@musik.gram__: Ndahneo bungahe yen koe ing kene ngancani aku seng sepi dewe. ♪ Suwara @ARYA GALIH #aryagalih #suwara #lagujawa #musikgram__ #fypviralシ

musik.gram__
musik.gram__
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 24 May 2026 13:39:52 GMT
112325
3312
6
489

Music

Download

Comments

kamilafi0
💔 :
candu ambek lagune mas aryaaa😭
2026-08-01 03:47:57
15
putthiibabyy
Tuan Ikyy :
ndahneo bungahe yen Kulo neng kene ngancani aku seng sepi Dewe nyanggit crito lakon tresno andum roso koyo Tan biso dipisahke menungso janur kuning angenku biso Sembodo nganti garing tangeh luntur roso tresno reog Ponorogo dadi seksi lakon tresno
2026-08-23 15:40:38
7
av3l4u
🩰 febi ₊˚⊹♡ :
@𝙩𝙖𝙡𝙞𝙩𝙝𝙖𝙗𝙚𝙩𝙩_💋 req lagu ini plis
2026-08-21 03:34:31
1
ncaaasaja_
NicaA⚡ :
@dindin iki lagu ne cahh
2026-08-27 14:03:26
1
klvndtfbr
Kelvindf :
😂😂😂
2026-08-15 14:54:27
0
To see more videos from user @musik.gram__, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PENJELASAN!👇 Berdasarkan riset sains, psikologi, dan sejarah. Seseorang bisa menjadi kejam bukan hanya karena satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa hal berikut: ​1. Faktor Biologis dan Psikologis ​Kelainan Struktur/Fungsi Otak: Pada beberapa kasus ekstrim (seperti psikopat atau pembunuh berantai), terdapat gangguan pada area otak yang mengatur empati dan kontrol emosi (seperti amygdala dan prefrontal cortex). Ini membuat mereka sulit merasakan penyesalan atau penderitaan orang lain. ​Trauma Masa Kecil: Mengalami kekerasan fisik, emosional, atau pengabaian saat tumbuh dewasa dapat merusak perkembangan empati dan membentuk pola perilaku defensif yang manifestasinya berupa kekejaman. ​2. Bahaya
PENJELASAN!👇 Berdasarkan riset sains, psikologi, dan sejarah. Seseorang bisa menjadi kejam bukan hanya karena satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa hal berikut: ​1. Faktor Biologis dan Psikologis ​Kelainan Struktur/Fungsi Otak: Pada beberapa kasus ekstrim (seperti psikopat atau pembunuh berantai), terdapat gangguan pada area otak yang mengatur empati dan kontrol emosi (seperti amygdala dan prefrontal cortex). Ini membuat mereka sulit merasakan penyesalan atau penderitaan orang lain. ​Trauma Masa Kecil: Mengalami kekerasan fisik, emosional, atau pengabaian saat tumbuh dewasa dapat merusak perkembangan empati dan membentuk pola perilaku defensif yang manifestasinya berupa kekejaman. ​2. Bahaya "Hanya Mengikuti Perintah" (Blind Obedience) ​Sering kali kekejaman terbesar di dunia dilakukan bukan oleh "monster", melainkan oleh orang biasa yang berhenti berpikir kritis. ​Seperti yang diungkapkan oleh filsuf Hannah Arendt saat mengamati sidang pejabat Nazi (Banality of Evil), banyak orang melakukan tindakan keji hanya karena merasa sedang menjalankan tugas/perintah atasan dan tidak merasa bertanggung jawab secara pribadi atas dampaknya. ​3. Piramida Kekerasan (Dibiarkannya Hal Kecil) ​Kejahatan besar jarang terjadi secara instan, melainkan bertahap dari hal-hal yang dianggap sepele: ​Ejekan/Candaan kasar yang dibiarkan \rightarrow berkembang menjadi perundungan (bullying) \rightarrow berlanjut ke kekerasan fisik \rightarrow hingga akhirnya menjadi tindakan kejam yang terbiasa. Ketika tindakan buruk skala kecil terus memudar batasnya di masyarakat, kekejaman yang lebih besar akan terasa kian wajar. ​4. Dehumanisasi dan Propaganda ​Penguasa atau kelompok tertentu sering menggunakan narasi untuk mengubah cara pandang kita terhadap orang lain: ​Kelompok lawan atau korban digambarkan sebagai "ancaman", "pemberontak", atau bahkan "bukan manusia seutuhnya". ​Ketika kita sudah memandang suatu kelompok tidak setara atau tidak "manusiawi", empati kita terhadap mereka akan hilang, sehingga tindakan kejam dianggap pantas atau bahkan benar. ​5. Kondisi Ekonomi dan Tekanan Sistemik ​Sistem ekonomi yang kacau, kemiskinan ekstrem, dan rasa lapar dapat menekan psikologis seseorang. Dalam kondisi bertahan hidup (survival mode), kompas moral dan batas antara baik-buruk menjadi kabur, membuat masyarakat lebih mudah diadu domba dan dipengaruhi untuk berbuat kejam. ​Kesimpulan: Kekejaman tidak selalu lahir dari rasa benci yang mendalam, tetapi sering kali muncul ketika orang biasa berhenti menggunakan empati dan akal sehatnya, serta memaklumi kejahatan-kejahatan kecil di sekitarnya. #kokbisa #MentalHealthAwareness #psikologi #edukasi #foryoupage

About