Jangan beramal, kerja, atau bersikap baik dengan tujuan biar dipuji, dihargai, disebut hebat. - Amal jadi riya’ = ibadah yang pahalanya hangus karena niatnya buat manusia, bukan Allah. - Hati jadi gampang sakit. Dipuji dikit senang, dicuekin dikit kecewa. Hidupmu dikontrol sama omongan orang. --> Lakukan kebaikan meski nggak ada yang lihat. Kalau ada pujian, anggap itu ujian supaya nggak sombong. 2. Ulah hayang di anggap ku jalma = Jangan cari pengakuan/status di mata manusia. >Jangan ngejar "diakui", "dianggap penting", "dihormati" sama orang. Jangan hidup buat ngejaga citra. - Jatuh ke penyakit *sum’ah* dan *ujub*= ingin didengar dan merasa lebih tinggi. - Kamu jadi nggak berani jujur, takut salah, takut nggak disukai. Akhirnya munafik sama diri sendiri. --> Fokus ke "tashihun niyyah" - lurusin niat. Yang penting Allah tahu, bukan 1000 orang tahu. 3. Ulah hayang di bere ku jalma = Jangan menggantungkan diri pada pemberian manusia. >Jangan jadikan manusia sebagai pusat harapan, sandaran rezeki, dan sumber kebahagiaan. Jangan jadi peminta-minta secara hati. - Hati jadi hina, gampang dikecewakan, gampang diperbudak orang yang punya kuasa/uang. - Hilang sifat *qana’ah* dan *tawakal*. Padahal rezeki itu dari Allah. --> Usaha maksimal, tapi hati tetap nyandar ke Allah. Diberi manusia syukur, nggak diberi juga nggak benci. 4. Kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila = Harus ingat dunia itu rendah dan hidup nggak lama. Ini alasan kenapa 3 poin di atas penting. 'Dunia itu hina' = nilainya kecil di sisi Allah. Nabi ﷺ bilang, "Kalau dunia ini punya nilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya orang kafir nggak akan diberi minum seteguk air pun." 'Hidup nggak lama' = umur terbatas, nggak ada waktu buat buang-buang energi ngejar hal fana. Kalau kamu sadar ini, otomatis hati jadi ringan. Ngapain capek-capek ngejar pujian manusia kalau hidup cuma 60-70 tahun? Mending dipakai buat hal yang dibawa mati: amal ikhlas, ilmu manfaat, akhlak baik. --- Kesimpulan inti: Abuya Uci mau kita latihan "ikhlas" dan "istiqnah" - cukup dengan Allah. Bebasin diri dari 3 belenggu: pujian manusia, pengakuan manusia, dan pemberian manusia. Karena selama hati masih ngarep ke manusia, dia nggak akan tenang. Ini berat, makanya disebut ->tirakat hati. Tapi kalau kebiasa, hidup jadi jauh lebih tenang dan nggak gampang goyah. #abuyauciturtusi #nasihatdiri #fypp #kalamguru - @kalamguru_"/> Jangan beramal, kerja, atau bersikap baik dengan tujuan biar dipuji, dihargai, disebut hebat. - Amal jadi riya’ = ibadah yang pahalanya hangus karena niatnya buat manusia, bukan Allah. - Hati jadi gampang sakit. Dipuji dikit senang, dicuekin dikit kecewa. Hidupmu dikontrol sama omongan orang. --> Lakukan kebaikan meski nggak ada yang lihat. Kalau ada pujian, anggap itu ujian supaya nggak sombong. 2. Ulah hayang di anggap ku jalma = Jangan cari pengakuan/status di mata manusia. >Jangan ngejar "diakui", "dianggap penting", "dihormati" sama orang. Jangan hidup buat ngejaga citra. - Jatuh ke penyakit *sum’ah* dan *ujub*= ingin didengar dan merasa lebih tinggi. - Kamu jadi nggak berani jujur, takut salah, takut nggak disukai. Akhirnya munafik sama diri sendiri. --> Fokus ke "tashihun niyyah" - lurusin niat. Yang penting Allah tahu, bukan 1000 orang tahu. 3. Ulah hayang di bere ku jalma = Jangan menggantungkan diri pada pemberian manusia. >Jangan jadikan manusia sebagai pusat harapan, sandaran rezeki, dan sumber kebahagiaan. Jangan jadi peminta-minta secara hati. - Hati jadi hina, gampang dikecewakan, gampang diperbudak orang yang punya kuasa/uang. - Hilang sifat *qana’ah* dan *tawakal*. Padahal rezeki itu dari Allah. --> Usaha maksimal, tapi hati tetap nyandar ke Allah. Diberi manusia syukur, nggak diberi juga nggak benci. 4. Kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila = Harus ingat dunia itu rendah dan hidup nggak lama. Ini alasan kenapa 3 poin di atas penting. 'Dunia itu hina' = nilainya kecil di sisi Allah. Nabi ﷺ bilang, "Kalau dunia ini punya nilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya orang kafir nggak akan diberi minum seteguk air pun." 'Hidup nggak lama' = umur terbatas, nggak ada waktu buat buang-buang energi ngejar hal fana. Kalau kamu sadar ini, otomatis hati jadi ringan. Ngapain capek-capek ngejar pujian manusia kalau hidup cuma 60-70 tahun? Mending dipakai buat hal yang dibawa mati: amal ikhlas, ilmu manfaat, akhlak baik. --- Kesimpulan inti: Abuya Uci mau kita latihan "ikhlas" dan "istiqnah" - cukup dengan Allah. Bebasin diri dari 3 belenggu: pujian manusia, pengakuan manusia, dan pemberian manusia. Karena selama hati masih ngarep ke manusia, dia nggak akan tenang. Ini berat, makanya disebut ->tirakat hati. Tapi kalau kebiasa, hidup jadi jauh lebih tenang dan nggak gampang goyah. #abuyauciturtusi #nasihatdiri #fypp #kalamguru - @kalamguru_ - Tikwm"/> Jangan beramal, kerja, atau bersikap baik dengan tujuan biar dipuji, dihargai, disebut hebat. - Amal jadi riya’ = ibadah yang pahalanya hangus karena niatnya buat manusia, bukan Allah. - Hati jadi gampang sakit. Dipuji dikit senang, dicuekin dikit kecewa. Hidupmu dikontrol sama omongan orang. --> Lakukan kebaikan meski nggak ada yang lihat. Kalau ada pujian, anggap itu ujian supaya nggak sombong. 2. Ulah hayang di anggap ku jalma = Jangan cari pengakuan/status di mata manusia. >Jangan ngejar "diakui", "dianggap penting", "dihormati" sama orang. Jangan hidup buat ngejaga citra. - Jatuh ke penyakit *sum’ah* dan *ujub*= ingin didengar dan merasa lebih tinggi. - Kamu jadi nggak berani jujur, takut salah, takut nggak disukai. Akhirnya munafik sama diri sendiri. --> Fokus ke "tashihun niyyah" - lurusin niat. Yang penting Allah tahu, bukan 1000 orang tahu. 3. Ulah hayang di bere ku jalma = Jangan menggantungkan diri pada pemberian manusia. >Jangan jadikan manusia sebagai pusat harapan, sandaran rezeki, dan sumber kebahagiaan. Jangan jadi peminta-minta secara hati. - Hati jadi hina, gampang dikecewakan, gampang diperbudak orang yang punya kuasa/uang. - Hilang sifat *qana’ah* dan *tawakal*. Padahal rezeki itu dari Allah. --> Usaha maksimal, tapi hati tetap nyandar ke Allah. Diberi manusia syukur, nggak diberi juga nggak benci. 4. Kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila = Harus ingat dunia itu rendah dan hidup nggak lama. Ini alasan kenapa 3 poin di atas penting. 'Dunia itu hina' = nilainya kecil di sisi Allah. Nabi ﷺ bilang, "Kalau dunia ini punya nilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya orang kafir nggak akan diberi minum seteguk air pun." 'Hidup nggak lama' = umur terbatas, nggak ada waktu buat buang-buang energi ngejar hal fana. Kalau kamu sadar ini, otomatis hati jadi ringan. Ngapain capek-capek ngejar pujian manusia kalau hidup cuma 60-70 tahun? Mending dipakai buat hal yang dibawa mati: amal ikhlas, ilmu manfaat, akhlak baik. --- Kesimpulan inti: Abuya Uci mau kita latihan "ikhlas" dan "istiqnah" - cukup dengan Allah. Bebasin diri dari 3 belenggu: pujian manusia, pengakuan manusia, dan pemberian manusia. Karena selama hati masih ngarep ke manusia, dia nggak akan tenang. Ini berat, makanya disebut ->tirakat hati. Tapi kalau kebiasa, hidup jadi jauh lebih tenang dan nggak gampang goyah. #abuyauciturtusi #nasihatdiri #fypp #kalamguru - @kalamguru_"/>

@kalamguru_: Ulah hayang ka alem, ulah hayang di anggap ku jalma, ulah hayang di bere ku jalma, kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila. — Abuya Uci Turtusi Ini wejangan tasawuf/akhlak yang intinya: "bersihin niat dan lepasin ketergantungan hati dari manusia". Kalau dibedah rinci: 1. Ulah hayang ka alem = Jangan cari pujian. >Jangan beramal, kerja, atau bersikap baik dengan tujuan biar dipuji, dihargai, disebut hebat. - Amal jadi riya’ = ibadah yang pahalanya hangus karena niatnya buat manusia, bukan Allah. - Hati jadi gampang sakit. Dipuji dikit senang, dicuekin dikit kecewa. Hidupmu dikontrol sama omongan orang. --> Lakukan kebaikan meski nggak ada yang lihat. Kalau ada pujian, anggap itu ujian supaya nggak sombong. 2. Ulah hayang di anggap ku jalma = Jangan cari pengakuan/status di mata manusia. >Jangan ngejar "diakui", "dianggap penting", "dihormati" sama orang. Jangan hidup buat ngejaga citra. - Jatuh ke penyakit *sum’ah* dan *ujub*= ingin didengar dan merasa lebih tinggi. - Kamu jadi nggak berani jujur, takut salah, takut nggak disukai. Akhirnya munafik sama diri sendiri. --> Fokus ke "tashihun niyyah" - lurusin niat. Yang penting Allah tahu, bukan 1000 orang tahu. 3. Ulah hayang di bere ku jalma = Jangan menggantungkan diri pada pemberian manusia. >Jangan jadikan manusia sebagai pusat harapan, sandaran rezeki, dan sumber kebahagiaan. Jangan jadi peminta-minta secara hati. - Hati jadi hina, gampang dikecewakan, gampang diperbudak orang yang punya kuasa/uang. - Hilang sifat *qana’ah* dan *tawakal*. Padahal rezeki itu dari Allah. --> Usaha maksimal, tapi hati tetap nyandar ke Allah. Diberi manusia syukur, nggak diberi juga nggak benci. 4. Kudu inget dunia teh hina jeung hirup teh moal lila = Harus ingat dunia itu rendah dan hidup nggak lama. Ini alasan kenapa 3 poin di atas penting. 'Dunia itu hina' = nilainya kecil di sisi Allah. Nabi ﷺ bilang, "Kalau dunia ini punya nilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya orang kafir nggak akan diberi minum seteguk air pun." 'Hidup nggak lama' = umur terbatas, nggak ada waktu buat buang-buang energi ngejar hal fana. Kalau kamu sadar ini, otomatis hati jadi ringan. Ngapain capek-capek ngejar pujian manusia kalau hidup cuma 60-70 tahun? Mending dipakai buat hal yang dibawa mati: amal ikhlas, ilmu manfaat, akhlak baik. --- Kesimpulan inti: Abuya Uci mau kita latihan "ikhlas" dan "istiqnah" - cukup dengan Allah. Bebasin diri dari 3 belenggu: pujian manusia, pengakuan manusia, dan pemberian manusia. Karena selama hati masih ngarep ke manusia, dia nggak akan tenang. Ini berat, makanya disebut ->tirakat hati. Tapi kalau kebiasa, hidup jadi jauh lebih tenang dan nggak gampang goyah. #abuyauciturtusi #nasihatdiri #fypp #kalamguru

Kalam_Guru
Kalam_Guru
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 26 May 2026 09:16:50 GMT
130417
5254
22
468

Music

Download

Comments

aa.rafa8
Ainun Rafa :
2026-07-15 22:50:21
0
ari.fin420
Ari Fin :
betul
2026-05-28 06:49:18
0
bunda.reyna23
bunda dayang reyna :
asalamualaikum Wrwb.. Abuya Uci turtusi alfatihah
2026-05-28 13:16:39
1
almerbayyan
almer bayyan fa'az :
abdi rindu ka abah😭😭😭😭
2026-05-27 23:16:43
0
mnblali_
mnabilali :
ka alem artinya apa bg?
2026-05-29 16:42:15
0
mio5tl075
0m cukur•gank✓ :
🥰🥰🥰 alfatihahhh....
2026-05-27 17:03:52
1
dheykenamon
C.P.K Trans Cilegon - Serang :
alfatihah.....assalamualaikum abah🥰🥰🥰
2026-05-28 05:39:28
0
akhmad.opal.nas
OPANG PI DADUN :
masya allah
2026-05-28 01:47:43
1
ayi.muhibbah
Ayi Muhibbah :
ini ada artinya jadi aku ngerti... izin save 🙏
2026-05-30 19:31:27
1
fadwaazain.11
m mukit :
nya abah,tpi kunaon ta jalema seer nu sombong 😭
2026-05-28 00:51:09
0
hendr014
Betet hendra :
🥰🥰🥰
2026-06-01 18:00:49
0
_raninurdiani_
ran :
🥺
2026-05-29 07:28:49
0
andribadeng3
aniss fitriaaa :
🥺🥺🥺
2026-05-28 10:30:00
0
penggunaa751
karmokarmo751 :
😭😭😭🤲🏼🤲🏼🤲🏼🙏🙏🙏
2026-05-28 07:22:26
0
anisamams
mmhannsa :
🥰🥰🥰
2026-05-28 01:36:21
0
indun245
nay :
😢
2026-05-30 03:10:31
0
syam.prakoso3
marup324 ✨ :
🥰🥰🥰😭😭😭
2026-05-27 13:34:43
0
alkobong123
@al hijrah :
🥰🥰🥰
2026-05-26 17:05:52
0
arracu8
Arracu :
😳😳😳
2026-07-15 12:31:01
0
To see more videos from user @kalamguru_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About