otak waras? Banyak yang mempertanyakan prioritas. Di saat rakyat kesulitan ekonomi, inflasi naik, lapangan kerja terbatas, dan daya beli turun, elite masih terlihat glamor di media sosial atau acara-acara mewah.  Ini menciptakan distrust besar: mengapa rakyat harus disuruh “berkontribusi lebih” sementara koruptor jarang dihukum berat, hukum Mati, asetnya sulit dirampas, dan budaya “pesta” dengan uang publik terus berulang. Akibatnya, kepercayaan publik runtuh. Pajak yang seharusnya untuk pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan malah terasa seperti pemerasan.  Masyarakat menuntut transparansi anggaran yang ketat, penguatan KPK, audit forensik menyeluruh, dan hukuman tegas bagi koruptor. Hukum Mati. Tanpa reformasi struktural, siklus ini akan terus berputar: korupsi → utang → pajak tinggi → kemiskinan → ketidakpuasan. Solusi jangka panjang butuh political will: -Batasi anggaran protokoler dan -Perjalanan dinas mewah, di sertai Asisten Pribadi  -Prioritaskan belanja produktif, dan -Libatkan masyarakat dalam pengawasan -Rakyat bukan ATM negara.  Jika pemerintah terus “menggenjot pajak” tanpa membersihkan rumah sendiri,  amarah seperti ini akan semakin meluas dan berpotensi destabilisasi sosial. Total Chaos tanpa bisa di bendung lagi. #JUSTINFO #PEJABATBABI #PEJABATANJING #PEJABATBEDEBAH

About