Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@huyenhomhinh365: [DEAL MỞ BÁN MUA 4 TẶNG 10] Tăm Bông Topgia #xuhuong #huyenhomhinh365
Huyền Hóm Hỉnh 36
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 27 May 2026 01:32:42 GMT
1338
1
0
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
5.36MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.64MB
)
Watermark .mp4 (
5.69MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @huyenhomhinh365, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
the fear of facing their wrath 🥲
#مراحل التشطيب الاخيره #تصميم #تنفيذ #استشارات هندسيه
#creatorsearchinsights #likesandviews
من الرجفه تعرفون انه تصلح ماشاءالله تبارك الله #fyp #888 #فورشنر
Bangga dengan Tanah Kelahiran, Petarung Byon Combat @Aditya Armadani 🇮🇩 Tetap Bawa Nama Wonosobo di Atas Ring Di tengah sengitnya persaingan panggung Byon Combat, sebuah pengakuan emosional datang dari salah satu petarungnya, Aditya Armadani. Pria yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah kampung Singkir ini menegaskan bahwa dirinya akan selalu melangkah ke atas ring dengan membawa nama tanah kelahirannya, Kabupaten Wonosobo. Meski saat ini secara administratif kartu tanda penduduknya (KTP) tercatat di Kabupaten Grobogan dan sehari-hari berdomisili di Kota Bandung untuk berlatih, ikatan batin Aditya dengan Wonosobo tidak pernah luntur. Baginya, identitas sebagai anak Wonosobo adalah bagian dari bahan bakar perjuangannya. Dalam sebuah pernyataan mendalam, Aditya mengungkapkan alasan di balik kebanggaannya tersebut, sekaligus realita perjuangan yang ia hadapi sebagai seorang atlet mandiri. "Kalau ada yang nanya kalau main Byon bawa daerah mana? Aku selalu bawa nama kota kelahiranku Wonosobo, walaupun sebenarnya KTP ikut Kabupaten Grobogan dan domisili sekarang di Bandung," ujar Aditya Armadani. "Walaupun tidak pernah ada apresiasi atau dukungan berupa materi yang saya dapatkan dari pemerintah Wonosobo sebelum atau setelah tanding, saya tetap bangga lahir dan besar di kota dingin ini. Singkir - Jaraksari adalah halaman bermain masa kecil saya." Aditya tidak menampik bahwa dukungan finansial dari birokrasi daerah kerap menjadi tantangan terberat bagi para atlet lokal. Namun, alih-alih patah arang karena minimnya perhatian dari pemerintah daerah, ia mengaku beruntung karena dikelilingi oleh orang-orang yang tulus mendukung mimpinya dari bawah. "Alhamdulillah Tuhan masih memberikan support berupa keluarga yang selalu mendukungku, teman-teman, pelatih, dan semua orang yang selalu ada di belakang saya, memberikan semangat penuh dan yakin kepada saya," lanjutnya dengan penuh rasa syukur. Kini, menjelang laga krusialnya di ajang Byon Combat, Aditya menaruh harapan besar pada doa dari masyarakat di kampung halamannya. Ia berharap langkahnya di atas ring tidak hanya berhenti di sini, melainkan menjadi batu loncatan untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi. "Mohon doa dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Wonosobo untuk saya, agar diberikan kelancaran dalam bertanding supaya bisa menuju level yang lebih tinggi," pungkas Aditya. Dengan modal restu keluarga dan semangat membara dari sudut-sudut jalan Singkir - Jaraksari yang membentuk ketangguhannya, Aditya Armadani siap membuktikan bahwa nama Wonosobo layak bersinar di panggung nasional.
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy