@thoatran_ne: 3 tô cơm chưa hết thèm cá khô ạ #ancungtiktok #LearnOnTikTok #cákhô

Thoa Trần nè 🦐🍓
Thoa Trần nè 🦐🍓
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 25 May 2026 11:49:21 GMT
1181137
10878
138
2469

Music

Download

Comments

thu.hoi0301
hoài thương :
Cá cơm ngon hen
2026-05-26 04:01:46
1
long.hoang9394
Long hoàng 9394 :
Cá khô sốt gì đó
2026-05-28 04:40:40
1
bych_nogc1314
Bych Ngọt🦋💎 :
R cứ chờ quay ct xong cuối cùng là hết vd
2026-05-26 11:56:35
4
yproby
TRAI 47 🦣🦣🇻🇳 :
gia vị gồm những gì,xin cảm ơn
2026-05-28 06:34:01
1
lienkh2
Lien Ngô484 :
Mặn lắm
2026-05-28 04:07:19
1
phng_hp3
PHƯƠNG_HP :
Nhức nách
2026-05-28 01:42:32
1
nguyn.tng.vy237
nguyễn tường Vy :
ngon 🥰 e cơi c vd nấu canh hẹ đâu hũ cà chua 😂. vì trưa nay e lm món đó 🥰
2026-05-28 03:43:05
1
tho34593
thảo :
Xin công thức
2026-05-26 09:39:21
1
chut_ken
cô chủ nhỏ :
tuyệt vời
2026-05-28 09:50:36
1
phuong14hang98
Bếp mẹ Thỏ Bin🐰 :
ngon quá bà ơi
2026-05-28 13:09:22
1
viet.anh093
khang2k16 :
ăn tốn cơm lắm
2026-05-29 10:48:32
1
tuananh2103
@Tuấn Anh :
em xin công thức với ạ
2026-05-26 03:36:18
3
giadinhtiger90
Quyên Nguyễn Shopping :
ngon quá đi
2026-05-28 13:21:03
1
tattoo2901
Trường Con 🚢 :
Công thức mô
2026-05-28 12:22:44
1
giangbeeau22
Giang Bee :
có cách làm ko a
2026-05-28 11:17:49
1
invisible29055
Nguyễn Quang Linh 🫣 :
Nhậu🍺🍺🍺
2026-05-27 16:06:18
1
linh676123
linh´꒳`🅝🅖🅤🅨ệ🅣 ×͜×🌜 :
đói quá ní ơi 😂
2026-05-28 10:20:50
1
mymy6615
Ngọc Anh :
Ngon quá đi thôi 😍😍😍😍😍😍😍😍
2026-05-26 17:22:58
1
thetoan_90
NTT :
Cho thêm ít rau ngổ nữa thì thơm hơn
2026-05-28 03:10:18
1
sachcuchuoi
Sách củ chuối :
làm khéo ngon quá
2026-05-28 06:16:30
1
tran78911
huy :
quá hấp dẫn
2026-05-26 10:53:50
1
kata100189
Kata vào bếp :
Ngon quá
2026-05-26 13:05:42
1
annie0603_
Phương Phương :
Chi em xin công thức vs ạ
2026-05-26 10:02:54
2
vythilan05
Lanlan🫦 :
xin ct ạ
2026-05-26 10:39:02
2
maii_anh29
Mai Anh nè :
Ship e tô cơm
2026-05-25 11:57:10
2
To see more videos from user @thoatran_ne, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Kamu selalu bilang Keonho adalah mantanmu paling brengsek. Dia dikenal sebagai anggota geng motor, sekaligus street racer paling ditakuti di lintasan ilegal. Dia sadar dirinya sempurna. Dicintai banyak wanita sudah bukan hal baru baginya. Dan mungkin… itu juga alasan kenapa dia tak pernah belajar setia. Keonho terbiasa dikejar, bukan mengejar. Terbiasa dipuja, bukan mempertahankan. Sampai kamu datang di hidupnya, dan entah kenapa dia memilih berhenti sebentar dari dunianya. Lima bulan. Cuma lima bulan. Cukup untuk membuatmu percaya… bahwa mungkin dia bisa berubah. Namun ternyata tidak. Kamu masih ingat malam itu. Malam di mana semuanya runtuh dengan cara paling klise… dan paling menyakitkan. Keonho, dengan santainya… berboncengan dengan wanita lain di sebuah balapan liar. Malam itu juga  kepercayaanmu ikut hancur. “Aku mau putus.” Suaramu tegas, meski hampir pecah karena emosi. Keonho diam sebentar, menatapmu. Lalu terkekeh pelan. “Gak.” Air matamu jatuh tanpa izin. “Aku gak peduli. Pokoknya kita putus!” Kamu berbalik, tapi tangannya lebih dulu menangkap lenganmu, memaksamu menghadapnya lagi. Tatapannya turun ke wajahmu yang berantakan. Tangannya terangkat, seolah tanpa dosa—hendak menghapus air matamu. Kamu langsung menepisnya. “Jangan sentuh gue, br3ngsek.” Cengkeramannya menguat, menarikmu lebih dekat. “Gak ada kata putus.” Suaranya rendah, tegas. Tatapannya menggelap, keras, posesif. “Lo boleh sama siapa aja…” bisiknya pelan, nyaris tanpa jarak. “Tapi lo tetep punya gue.” Karena muak, kamu reflek mendorong dadanya. “Akal dipake. Lo urusin aja cewek sialan itu.” Dan malam itu, mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya ada seseorang yang berani meninggalkannya tanpa ragu. Karena kamu tahu, perasaan mu jauh lebih penting. ••• Seharusnya itu akhir. Seharusnya Keonho benar-benar kembali ke dunianya yang lama. Wanita, balapan, dan kebebasan tanpa batas. Dan dia memang melakukannya. Bahkan… lebih parah dari sebelumnya. Lebih liar. Lebih tak terkendali. Lebih brengsek. Dan yang lebih menjengkelkan, ia tak pernah berhenti menggagumu dengan kehadirannya. Kerap ia memintamu untuk kembali, tapi kamu selalu menolak. ••• Di tengah riuhnya kantin, matamu kini tertuju pada segerombolan siswa di meja seberang. Tawa dan candaan mereka memenuhi ruangan, terlalu keras untuk diabaikan. Tapi dari semuanya, fokusmu hanya pada satu orang. Keonho. Dia duduk santai di tengah, diapit dua siswi yang tertawa terlalu keras, terlalu dekat. Seolah dunia ini memang berputar di sekelilingnya. Kalea menyenggol bahumu pelan. “Mantan lo makin brengsek aja gue liat-liat. Ngajak balikan, tapi tingkahnya masih kayak playboy kelas kakap.” Kamu hanya menggeleng kecil, muak. Dan di saat yang sama, mata kalian bertemu. Sial. Itu bagian yang paling kamu benci. Bukan cuma karena dia masih berani menatapmu, tapi karena… tatapannya tak berubah sama sekali. Masih sama seperti dulu. Terlalu dalam. Terlalu yakin. Seolah kamu… masih miliknya. Tak lama, senyum tipis itu terbit di wajahnya. Dan sialnya, kamu tahu persis artinya. Keonho bangkit dari duduknya. Kursinya bergeser pelan, tapi cukup membuat beberapa orang menoleh. Langkahnya terlalu santai saat berjalan ke arahmu. “Eh, anjir. Dia mau ke sini,” bisik Kalea pelan. Kamu langsung berdiri. “Gue duluan.” Tanpa menunggu respon, kamu berbalik dan melangkah cepat keluar kantin. Namun terlalu cepat untuk disebut tak peduli. Dan itu cukup untuk dia tau, jika kamu masih lari dan menghindar darinya. ••• Langkah kaki di belakangmu terdengar jelas—mendekat. “Y/n.” Kamu terus mempercepat langkah saat melewati koridor. Sampai tiba-tiba—sebuah tarikan di pergelangan tanganmu menghentikan langkahmu paksa. “Ayo balikan.” Napasmu tercekat sejenak. Kamu berbalik, raut wajahmu jelas muak. “Gue gak nerima cowo brengsek tukang main cewek kayak lo.” Keonho menatapmu tanpa goyah. Seolah kata-katamu tak ada artinya. Bahkan, kamu tak melihat rasa bersalah dari wajahnya. “Jangan cemburu.” (+💬 ) #pov #keonho #keonhocortis #keonhoedit #fyp
POV | Kamu selalu bilang Keonho adalah mantanmu paling brengsek. Dia dikenal sebagai anggota geng motor, sekaligus street racer paling ditakuti di lintasan ilegal. Dia sadar dirinya sempurna. Dicintai banyak wanita sudah bukan hal baru baginya. Dan mungkin… itu juga alasan kenapa dia tak pernah belajar setia. Keonho terbiasa dikejar, bukan mengejar. Terbiasa dipuja, bukan mempertahankan. Sampai kamu datang di hidupnya, dan entah kenapa dia memilih berhenti sebentar dari dunianya. Lima bulan. Cuma lima bulan. Cukup untuk membuatmu percaya… bahwa mungkin dia bisa berubah. Namun ternyata tidak. Kamu masih ingat malam itu. Malam di mana semuanya runtuh dengan cara paling klise… dan paling menyakitkan. Keonho, dengan santainya… berboncengan dengan wanita lain di sebuah balapan liar. Malam itu juga kepercayaanmu ikut hancur. “Aku mau putus.” Suaramu tegas, meski hampir pecah karena emosi. Keonho diam sebentar, menatapmu. Lalu terkekeh pelan. “Gak.” Air matamu jatuh tanpa izin. “Aku gak peduli. Pokoknya kita putus!” Kamu berbalik, tapi tangannya lebih dulu menangkap lenganmu, memaksamu menghadapnya lagi. Tatapannya turun ke wajahmu yang berantakan. Tangannya terangkat, seolah tanpa dosa—hendak menghapus air matamu. Kamu langsung menepisnya. “Jangan sentuh gue, br3ngsek.” Cengkeramannya menguat, menarikmu lebih dekat. “Gak ada kata putus.” Suaranya rendah, tegas. Tatapannya menggelap, keras, posesif. “Lo boleh sama siapa aja…” bisiknya pelan, nyaris tanpa jarak. “Tapi lo tetep punya gue.” Karena muak, kamu reflek mendorong dadanya. “Akal dipake. Lo urusin aja cewek sialan itu.” Dan malam itu, mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya ada seseorang yang berani meninggalkannya tanpa ragu. Karena kamu tahu, perasaan mu jauh lebih penting. ••• Seharusnya itu akhir. Seharusnya Keonho benar-benar kembali ke dunianya yang lama. Wanita, balapan, dan kebebasan tanpa batas. Dan dia memang melakukannya. Bahkan… lebih parah dari sebelumnya. Lebih liar. Lebih tak terkendali. Lebih brengsek. Dan yang lebih menjengkelkan, ia tak pernah berhenti menggagumu dengan kehadirannya. Kerap ia memintamu untuk kembali, tapi kamu selalu menolak. ••• Di tengah riuhnya kantin, matamu kini tertuju pada segerombolan siswa di meja seberang. Tawa dan candaan mereka memenuhi ruangan, terlalu keras untuk diabaikan. Tapi dari semuanya, fokusmu hanya pada satu orang. Keonho. Dia duduk santai di tengah, diapit dua siswi yang tertawa terlalu keras, terlalu dekat. Seolah dunia ini memang berputar di sekelilingnya. Kalea menyenggol bahumu pelan. “Mantan lo makin brengsek aja gue liat-liat. Ngajak balikan, tapi tingkahnya masih kayak playboy kelas kakap.” Kamu hanya menggeleng kecil, muak. Dan di saat yang sama, mata kalian bertemu. Sial. Itu bagian yang paling kamu benci. Bukan cuma karena dia masih berani menatapmu, tapi karena… tatapannya tak berubah sama sekali. Masih sama seperti dulu. Terlalu dalam. Terlalu yakin. Seolah kamu… masih miliknya. Tak lama, senyum tipis itu terbit di wajahnya. Dan sialnya, kamu tahu persis artinya. Keonho bangkit dari duduknya. Kursinya bergeser pelan, tapi cukup membuat beberapa orang menoleh. Langkahnya terlalu santai saat berjalan ke arahmu. “Eh, anjir. Dia mau ke sini,” bisik Kalea pelan. Kamu langsung berdiri. “Gue duluan.” Tanpa menunggu respon, kamu berbalik dan melangkah cepat keluar kantin. Namun terlalu cepat untuk disebut tak peduli. Dan itu cukup untuk dia tau, jika kamu masih lari dan menghindar darinya. ••• Langkah kaki di belakangmu terdengar jelas—mendekat. “Y/n.” Kamu terus mempercepat langkah saat melewati koridor. Sampai tiba-tiba—sebuah tarikan di pergelangan tanganmu menghentikan langkahmu paksa. “Ayo balikan.” Napasmu tercekat sejenak. Kamu berbalik, raut wajahmu jelas muak. “Gue gak nerima cowo brengsek tukang main cewek kayak lo.” Keonho menatapmu tanpa goyah. Seolah kata-katamu tak ada artinya. Bahkan, kamu tak melihat rasa bersalah dari wajahnya. “Jangan cemburu.” (+💬 ) #pov #keonho #keonhocortis #keonhoedit #fyp

About