@pugliato: Finalmente terminé el álbum del mundial!!!

pugliato
pugliato
Open In TikTok:
Region: CO
Monday 25 May 2026 00:54:43 GMT
50500
3160
14
18

Music

Download

Comments

madeleinyzapata
Made Zapatika :
Cuánto dinero gastaste para llenarlo?
2026-05-25 07:43:14
7
luis.montoya335
Luis Montoya :
ayúdame con uno :(
2026-05-25 01:05:19
0
j.alejo03
🧔🏻‍♂️. :
No te sobraron láminas bro?
2026-05-25 01:09:50
1
https.marianne_
Marianne. :
Me regalas una caja ??
2026-05-26 15:05:00
0
piperodriguez2010
PARCE🇨🇴🪄⚽ :
primero 👏👏👏🥇
2026-05-25 00:56:28
0
david_dss1
David_DSS :
No podes gastar 1 millón y llenarlo en un pasta blanda 🫣😞 fallaste
2026-05-28 00:57:58
0
josse_vargas
𝑱𝒐𝒔𝒔𝒆⚡ :
saludas pugli??
2026-05-25 00:58:05
0
tatianagiraldo2403
Tatiana Giraldo :
te recibo la repetidas 🥺🥺
2026-06-01 16:24:59
0
yacobsierra
Yacob Sierra 🧠 :
Por qué no quisiste comprar el de tapa dura?
2026-05-25 04:36:28
0
user1660736013333
siempre Messi :
hoy me salió lionel messi 🤯🤪🇦🇷
2026-05-25 01:37:45
0
camilupss
camilups :
😮‍💨😮‍💨😮‍💨😮‍💨💖💖💖
2026-05-25 01:37:26
0
To see more videos from user @pugliato, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

mohon digaris bawahi kalau informasi yang saya dapat berasal dari Wikipedia dan Artikel di  internet. --- Sisi Gelap Kepemimpinan Presiden Soekarno 1. Ketidakstabilan Ekonomi & Krisis Inflasi Pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an, kebijakan ekonomi Sukarno—termasuk nasionalisasi aset asing—mengakibatkan kemerosotan serius perekonomian nasional. Inflasi melonjak hingga menjadi hyperinflation, dengan tingkat mencapai lebih dari 500 % pada tahun 1965 . Kegagalan merancang kebijakan ekonomi yang efektif diperparah oleh pengabaian terhadap aspek ekonomi; Sukarno bahkan menyebut urusan ekonomi sebagai tugas yang hina, menyerahkan penanganannya kepada orang lain tanpa pengawasan ketat . 2. Demokrasi Terpimpin dan Otoritarianisme Pada tahun 1957, Sukarno mencanangkan sistem Demokrasi Terpimpin dengan menghapus sistem parlementer, membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat, dan mengkonsolidasikan kekuasaan di tangan presiden . Kritik terhadap praktik ini datang dari Wakil Presiden Mohammad Hatta, yang menilai sistem tersebut sebagai “bentuk diktator baru”, dan bahkan melarang penerbitan buku kritikan Hatta—Our Democracy . 3. Dominasi Jawa dan Sentralisme Sukarno dikritik karena kebijakannya yang terpusat pada Pulau Jawa dan gaya pemerintahan sentralistik, yang memicu ketidakpuasan dan lahirnya gerakan separatis seperti DI/TII, PRRI, dan Permesta . Pembentukan DPR melalui dekrit presiden memperlihatkan dominasi eksekutif atas lembaga legislatif. 4. Eksperimen Ideologis: NASAKOM dan Peregangan Kekuasaan Sukarno memperkenalkan konsep NASAKOM (Nasionalis–Agama–Komunis) sebagai strategi penyatuan berbagai kelompok politik. Namun, ia dianggap terlalu memberi ruang kepada PKI, tanpa tindakan tegas terhadap organisasi ini . CIA sempat mencurigai bahwa Sukarno membiarkan pengaruh PKI tetap berkembang demi mempertahankan kekuasaan . 5. Peristiwa G30S dan Kemelut Kekuasaan Pada 30 September 1965, enam jenderal diangkat dan dibunuh oleh Gerakan 30 September (G30S), yang dikaitkan dengan PKI. Sukarno digambarkan sebagai
mohon digaris bawahi kalau informasi yang saya dapat berasal dari Wikipedia dan Artikel di internet. --- Sisi Gelap Kepemimpinan Presiden Soekarno 1. Ketidakstabilan Ekonomi & Krisis Inflasi Pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an, kebijakan ekonomi Sukarno—termasuk nasionalisasi aset asing—mengakibatkan kemerosotan serius perekonomian nasional. Inflasi melonjak hingga menjadi hyperinflation, dengan tingkat mencapai lebih dari 500 % pada tahun 1965 . Kegagalan merancang kebijakan ekonomi yang efektif diperparah oleh pengabaian terhadap aspek ekonomi; Sukarno bahkan menyebut urusan ekonomi sebagai tugas yang hina, menyerahkan penanganannya kepada orang lain tanpa pengawasan ketat . 2. Demokrasi Terpimpin dan Otoritarianisme Pada tahun 1957, Sukarno mencanangkan sistem Demokrasi Terpimpin dengan menghapus sistem parlementer, membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat, dan mengkonsolidasikan kekuasaan di tangan presiden . Kritik terhadap praktik ini datang dari Wakil Presiden Mohammad Hatta, yang menilai sistem tersebut sebagai “bentuk diktator baru”, dan bahkan melarang penerbitan buku kritikan Hatta—Our Democracy . 3. Dominasi Jawa dan Sentralisme Sukarno dikritik karena kebijakannya yang terpusat pada Pulau Jawa dan gaya pemerintahan sentralistik, yang memicu ketidakpuasan dan lahirnya gerakan separatis seperti DI/TII, PRRI, dan Permesta . Pembentukan DPR melalui dekrit presiden memperlihatkan dominasi eksekutif atas lembaga legislatif. 4. Eksperimen Ideologis: NASAKOM dan Peregangan Kekuasaan Sukarno memperkenalkan konsep NASAKOM (Nasionalis–Agama–Komunis) sebagai strategi penyatuan berbagai kelompok politik. Namun, ia dianggap terlalu memberi ruang kepada PKI, tanpa tindakan tegas terhadap organisasi ini . CIA sempat mencurigai bahwa Sukarno membiarkan pengaruh PKI tetap berkembang demi mempertahankan kekuasaan . 5. Peristiwa G30S dan Kemelut Kekuasaan Pada 30 September 1965, enam jenderal diangkat dan dibunuh oleh Gerakan 30 September (G30S), yang dikaitkan dengan PKI. Sukarno digambarkan sebagai "dhalang" yang menyeimbangkan kekuatan antara PKI dan militer hingga kekacauan meletus . Setelah peristiwa itu, Suharto menguasai Jakarta, dan terjadi pembantaian massal terhadap yang dianggap simpatisan PKI—diperkirakan sekitar 500.000 orang tewas, beberapa sumber bahkan menyebut angka hingga satu juta lebih . 6. Kontroversi Surat Perintah Supersemar Penandatanganan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang kontroversial dikatakan terjadi di bawah paksaan dan situasi tegang. Beberapa saksi menyebut bahwa Sukarno ditekan untuk menandatangani document yang telah disiapkan sebelumnya, dan kemudian digunakan sebagai landasan legal bagi Suharto untuk mengambil alih kekuasaan . 7. De-Sukarnoisasi dan Penghapusan Jejak Sejarah Setelah jatuhnya Sukarno, rezim Orde Baru melancarkan kebijakan de-Sukarnoisasi: menghapus nama Sukarno dari fasilitas umum, meremehkan kontribusinya terhadap Pancasila, serta melucuti jejak sejarah beliau dalam narasi resmi. Meski demikian, beberapa pengakuan seperti nama Bandara Soekarno–Hatta tetap dipertahankan di masa kemudian . --- Kesimpulan Meskipun Sukarno dikenang sebagai Proklamator dan Bapak Bangsa, kepemimpinannya juga menyimpan sisi gelap berupa: Ketidakstabilan ekonomi parah dan inflasi tinggi. Pembentukan sistem otoriter melalui Demokrasi Terpimpin. Sentralisasi kekuasaan dan dominasi Jawa. Eksperimen ideologis (NASAKOM) yang kontroversial. Peristiwa G30S dan implikasinya: pembantaian massal dan krisis kekuasaan. Supersemar yang dipandang sebagai manipulasi politik. Usaha sistematis menghapus dan mereduksi warisan historis Sukarno pasca-kekuasaan. --- Referensi Akademis dan Sejarah Wikipedia: Transition to the New Order; Supersemar; De-Sukarnoization . Analisis kritis ekonomi dan politik dari sumber akademik dan CIA . #sejarahindonesia #sejarahkelamindonesia #soekarno #indonesia #janganlupasholat

About