@prawiraa_05: #tniindonesia🇮🇩 #fyp #tniad

mhs
mhs
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 26 May 2026 06:10:51 GMT
108606
13437
21
495

Music

Download

Comments

calonsersanduainfanteri
Supermannyamama.🫡 :
bismillah "PRADA MUDA KOPASSUS ITU YAA ALLAH" 🤲🫡
2026-06-02 11:27:56
29
kasumasa17
Cibu-17 :
gila keren banget
2026-05-26 13:02:04
22
jhon999_6
Nine3♐️ :
2026-05-26 18:21:53
8
sitizubaidah9537
sitizubaidah9537 :
semangat pak Kopasus 🤲
2026-05-28 06:06:55
1
keymlbb8
key :
izin bertanya kalo mau masuk taruna akademik nya apaa aja ya
2026-05-29 00:07:42
2
renazzzz7
renazzzz :
semangattt ya bangg
2026-05-26 06:17:58
4
bisma.yanuardi.07
Zerven 07 :
ini udah Dik Komando ya?
2026-06-12 02:39:41
0
jabis791
jabis79 :
sdh ib ndan
2026-05-26 10:43:01
0
jarang_liat
李约翰 :
nama yel yel nya ap
2026-06-03 05:38:42
1
milak_667
Lak_ :
tentara skrng mahh apa2 dividioin🤦
2026-05-26 20:53:16
4
putrasukarno96
putrasukarno :
baret merah salam komando
2026-05-27 02:41:33
1
queen.gayo3
Queen gayo :
🥰🥰🥰
2026-05-26 06:15:17
0
ripzz1002
ripzz_10 :
😳😳😳
2026-06-06 12:38:31
0
dirgatara46
arsakah :
🥰🥰🥰
2026-05-26 06:20:11
1
To see more videos from user @prawiraa_05, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku:  aku sudah berjuang mati-matian melawan sakit hipertensiku setiap hari, tapi malah dituduh sebagai istri yang tidak berbakti pada suami hanya karena fisikku melemah dan tidak bisa melayani kebutuhannya. Dan puncak dari segala kepedihan itu, aku malah digugat cerai di saat aku sedang berjuang bertahan hidup menahan sakit. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti,  menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sudah berjuang mati-matian melawan sakit hipertensiku setiap hari, tapi malah dituduh sebagai istri yang tidak berbakti pada suami hanya karena fisikku melemah dan tidak bisa melayani kebutuhannya. Dan puncak dari segala kepedihan itu, aku malah digugat cerai di saat aku sedang berjuang bertahan hidup menahan sakit. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan sakit, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya jadi tempat bersandar justru mendepakku, menuduhku tidak berbakti, dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. #viral #fyp #darahtinggi #tekanandarahtinggi #hipertensi

About