@nuggetpizzabanana: #kl #brazilian #larp #67

kaonn
kaonn
Open In TikTok:
Region: MY
Tuesday 26 May 2026 14:25:14 GMT
44050
6036
30
808

Music

Download

Comments

fizzydewenjoyer
jk :
2026-05-26 14:34:07
41
ianacx
ian :
hi
2026-05-26 14:30:29
5
daran.pt
Daran :
Kid nowadays 🥰🥰
2026-05-31 21:13:39
1
dispensedd
nodu :
2026-05-26 16:38:43
8
naviennnn
naviennnn :
Need the blue one
2026-06-04 05:34:29
0
iloveahguaman
iloveahguaman :
My handsome king
2026-05-28 00:07:03
1
andreiinaki
iñaki :
That view in the back tho... holyyy larp
2026-05-28 23:50:01
0
iateurnuts1
c :
2026-05-26 14:55:40
2
ianacx
ian :
2026-05-26 14:32:47
2
iateurnuts1
c :
2026-05-26 14:55:20
2
qwertyuiop1234568910
ryan :
so yall did this while I was taking a big fat shit
2026-05-26 14:30:11
1
aayudhysen
Aayudh :
gonna spam ts the whole summer
2026-05-27 03:25:10
2
jaebeauu
jaebeauu :
RAHH I WANT ALL OF THEM
2026-05-27 09:12:15
1
r.uiheng
r.uiheng :
Sexy 3
2026-05-26 15:21:26
1
heypoopiepoop
poopiepoop :
the one in black who?
2026-06-05 04:51:11
0
kiwisimpiwi
Kiwi :
Babes time for u debut in aurace
2026-05-26 18:01:08
1
user5307601896
user5307601896 :
@blablibluuu kata nak semua
2026-05-27 11:29:03
0
c4rtilover01
wardell james the second :
😍😍
2026-05-27 06:46:06
0
qwertyuiop1234568910
ryan :
😛😛😛
2026-05-26 14:28:52
0
nuggetpizzabanana
kaonn :
@ian @jk
2026-05-26 14:26:52
0
To see more videos from user @nuggetpizzabanana, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“The Pied Piper” versi [Brothers Grimm - Hameln]   Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang.  Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam.  Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan.  Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota.  Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya.  Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya.  Total 130 anak hilang.  Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai “Bungelose”, jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka.  Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania.  Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun #enggisartchives #lukisan #sejarah #cerita
“The Pied Piper” versi [Brothers Grimm - Hameln] Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang. Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam. Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan. Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota. Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya. Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya. Total 130 anak hilang. Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai “Bungelose”, jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka. Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania. Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun #enggisartchives #lukisan #sejarah #cerita

About