@barrrrrr297: Ngilangin rasa suka ke seseorang itu emang nggak bisa langsung "mati" gitu aja, tapi bisa dilatih pelan-pelan. Intinya: kamu harus berhenti ngasih "bahan bakar" ke rasa itu. Ini cara yang biasanya ampuh: 1. Stop kontak & stalking Setiap kali kamu cek IG, WA, atau kepoin kabarnya, otakmu bakal ke-trigger lagi buat inget dia. Unfollow, mute, hapus chat kalau perlu. _Out of sight, out of mind_ beneran kerja. 2. Berhenti idealisasi Otak suka bikin versi "dia yang sempurna" di kepala. Coba inget lagi hal-hal yang bikin kamu kesel, nggak cocok, atau alasan kenapa nggak jalan. Dia manusia biasa, bukan karakter drakor. 3. Arahkan energi ke hal lain Rasa suka itu energi. Kalau nggak disalurin, dia muter-muter di kepala. Sibukin diri: kerja proyek, olahraga, belajar skill baru, nongkrong sama temen. Makin sibuk, makin kecil ruang buat mikirin dia. 4. Batasi waktu "galau" Boleh sedih dan mikirin dia, tapi kasih batas. Misal: "oke aku boleh sedih 20 menit habis itu udahan". Kalau ditahan terus malah makin susah lepas. 5. Ingat alasan kenapa kamu mau lepas Tulis alasanmu: biar nggak sakit hati lagi, biar fokus ke diri sendiri, karena dia nggak baik buat kamu. Baca lagi tiap kali kangen muncul. 6. Kasih waktu Nggak ada yang namanya instan. Biasanya butuh 1-3 bulan buat rasa itu bener-bener reda, tergantung seberapa dalam. Sabar sama prosesnya. Yang paling berat itu 2 minggu pertama. Setelah itu bakal makin enteng.

"BARRR⚡⚡
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 27 May 2026 07:05:35 GMT
8520
145
6
40

Music

Download

Comments

vinsaaiki
𝙋𝙧𝙩𝙢`💦 :
lb
2026-05-27 12:22:40
0
indraraditya_ganteng
✔️ Kmu gpp dit ☂️ :
@prettyyyy.rere @I0velyy.rere
2026-06-04 15:02:51
1
user815391036
rik v2 :
😁
2026-06-22 03:04:55
0
To see more videos from user @barrrrrr297, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov ;  —         2         —  Suasana di dalam kelas dan sepanjang koridor mendadak mencekam. Kabar tentang Sunghoon yang tersungkur karena tolakan Heeseung menyebar lebih cepat daripada api. Anak-anak sekolah yang awalnya hanya menonton dari kejauhan, kini mulai berkumpul di depan pintu dan jendela kelas, menciptakan barisan saksi mata yang membuat suasana makin panas.  —             —   5 menit sebelumnya, matahari seolah membakar atap Sekolah, namun suasana di dalam kelasmu jauh lebih dingin. Sunghoon yang biasanya menjagamu layaknya bayangan, kali ini absen.  Ia tertidur pulas di kursi panjang belakang kelas akibat kelelahan dan stres yang menumpuk semalaman di markas. ​Namun, ketenangan itu hancur saat salah satu teman sekelas Sunghoon mengguncang bahunya kasar.
#pov ; — 2 — Suasana di dalam kelas dan sepanjang koridor mendadak mencekam. Kabar tentang Sunghoon yang tersungkur karena tolakan Heeseung menyebar lebih cepat daripada api. Anak-anak sekolah yang awalnya hanya menonton dari kejauhan, kini mulai berkumpul di depan pintu dan jendela kelas, menciptakan barisan saksi mata yang membuat suasana makin panas. — — 5 menit sebelumnya, matahari seolah membakar atap Sekolah, namun suasana di dalam kelasmu jauh lebih dingin. Sunghoon yang biasanya menjagamu layaknya bayangan, kali ini absen. Ia tertidur pulas di kursi panjang belakang kelas akibat kelelahan dan stres yang menumpuk semalaman di markas. ​Namun, ketenangan itu hancur saat salah satu teman sekelas Sunghoon mengguncang bahunya kasar. "Hoon! Bangun, Hoon! Heeseung ada di kelas cewek lo sekarang!" ​Mata Sunghoon terbuka lebar. Dalam sekejap, kesadarannya terkumpul sepenuhnya. Sunghoon berlari sekencang mungkin menuju kelasmu. Sementara itu, di kelasmu yang sepi menyisakan kamu dan Heeseung. Heeseung duduk dengan santai di atas mejamu. Ia memutar-mutar ponselnya, menatapmu yang sedang berusaha merapikan buku dengan tangan gemetar. ​"Kenapa kaku banget, sayang?" tanya Heeseung lembut. Heeseung meraih satu tanganmu, menggenggamnya dengan hangat. "Sunghoon nggak ada di sini. Kamu nggak perlu pura-pura takut sama aku cuma buat jaga perasaannya." ​"Kak Heeseung, tolong lepasin... Sunghoon bisa marah besar kalau lihat ini," pintamu dengan suara nyaris berbisik. ​Heeseung justru menarik tanganmu lebih dekat ke wajahnya. "Biarin dia marah. Semakin dia marah, semakin dia kelihatan kayak anak kecil yang nggak bisa ngontrol diri. Kamu butuh pria yang bisa kasih kamu ketenangan, bukan ketakutan." ​BRAKKK! Pintu kelas terbanting hingga menghantam tembok. Sunghoon berdiri di sana dengan napas memburu, wajahnya pucat karena panik sekaligus merah padam karena amarah. Pemandangan tangan Heeseung yang menggenggam tanganmu adalah mimpi buruk yang jadi kenyataan baginya. ​"LEPASIN TANGANNYA, BANGSAT!" teriak Sunghoon menggema. Heeseung tidak langsung melepasmu. Ia justru menatap Sunghoon dengan senyum kemenangan yang sangat tipis. "Oh, sang pelindung sudah bangun, ya?" ​Sunghoon langsung menyentak tangan Heeseung menjauh darimu dan menarikmu ke belakang punggungnya. Sunghoon berdiri membelakangimu, ​"Gue bilang jangan pernah deketin dia saat gue nggak ada! Lo bener-bener licik, anjing!" Sunghoon mencengkeram kerah baju Heeseung. Heeseung lagi lagi tak bereaksi, membiarkan dirinya terpojok ke arah meja. "Santai, Hoon. Gue cuma ngajak dia ngobrol." Sahut Heeseung. "y/n, lihat kan? Dia bahkan nggak nanya apa kamu nggak apa-apa. Yang dia pikirin cuma hak miliknya yang terancam." ​"TUTUP MULUT LO!" Sunghoon sudah mengangkat tinjunya, siap menghantam wajah Heeseung lagi. ​"Pukul aja, Hoon," tantang Heeseung, "Pukul di depan dia. Biar y/n makin yakin kalau lo itu monster yang nggak bisa diajak bicara baik-baik. Biar dia makin pengen lari dari lo dan masuk ke pelukan gue." ​Tangan Sunghoon berhenti di udara. Ia menoleh ke arahmu dengan tatapan yang hancur. Ia terjepit antara ingin menghancurkan Heeseung atau menjaga citranya di depanmu. Di sisi lain, Heeseung hanya diam dan tersenyum miring, menikmati setiap detik kehancuran mental sahabatnya yang kini benar-benar di uji. Heeseung tidak menyia-nyiakan keraguan Sunghoon. Saat kepalan tangan Sunghoon tertahan di udara, Heeseung dengan gerakan cepat dan tak terduga menendang dada Sunghoon sekuat tenaga. Sunghoon terhuyung ke belakang hingga jatuh terduduk di lantai kelas yang keras. ​BRAK! ​"SUNGHOON!" teriakmu spontan, ​Heeseung merapikan kerah bajunya yang sempat kusut, lalu menatap Sunghoon yang terduduk di lantai. ​"Dunia ini keras, y/n. Dan di sekolah ini, di geng kita, cuma ada satu orang yang benar-benar punya kuasa buat mastiin kamu tetap aman tanpa perlu jadi gila kayak dia," [Lanjut? dikomen!] #leeheeseung #foryoupage #4u #parksunghoon

About