@nesrindaddy1: ‏مين لسا بيسمع أغاني قديمة ‏أنا

🫀 بنت الحنون  🤍
🫀 بنت الحنون 🤍
Open In TikTok:
Region: TR
Sunday 24 May 2026 15:41:31 GMT
121686
6560
248
350

Music

Download

Comments

user3581021477539
🥀💔صرخة الم💔🥀 :
شو اسم الغنايه
2026-05-26 17:52:16
5
user7714808346612
ابو نشأت الجابري :
يبووووووو
2026-05-27 13:23:56
3
user6557996693229
رحيم مهدي :
2026-05-26 18:44:07
3
user2176103551318
أبو يوسف :
2026-05-28 05:10:58
3
user9941692015234
طرب الرياض🎻🍂🇸🇦 :
مممممممم
2026-05-28 09:11:13
2
user90838749212289
[العفيدلي✫🦅 ] :
عم امعلشها وماعم تتمعلش معايا😁👍
2026-05-26 11:50:17
5
seelp42
ابـَن النجـَف . :
2026-05-26 18:46:31
2
hunting226
🤍 المقناص 🤍 :
2026-05-25 18:45:33
3
26860.muhammadjaburi
محمد ابو يزن الجبوري :
وايلي
2026-05-26 21:27:49
3
user8527791140955
الملك :
2026-05-28 06:25:25
1
aboadnaan0
أبو عدنان العفيدلي 505 :
N
2026-05-26 08:59:10
3
bessamelmevvas1997
♚اْْلـ♥فـ♥خـ♥م♥♔ :
ذوقج راقي يشيخه🥰🥰🥰
2026-06-05 18:43:06
1
zaed124a
زيد الجبوري :
هاذه الحرف قصه كامله عجبني هاذه الحرف
2026-06-19 07:38:47
2
userzcqitovvha
رياض الدليمي 💊❤️‍🔥 :
حي الله أبو الفوز
2026-05-29 18:23:02
2
To see more videos from user @nesrindaddy1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part 6 : Dinding yang Mulai Retak  Dokter itu menghela napas pendek, menatap Sunghoon dengan pandangan yang serius.
Part 6 : Dinding yang Mulai Retak Dokter itu menghela napas pendek, menatap Sunghoon dengan pandangan yang serius. "Pendarahannya berhasil kami hentikan, dan syukurlah janinnya masih bisa diselamatkan. Tapi Anda harus tahu, Tuan Park, kondisi kandungan istri Anda ini sangat lemah." Dokter itu menepuk pelan pundak Sunghoon, mengira pria di hadapannya adalah ayah kandung yang sedang mengkhawatirkan anaknya. "Janin di rahimnya sangat sensitif. Kejadian malam ini dipicu karena fisik yang terlalu lelah dan... tekanan batin atau stres yang sangat berat. Sebagai suaminya, tolong jaga emosi dan psikologis istri Anda. Kalau sampai terjadi pendarahan sekali lagi, kita bisa kehilangan bayinya." DEG Kata 'kehilangan bayinya' dan 'tekanan batin' seketika berdengung nyaring di telinga Sunghoon. Kalimat kejam yang ia bisikkan di balkon hotel beberapa jam lalu mendadak berputar di kepalanya, menampar egonya dengan sangat telak. Pria itu tertegun, lidahnya mendadak kelu untuk sekadar membalas ucapan dokter. "Istri Anda akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Tolong urus administrasinya ya, Papa muda," ujar dokter itu tersenyum tipis sebelum melangkah pergi. Sunghoon mematung di tempatnya berdiri. 'Papa muda'. Panggilan itu terasa sangat asing, salah alamat, dan mencekik tenggorokannya. Anak itu bukan anaknya, tapi takdir justru meletakkan hidup dan mati janin itu di atas pundaknya sebagai penanggung jawab resmi. Saat melangkah masuk ke dalam ruang rawat, Sunghoon mendapati Y/N yang sudah terbaring lemah dengan jarum infus menancap di punggung tangannya. Wajah gadis itu masih pucat, kelopak matanya terpejam rapat dengan sisa jejak air mata yang mengering di pipi. Sunghoon berjalan mendekat secara perlahan, berdiri di sisi bangsal sembari menatap lurus ke arah perut Y/N yang masih tertutup selimut rumah sakit. Tangannya yang tersembunyi di dalam saku celana mengepal erat. Rasa benci dan gengsi di hatinya kini mulai berperang hebat dengan rasa bersalah yang perlahan menyusup tanpa permisi. Sunghoon tahu, mulai hari ini, dia tidak akan bisa lagi bersikap abai sepenuhnya seperti dulu. .... Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden ruang rawat inap perlahan mengusik tidur Y/N. Kelopak mata yang terasa seberat batan itu bergerak terbuka perlahan. Hal pertama yang Y/N rasakan adalah bau antiseptik yang menyengat, disusul rasa ngilu di perut bawahnya yang untungnya sudah jauh berkurang. Y/N menolehkan kepalanya perlahan ke samping, dan matanya langsung membelalak tipis saat mendapati Sunghoon sedang duduk di kursi samping bangsal. Pria itu masih memakai kemeja kusut yang sama dengan semalam, dengan dasi yang sudah dilonggarkan. Sunghoon yang menyadari pergerakan itu langsung menegakkan tubuhnya. Ekspresi paniknya semalam langsung ia lipat rapat-rapat, digantikan oleh wajah datar dan dingin yang biasa ia pasang. "K-Kak Sunghoon..." cicit Y/N parau, tenggorokannya terasa sangat kering. "Anak aku... gimana, Kak?" Sunghoon mendengus pelan, lalu meraih segelas air putih hangat dan menyodorkannya ke depan bibir Y/N tanpa berniat membantu gadis itu duduk. "Minum dulu. Gak usah banyak nanya kalau baru bangun." Y/N menurut, meminum air itu perlahan dengan bantuan sedotan. Setelah rasa kering di tenggorokannya hilang, ia kembali menatap Sunghoon dengan pandangan cemas yang berkaca-kaca, menuntut jawaban soal kandungannya. "Anak lu masih aman," ujar Sunghoon akhirnya dengan nada ketus sembari meletakkan kembali gelas ke atas meja. "Tapi dokter bilang rahim lu lemah. Lu hampir aja bikin gua repot karena keguguran semalam." Mendengar kata 'masih aman', Y/N reflek mengembuskan napas lega yang teramat panjang. Air mata syukurnya meluncur jatuh melewati pelipisnya. "Makasih ya, Kak... Makasih udah bawa aku ke sini..." Melihat air mata Y/N, dada Sunghoon mendadak terasa sedikit sesak. Kalimat terima kasih itu rasanya salah alamat, karena dialah penyebab utama Y/N stres hingga pendarahan. lanjutan di komentar 👉 #pov #au #sunghoon #enhypen #fyp

About