@sisqo2787: Au bord du l’effondrement l’effacement ukro

LAPAIX
LAPAIX
Open In TikTok:
Region: SN
Wednesday 27 May 2026 17:08:50 GMT
107196
7567
150
1473

Music

Download

Comments

gueuledange031
lassane ouedraogo :
Scott fait toujours des analyses très pertinentes
2026-05-28 06:51:58
70
carlos_detonto
Carlos_DeTonto :
Merci pour les Infirmations
2026-05-27 17:56:49
47
ezechiel.breez
Ezéchielbreez :
Merci Scott
2026-05-27 19:33:43
38
tamas.ioan.dragom
Tamas Ioan Dragomir :
Merci pour l'analyse pertinente !👍👍👍
2026-05-28 13:18:35
11
ahammed.maman
souguis :
2026-05-28 01:51:22
8
marriottemedymesk
Reno pizzini :
you right 😊
2026-05-28 22:36:39
6
leninha5035
Leninha :
2026-05-27 22:03:54
17
maohi11
MAOHI :
merci pour l'info
2026-05-28 00:40:41
13
le.justicier511
le justicier :
l'homme de vérité un chapeau pour toi ok merci
2026-05-29 10:04:55
9
user8144723329110
user8144723329110 :
nous voulons la PAIX
2026-05-29 21:10:27
3
user86904751559725
kakule thasiviwe :
justement, Une très bonne analyse
2026-05-28 05:38:44
14
moriba6449
Moriba Bah :
merci Scott
2026-05-27 18:48:34
15
komigbeti78
Festin :
merci beaucoup tu est beni.quel vérité
2026-05-28 06:10:39
16
mamankalakarediarra
mamankalakarediarra :
Merci beaucoup mon frère
2026-06-01 23:36:38
2
mounira9764
Mounira :
2026-05-29 00:18:32
5
user7132679400593
YANN SCHUA :
très important
2026-05-29 04:22:44
5
user62079137473860
SÉKA HONORÉ CLAUDE ATSE :
Merci SCOTT.🙏🙏🙏
2026-05-28 09:40:28
4
amisi.mpungu
Amisi Mpungu :
💔💔🙏🏾Pace🙏🏾🙏🏾
2026-05-27 18:53:06
6
kere2884
kere :
merci pour les infos 👍👍👍
2026-05-29 05:24:28
2
ayoubacoulibaly6
ayoubacoulibaly6 :
merci bien
2026-05-29 11:50:58
2
kouiahubertkeudie
Kouia Hubert Keudieu :
Merci infiniment
2026-05-28 18:07:45
3
zinaida.sreva
zinaida sreva :
merci Monsieur
2026-05-28 15:09:57
3
krrrrppp
Ugly duck 61397 :
🙏🙏🙏♥️♥️♥️MERCI MONSIEUR!!!
2026-05-28 17:36:57
2
To see more videos from user @sisqo2787, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Siap bos, ini versi yang lebih keras, dramatis, dan menyorot keresahan masyarakat akibat ulah preman kampung yang merasa paling berkuasa di wilayahnya. BERLAGAK JAGOAN KAMPUNG, DUA PREMAN INI TEGA HANTAM PASUTRI HINGGA TENDANG PERUT IBU HAMIL Aksi brutal dua preman kampung kakak beradik di kawasan Terowongan Tembung, Medan, akhirnya berakhir di tangan polisi. Selama ini, sosok seperti mereka menjadi alasan kenapa banyak warga takut melintas di wilayah tertentu. Sedikit salah bicara, salah lihat, bahkan sekadar dianggap tidak menghormati mereka, bisa berujung intimidasi hingga kekerasan. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Saat itu, sepasang suami istri yang melintas memilih berhenti karena melihat situasi tawuran yang sedang terjadi di lokasi. Keputusan yang seharusnya wajar demi keselamatan justru memicu amarah para pelaku. Tanpa alasan yang masuk akal, keduanya langsung bertindak agresif dan menganiaya pasangan tersebut secara brutal. Yang membuat publik semakin geram, korban perempuan diketahui sedang mengandung. Namun kondisi itu tidak membuat pelaku menghentikan aksinya. Dalam video yang beredar, korban wanita bahkan diduga menerima tendangan di bagian perut. Tak hanya itu, salah satu pelaku juga sempat terekam membawa benda yang menyerupai senjata api rakitan, menambah ketakutan warga yang selama ini sudah resah dengan keberadaan kelompok preman di kawasan tersebut. Video aksi mereka pun viral dan memicu kemarahan publik. Tak butuh waktu lama, tim gabungan JCS dan Resmob Satreskrim Polrestabes Medan bergerak cepat melakukan pengejaran. Kedua pelaku akhirnya berhasil dibekuk. Ironisnya, saat hendak ditangkap, keduanya masih sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Namun aksi jagoan jalanan itu akhirnya berakhir ketika polisi berhasil melumpuhkan dan menggiring mereka ke Mapolrestabes Medan. Kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasus ini kembali menjadi potret bagaimana premanisme masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Ketika ruang publik dikuasai oleh intimidasi dan kekerasan, yang menjadi korban bukan hanya individu tertentu, tetapi rasa aman seluruh warga. Karena tidak ada satu pun jalan, kampung, atau wilayah yang boleh dikuasai oleh preman yang merasa dirinya lebih tinggi dari hukum. #Premanisme #Kriminal #Medan #ViralIndonesia  #creatorsearchinsights
Siap bos, ini versi yang lebih keras, dramatis, dan menyorot keresahan masyarakat akibat ulah preman kampung yang merasa paling berkuasa di wilayahnya. BERLAGAK JAGOAN KAMPUNG, DUA PREMAN INI TEGA HANTAM PASUTRI HINGGA TENDANG PERUT IBU HAMIL Aksi brutal dua preman kampung kakak beradik di kawasan Terowongan Tembung, Medan, akhirnya berakhir di tangan polisi. Selama ini, sosok seperti mereka menjadi alasan kenapa banyak warga takut melintas di wilayah tertentu. Sedikit salah bicara, salah lihat, bahkan sekadar dianggap tidak menghormati mereka, bisa berujung intimidasi hingga kekerasan. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Saat itu, sepasang suami istri yang melintas memilih berhenti karena melihat situasi tawuran yang sedang terjadi di lokasi. Keputusan yang seharusnya wajar demi keselamatan justru memicu amarah para pelaku. Tanpa alasan yang masuk akal, keduanya langsung bertindak agresif dan menganiaya pasangan tersebut secara brutal. Yang membuat publik semakin geram, korban perempuan diketahui sedang mengandung. Namun kondisi itu tidak membuat pelaku menghentikan aksinya. Dalam video yang beredar, korban wanita bahkan diduga menerima tendangan di bagian perut. Tak hanya itu, salah satu pelaku juga sempat terekam membawa benda yang menyerupai senjata api rakitan, menambah ketakutan warga yang selama ini sudah resah dengan keberadaan kelompok preman di kawasan tersebut. Video aksi mereka pun viral dan memicu kemarahan publik. Tak butuh waktu lama, tim gabungan JCS dan Resmob Satreskrim Polrestabes Medan bergerak cepat melakukan pengejaran. Kedua pelaku akhirnya berhasil dibekuk. Ironisnya, saat hendak ditangkap, keduanya masih sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Namun aksi jagoan jalanan itu akhirnya berakhir ketika polisi berhasil melumpuhkan dan menggiring mereka ke Mapolrestabes Medan. Kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasus ini kembali menjadi potret bagaimana premanisme masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Ketika ruang publik dikuasai oleh intimidasi dan kekerasan, yang menjadi korban bukan hanya individu tertentu, tetapi rasa aman seluruh warga. Karena tidak ada satu pun jalan, kampung, atau wilayah yang boleh dikuasai oleh preman yang merasa dirinya lebih tinggi dari hukum. #Premanisme #Kriminal #Medan #ViralIndonesia #creatorsearchinsights

About