@canh_sat_my: Viên cảnh sát hóng hách khiến Đồn thiệt hại hàng triệu đô la

Cảnh Sát Mỹ - Góc Nhìn thực tế
Cảnh Sát Mỹ - Góc Nhìn thực tế
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 25 May 2026 10:28:25 GMT
1671426
59468
675
732

Music

Download

Comments

gilv1368
GiLê :
ở vn thì kiện bằng niềm tin
2026-05-25 15:34:58
1979
qksaytinhqk
ႳḰຮศƴ₮རསཏ :
ở VN làm gì có đoạn camera này...
2026-05-25 13:47:24
1459
vietshenlong
Thích Thì Ngủ :
Sai thì xin lỗi thôi
2026-07-14 06:48:43
56
usercubdex7ph8
Áo Dài Nguyễn Thuỷ :
2,5tr đô là đổi tiền việt là bnhiu ạ
2026-05-27 17:52:08
26
satoshi21tr
Kiên Hoàng :
ở vn vừa bị gãy xương vỡ đầu, vừa bị tuyên án 😂
2026-07-22 19:36:43
21
quocvi25610
quocvi25610 :
Vn thì k có đoạn clip này đou
2026-05-26 03:40:00
131
luoiwstho
Lười thở :
Ở viện nam ( chúng tôi Trân thành xin lỗi .! )
2026-05-27 04:17:39
39
anhtam888888
Trung Chính :
quá khốn nạn
2026-07-15 21:29:29
15
long13671
💖khôi💖 :
đang định nói mà nhớ mình ko có 7,5 triệu
2026-05-27 16:39:58
32
sonlien0304
Sơn béo :
Tưởng chỉ có ở vn. Bên mẽo cũng có à
2026-05-26 02:19:28
58
duong87th
Dương Đỗ :
Anh cảnh sát đó có bị luân chuyển công tác không ạ?
2026-05-26 05:20:44
98
kevin171492
GiangP :
tự nhiên có mấy triêu đô. k phải khổ dậy sớm đi làm😂😂
2026-05-26 05:48:42
15
cucaikm125
CỦ CẢI 🫜 :
dậy sớm để thành công là đây😂
2026-05-31 07:36:17
8
testmy13
testmy13 :
Khg có 7tr5 nên khg giám nói
2026-05-25 14:54:14
215
tuanthuan06
thuần nè :
65,9 tỷ 😂
2026-05-27 08:26:58
9
k.adin.trn
k.adin.trn :
Tư bản sướng thật thấy người dân đi làm sáng sớm vất vả nên lấy cớ đánh gãy xương để đền tiền cho dân. Đúng là xứ thiên đường tâm lý thật
2026-07-19 03:02:25
7
meo.beo.tu.tien
Mèo Béo Tu Tiên :
ở xứ thiên đường cộng sản thì chỉ có xin lỗi vs rút kinh nghiệm thôi
2026-07-19 21:35:34
7
qua_bo_biet_yeu
E hăm bít :
Tôi đoán nó ở California 🗿
2026-05-25 15:50:42
7
manh05726
He'slo :
Ở Việt Nam! Thi ngậm nhé. Kiện thì lại lên phòng kín 😁
2026-07-23 07:54:08
3
_quang.92
Đạo Art :
ở xứ + sản t đi chơi về 11h cha con nhà nó dẫn vào đường vắng để kiểm tra giấy tờ. giấy tờ đầy đủ đội mũ đàng hoàng cha con nhà nó ko kiếm đc cớ gì nên kêu đưa ví ra xem thấy trong ví có 300k rút nhét túi đi luôn. 😳 khứa đệ sai vặt còn kêu này mới đủ nồi lẩu chưa đủ mua bia
2026-07-22 08:32:43
1
nguynho3036
Nguyễn Hoà :
Chuyên đề đâu😂😂😂
2026-07-17 11:56:08
1
thuongtieu
肖一风 :
Áo hô dai ???? Hoodie thành hô dai ????
2026-07-23 11:50:41
0
chien_66666
chien_66666 :
Ở VN có trường hợp nào tương tự không mà sao thấy comment nói "Ở VN thì kiện bằng niềm tin" thế anh em 😅
2026-07-20 05:46:34
4
To see more videos from user @canh_sat_my, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

- Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, mempertanyakan kembali izin pertambangan yang muncul saat wilayah mereka masih dalam proses pemulihan pascabencana. Pertanyaan itu disuarakan warga melalui spanduk bertuliskan, “81 Tahun Indonesia Merdeka, Beutong Ateuh Belum Pulih, Bencana Belum Selesai, Izin Tambang Sudah Datang.” Warga menilai, pemerintah seharusnya memprioritaskan pemulihan masyarakat dan lingkungan sebelum membuka kembali ruang bagi aktivitas pertambangan. “Kami ini belum selesai pulih. Luka akibat bencana masih ada, tetapi sekarang kami kembali dihadapkan dengan persoalan tambang. Kami bertanya, sebenarnya pemerintah mau membawa Beutong Ateuh ke mana?” ujar Nyak Ti, warga Beutong Ateuh, Rabu (19/8/2026). Menurut Nyak Ti, persoalan tambang bukan sekadar soal izin, tetapi menyangkut keberlanjutan ruang hidup masyarakat. “Beutong Ateuh bukan hanya tanah yang ada di peta. Di sini ada rumah kami, kebun kami, hutan kami, sungai kami, dan kehidupan anak cucu kami,” ungkapnya. Kekhawatiran warga semakin kuat karena kawasan tersebut memiliki sejarah panjang persoalan pertambangan. Izin pertambangan sebelumnya pernah dibatalkan melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor 91 K/TUN/LH/2020. Munculnya kembali izin pertambangan kini memunculkan pertanyaan mengenai dasar penerbitan izin, status kawasan, kajian lingkungan, serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. “Kami bukan tidak mau pembangunan. Tapi jangan sampai pembangunan justru membuat kami kehilangan ruang hidup. Kami ingin hidup aman, hutan tetap ada, air tetap bersih, dan anak cucu kami masih punya tempat untuk hidup,” ujar Nyak Ti. Warga meminta pemerintah tidak menjadikan izin sebagai satu-satunya dasar untuk menjalankan aktivitas pertambangan. Menurut mereka, kondisi sosial dan ekologis masyarakat juga harus menjadi pertimbangan. “Kami ingin Beutong Ateuh dipulihkan, bukan dieksploitasi. Kami ingin pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, bukan hanya ketika ada bencana, tetapi juga sebelum bencana dan sebelum kerusakan terjadi,” ucapnya. Selengkapnya dikomentar👇
- Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, mempertanyakan kembali izin pertambangan yang muncul saat wilayah mereka masih dalam proses pemulihan pascabencana. Pertanyaan itu disuarakan warga melalui spanduk bertuliskan, “81 Tahun Indonesia Merdeka, Beutong Ateuh Belum Pulih, Bencana Belum Selesai, Izin Tambang Sudah Datang.” Warga menilai, pemerintah seharusnya memprioritaskan pemulihan masyarakat dan lingkungan sebelum membuka kembali ruang bagi aktivitas pertambangan. “Kami ini belum selesai pulih. Luka akibat bencana masih ada, tetapi sekarang kami kembali dihadapkan dengan persoalan tambang. Kami bertanya, sebenarnya pemerintah mau membawa Beutong Ateuh ke mana?” ujar Nyak Ti, warga Beutong Ateuh, Rabu (19/8/2026). Menurut Nyak Ti, persoalan tambang bukan sekadar soal izin, tetapi menyangkut keberlanjutan ruang hidup masyarakat. “Beutong Ateuh bukan hanya tanah yang ada di peta. Di sini ada rumah kami, kebun kami, hutan kami, sungai kami, dan kehidupan anak cucu kami,” ungkapnya. Kekhawatiran warga semakin kuat karena kawasan tersebut memiliki sejarah panjang persoalan pertambangan. Izin pertambangan sebelumnya pernah dibatalkan melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor 91 K/TUN/LH/2020. Munculnya kembali izin pertambangan kini memunculkan pertanyaan mengenai dasar penerbitan izin, status kawasan, kajian lingkungan, serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. “Kami bukan tidak mau pembangunan. Tapi jangan sampai pembangunan justru membuat kami kehilangan ruang hidup. Kami ingin hidup aman, hutan tetap ada, air tetap bersih, dan anak cucu kami masih punya tempat untuk hidup,” ujar Nyak Ti. Warga meminta pemerintah tidak menjadikan izin sebagai satu-satunya dasar untuk menjalankan aktivitas pertambangan. Menurut mereka, kondisi sosial dan ekologis masyarakat juga harus menjadi pertimbangan. “Kami ingin Beutong Ateuh dipulihkan, bukan dieksploitasi. Kami ingin pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, bukan hanya ketika ada bencana, tetapi juga sebelum bencana dan sebelum kerusakan terjadi,” ucapnya. Selengkapnya dikomentar👇

About