@__ddearr: เคยเจอแมวแยกเขี้ยวที่ไอคอนมั้ยย นี่! ยัยปิ๊ปแสบมากก ขอยิ้มหวานแต่ยิ้มแยกเขี้ยวให้มัม555555 แล้วหัวเราะชอบใจใหญ่ เอ็นดูวว @Porsuppakarn TEETEEPOR NIGHT ICON KCL #ตี๋ตี๋ป๋อDEXXที่คมชัดลึก #KCLAWARDS2026xDMD #PorSuppakarn #teeteepor

🎐HEARTBEAT🎐
🎐HEARTBEAT🎐
Open In TikTok:
Region: TH
Wednesday 27 May 2026 18:27:50 GMT
2424
444
3
12

Music

Download

Comments

To see more videos from user @__ddearr, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

ADA APA DIBALIK 'SKANDAL SMANSE'? Siswa SMAN 11 Semarang menggelar aksi damai untuk menyuarakan keadilan bagi korban kasus konten deepfake atau video palsu bernuansa pornografi bertajuk “Skandal Smanse”. Konten tersebut diduga dibuat oleh Chiko Radityatama Agung Putra, alumni SMAN 11 Semarang yang kini tercatat sebagai mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip). Aksi digelar usai apel rutin di Lapangan SMAN 11 Semarang, Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Senin 20 Oktober 2025. Apel tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Emma Rachmawati. Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Syamsudin, Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jawa Tengah Kustrisaptono, serta seluruh guru SMAN 11 Semarang. Usai apel, para siswa membubarkan barisan dan membentangkan spanduk putih berisi berbagai tuntutan, di antaranya “Kami Butuh Keadilan”, “Korban Butuh Keadilan”, “Justice for SMA 11”, dan “Roro Out”. Salah satu siswa, Albani Telanae P, menyampaikan pernyataan terbuka di hadapan peserta aksi. Ia menuntut transparansi dari pihak sekolah serta aparat berwenang terkait penanganan kasus “Skandal Smanse”. “Kami butuh keterangan terkait keadilan. Kami butuh transparansi. Kami butuh kejelasan terhadap perubahan klarifikasi yang dilakukan oleh Chiko. Kami sudah tahu semuanya, kami hanya perlu bukti dari kepala sekolah,” katanya melalui pengeras suara. Albani juga meminta audiensi resmi antara pihak sekolah dan perwakilan siswa yang menjadi saksi dalam kasus tersebut. Ia menegaskan aksi ini murni dilakukan untuk menegakkan keadilan bagi korban, bukan untuk menciptakan kegaduhan. “Kami tidak akan tinggal diam. Ini demi keadilan. Teman kami adalah korban, tetapi mereka tidak mendapatkan keadilan. Kami sudah punya bukti-bukti jelas. Kami hanya minta mediasi dan kejelasan,” tegasnya. Ia menyatakan para siswa akan menunggu respons dari pihak sekolah. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka siap melakukan aksi lanjutan. “Kami tidak akan ricuh, kami tidak akan anarkis. Namun, kalau hari ini tidak ada ruang mediasi, tunggu gerakan kami selanjutnya,” kata Albani. BACA SELENGKAPNYA DI AYOSEMARANG.COM #fyp #video #sma11semarang
ADA APA DIBALIK 'SKANDAL SMANSE'? Siswa SMAN 11 Semarang menggelar aksi damai untuk menyuarakan keadilan bagi korban kasus konten deepfake atau video palsu bernuansa pornografi bertajuk “Skandal Smanse”. Konten tersebut diduga dibuat oleh Chiko Radityatama Agung Putra, alumni SMAN 11 Semarang yang kini tercatat sebagai mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip). Aksi digelar usai apel rutin di Lapangan SMAN 11 Semarang, Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Senin 20 Oktober 2025. Apel tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Emma Rachmawati. Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Syamsudin, Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jawa Tengah Kustrisaptono, serta seluruh guru SMAN 11 Semarang. Usai apel, para siswa membubarkan barisan dan membentangkan spanduk putih berisi berbagai tuntutan, di antaranya “Kami Butuh Keadilan”, “Korban Butuh Keadilan”, “Justice for SMA 11”, dan “Roro Out”. Salah satu siswa, Albani Telanae P, menyampaikan pernyataan terbuka di hadapan peserta aksi. Ia menuntut transparansi dari pihak sekolah serta aparat berwenang terkait penanganan kasus “Skandal Smanse”. “Kami butuh keterangan terkait keadilan. Kami butuh transparansi. Kami butuh kejelasan terhadap perubahan klarifikasi yang dilakukan oleh Chiko. Kami sudah tahu semuanya, kami hanya perlu bukti dari kepala sekolah,” katanya melalui pengeras suara. Albani juga meminta audiensi resmi antara pihak sekolah dan perwakilan siswa yang menjadi saksi dalam kasus tersebut. Ia menegaskan aksi ini murni dilakukan untuk menegakkan keadilan bagi korban, bukan untuk menciptakan kegaduhan. “Kami tidak akan tinggal diam. Ini demi keadilan. Teman kami adalah korban, tetapi mereka tidak mendapatkan keadilan. Kami sudah punya bukti-bukti jelas. Kami hanya minta mediasi dan kejelasan,” tegasnya. Ia menyatakan para siswa akan menunggu respons dari pihak sekolah. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka siap melakukan aksi lanjutan. “Kami tidak akan ricuh, kami tidak akan anarkis. Namun, kalau hari ini tidak ada ruang mediasi, tunggu gerakan kami selanjutnya,” kata Albani. BACA SELENGKAPNYA DI AYOSEMARANG.COM #fyp #video #sma11semarang

About