@thenoelest: ¡Como conseguir un saludo de la voz de Pomni! #doblaje #theamazingdigitalcircus #noelialestani #digitalcircus #pomni

Noe Lestani✨
Noe Lestani✨
Open In TikTok:
Region: CL
Wednesday 27 May 2026 15:01:34 GMT
1429281
137507
6703
9390

Music

Download

Comments

xssantiagoxx
S :
yo saludo gratis: hola a todos
2026-05-28 02:38:10
14267
chicharingaming
chicharin 2.0 :
yoooooo
2026-06-20 05:13:41
0
pablogonzales529
Pablo :
nooo ya le dio hambre🥺🥺🥺
2026-05-27 15:12:44
16407
lucaa4081
Lucaa :
cómo se nota que termino la serie🥀
2026-05-28 03:05:54
5406
xr4ndomguyx
🌼𝑭𝒍𝒐𝒘𝒆𝒚🌼 :
POMNI, ¡Di algo chistoso!
2026-05-27 16:23:02
4983
myiconisgood
MyIcon 凹♡ :
los comentarios le decian hambreada a alguien que solo hacia su trabajo
2026-05-28 01:27:26
653
dlucio23
el papi Lucio :
quiero unos gemidos de la voz de pomni
2026-05-28 00:27:08
4449
ignacionicolasnie
💚💜jax💜💚 :
tiene que comer ya q acabó la serie
2026-06-18 16:19:30
578
melli03069
⎊ 𝗠𝗲𝗹𝗶 ⎊ :
Porque c quejaban de esto ayuda- 💔
2026-05-27 22:37:21
696
ambrose2415
ambrose :
chale cain ya empezo a cobrar renta
2026-05-27 16:40:04
1123
hohoquepobresoy
tt_alason :
la gente piensa que la plata se consigue estar acostado en la cama
2026-06-18 18:38:21
61
dibuu56
Dibuu :
que gente tan mala vibra, espero te vaya bien chica no le prestes atención has tu trabajo
2026-05-28 05:13:08
79
nandoni727
Ñando :
contexto: Se quedó sin dinero
2026-05-28 00:36:09
219
anderzon82
dreyk :
q no se note q tiene hambre XD
2026-05-28 14:09:30
32
nose_queso
nose_ques0 :
se la re bajaban los comentarios JAAJAJ
2026-05-28 09:57:30
75
To see more videos from user @thenoelest, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor.

About