@goat.dark5: waxbo igama fakadan😂#fyp #foreyoupage #somaliatiktok2023🇸🇴🇸🇴👌✅ #darkedit

𝗗𝗔𝗥𝗞٭͜𝗘𝗗𝗜𝗧
𝗗𝗔𝗥𝗞٭͜𝗘𝗗𝗜𝗧
Open In TikTok:
Region: SO
Monday 25 May 2026 06:14:43 GMT
411237
15597
232
858

Music

Download

Comments

abase.husin.moham8
thiago_🇪🇸 :
darka editka wuu kuufadiyaa zxb ¹⁰⁰%¹⁰⁰
2026-05-25 11:39:42
287
tommy.jerry62
TOMMY🇨🇭 :
halmar edit ka haloo sacbiyo
2026-05-26 21:55:42
136
amalqurux199
Amal qurux :
Yaan appkan ka caawiyaa
2026-07-16 09:57:20
1
ahmednaaji208
ustad_axmed cali :
edid 10×10
2026-05-25 10:42:40
23
.00000.0809
C͜͡ᵃبᗪⁱعՏⁱⁱس🤴🏻💦❤️‍🩹 :
2026-07-15 10:20:14
0
mohdeeq703
Ahmett_7 :
please asxaabey yarkan follow dhaaha
2026-06-01 11:55:23
0
0..2488
𝘪𝘣R̾A̺͆H̶i̶m̶( ͜🥂 :
editing sev wye lphy🔥
2026-05-26 05:03:22
6
madaxjapshe
MaQrip lapEste :
tintee dhaHdaY wllo😜😜😜😜😜😜😜
2026-05-27 06:12:10
2
anfaccqani8
anfac 👸💕 :
2026-07-16 19:54:38
2
jaamac......1
jaamac :
10/10 editing wa ku fadhiyaa
2026-05-28 10:52:05
1
0cbdiqani
Qøşááŷę :
2026-05-25 06:44:16
2
0cbdiqani
Qøşááŷę :
2026-05-25 06:44:08
0
0cbdiqani
Qøşááŷę :
2026-05-25 06:45:12
5
sagal_nalka0
boqoradda 🥀Galkacyo 🤕 :
2026-06-11 21:34:32
0
xasaneelaay5
xasan gaawoow :
2026-05-25 07:36:56
0
To see more videos from user @goat.dark5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 5 — Satu per Satu Gugur (Bagian 1)
Bab 5 — Satu per Satu Gugur (Bagian 1) "Perang tidak memilih siapa yang pantas menjadi korban. Ia hanya mengambil... satu per satu." Tiga bulan telah berlalu sejak kematian Rimuru Tempest. Tempest masih berdiri. Namun luka yang ditinggalkan perang kecil di berbagai perbatasan semakin sulit disembuhkan. Setiap pagi... Benimaru menerima laporan baru. Desa yang dibakar. Karavan yang hilang. Prajurit yang terluka. Dan kini... Korban mulai berjatuhan. Di ruang rapat kerajaan, suasana jauh lebih tegang dibandingkan sebelumnya. Souei meletakkan sebuah gulungan laporan di atas meja. "Empat pos penjagaan diserang semalam." "Sebelas prajurit terluka." "Dua gugur." Tak seorang pun berbicara. Benimaru menatap nama kedua prajurit itu. Mereka bukan Guardian Lord. Mereka hanyalah goblin muda yang beberapa tahun lalu direkrut langsung oleh Rimuru. Masih terlalu muda. Masih memiliki keluarga. Benimaru menutup laporan itu perlahan. "Pastikan keluarga mereka mendapat perlindungan penuh." Shuna mengangguk pelan. "Sudah saya siapkan." Namun suaranya terdengar berat. Karena untuk pertama kalinya... Ia harus menulis surat belasungkawa atas nama Tempest. Di sebuah rumah kecil di pinggiran kota... Seorang ibu membuka pintu. Di depannya berdiri dua prajurit. Tak ada yang perlu dijelaskan. Begitu melihat wajah mereka... Lutut wanita itu langsung lemas. "Anakku..." "Dia..." Tak ada jawaban. Salah satu prajurit hanya menyerahkan sebuah pedang pendek yang sudah dibersihkan dari darah. "Itu... peninggalan putra Anda." Tangisan memenuhi rumah kecil itu. Tetangga berdatangan. Namun tak seorang pun mampu menghibur. Karena semua tahu... Besok... Bisa saja giliran keluarga mereka. Malam harinya. Benimaru berjalan sendirian menuju makam Rimuru. Ia membawa dua papan nama kayu. Dua nama prajurit yang gugur hari ini. Ia meletakkannya di depan makam. Kemudian berlutut. "Rimuru-sama..." "Dulu..." "Tak seorang pun di Tempest mati sia-sia." "Tapi sekarang..." "Aku bahkan tidak mampu melindungi dua prajuritku." Angin malam berembus pelan. Tak ada jawaban. Yang terdengar hanya suara dedaunan bergesekan. Benimaru menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya sejak menjadi panglima... Ia merasakan keraguan. Apakah dirinya benar-benar layak memimpin Tempest? Di sisi lain kota... Gobta sedang melatih para prajurit baru. Ia terus memberi semangat. Tertawa. Bercanda. Seolah semuanya baik-baik saja. Namun saat latihan selesai... Ia duduk sendirian di lapangan yang mulai gelap. Tatapannya kosong. "Dulu..." "Kalau ada masalah..." "Aku tinggal lari ke Lord Rimuru." "Tapi sekarang..." "Aku bahkan tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa." Di balkon tertinggi istana... Diablo memandang langit malam. Tiba-tiba seekor kelelawar bayangan mendarat di bahunya. Ia membuka laporan itu. Wajahnya berubah. "Benimaru." Benimaru segera datang. "Ada apa?" Diablo menyerahkan gulungan itu. Hanya ada satu kalimat. "Beberapa kerajaan mulai membentuk aliansi militer baru tanpa mengundang Tempest." Benimaru membaca ulang. Tangannya perlahan mengepal. Mereka mulai dikucilkan. Bukan karena Tempest bersalah. Melainkan karena dunia tidak lagi percaya bahwa Tempest mampu menjaga keseimbangan. Dan bagi Benimaru... Itulah kabar paling menyakitkan sejak kematian Rimuru. Di tempat yang jauh... Seorang pria berjubah hitam tersenyum melihat peta dunia. Satu per satu titik mulai berubah warna. "Bagus..." "Perdamaian mulai runtuh." Ia menatap wilayah Tempest. "Lanjutkan." "Belum waktunya menyerang." "Biarkan mereka kehilangan harapan terlebih dahulu." #tenseishitaraslimedattaken #thattimeigotreincarnatedasaslime #tensura #rimurutempest #fyp

About