@amnababa04: @جندانی____💯____بلوچ @MANZOOR🥀🥀🥀

💞💯♥️💯🥀💓
💞💯♥️💯🥀💓
Open In TikTok:
Region: PK
Thursday 28 May 2026 01:28:38 GMT
316121
61575
4628
904

Music

Download

Comments

karno6488
karno6488 :
ماشاءاللہ اللہ اپ کو بری نظروں سی بچا کے رکھے
2026-05-30 08:06:54
8
user2760943618765
MesamRaza :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💔💔💔 barsat aakhri Hain aakhri💔❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-05-28 10:11:32
5
user482414340
saif khan :
🥰i love you dear 🥰
2026-06-04 07:40:57
0
tasadaqhussainwagha
تصدق حسین واہگہ⚜️ :
2026-05-30 06:05:49
2
msaeh.khan
سعد ماچھی :
السلام علیکم
2026-06-01 08:43:30
2
m.shoban34
Riya mai :
,hi
2026-05-30 09:46:09
2
baggijutt72
baggijutt72 :
You are so cute.👌
2026-06-02 03:54:41
1
khudayar955
Doggar brand :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰gggggggggggggggggggv
2026-05-30 10:08:09
3
user951381730
Aziz KHAN :
Mashallah 💞🌹🌺👌
2026-05-30 11:07:22
3
user98503178
BADSHA FF :
mashallha so beautiful
2026-06-01 04:04:57
1
user631480395
kohistani king :
2026-05-30 09:28:40
2
shaeralimahar2
shaer Ali mahar 227 lp :
mashallah masat
2026-06-01 12:43:37
1
ranafaroq27
Rajput Umar faroq :
very nice 🥰🥰🥰
2026-06-04 02:32:03
0
nasir55630
Nasir :
🌹🌹 Masha Allah Allah Pak salamat rakhe g🌹🌹
2026-05-30 10:40:43
3
rafi57803
rafi :
good morning 🌄
2026-06-03 02:00:42
0
rashid.baloch.3025
جیویں تئیں سمجھے ایوں نہ ہاسے :
hy
2026-05-30 06:29:04
2
muheem.khan477
Muheem khan :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰ب🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰جناب۔وہ۔وہ
2026-06-01 05:56:00
1
user104596276752
user104596276752 :
2026-05-30 08:06:34
2
sardarkhankhosa4
sardarkhankhosa4 :
ہائے موجودا یہاں والے سب
2026-05-30 11:03:27
4
user631480395
kohistani king :
agar dosti inbox
2026-05-30 09:29:05
3
muhammad.ishaq4077
Muhammad Ishaq :
اپ بہت خوبصورت لگ رہے ہو
2026-06-01 09:50:23
2
khushnood086
khushnood Raza جوڑا برینڈ :
100%100%♥️🥰
2026-05-30 09:34:55
2
To see more videos from user @amnababa04, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Maafkan abang ya, dek... Maaf karena semuanya terjadi begitu mendadak. Maaf karena beberapa waktu lalu abang pernah bilang kalau abang mau lihat Libo masuk SMP. Abang masih ingat kok. Abang masih ingat bagaimana semangatnya Libo waktu bercerita tentang sekolah, tentang cita-cita, tentang hari-hari yang akan datang. Abang juga pernah membayangkan bisa melihat Libo memakai seragam SMP, melihat Libo tumbuh semakin besar, semakin pintar, dan semakin berani mengejar mimpinya. Tapi ternyata Allah punya rencana yang berbeda. Abang harus pergi lebih cepat dari yang abang kira. Abang harus menjalankan tugas lain yang tidak bisa abang tinggalkan. Dan jujur saja, salah satu hal yang paling membuat hati abang berat adalah karena harus menyampaikan kabar ini kepada Libo. Karena abang tahu, Libo pasti sedih. Karena abang tahu, Libo pasti merasa kenapa semuanya harus secepat ini. Dan karena abang tahu, perpisahan bukanlah hal yang mudah untuk hati yang tulus seperti hati Libo. Dek... Tolong jangan berpikir kalau abang pergi karena sudah tidak peduli. Jangan berpikir kalau abang pergi karena melupakan Libo. Karena sejauh apa pun jaraknya nanti, abang akan tetap membawa cerita tentang Libo ke mana pun abang pergi. Abang akan selalu ingat anak kecil yang sering datang hanya untuk bercerita. Anak yang selalu bertanya apakah abang sudah makan. Anak yang selalu peduli bahkan ketika dirinya sendiri masih sangat kecil. Anak yang sering membuat abang tersenyum di hari-hari yang melelahkan. Dan anak yang mengajarkan kepada abang bahwa ketulusan itu benar-benar ada. Maafkan abang ya, dek... Karena abang tidak bisa menepati semua yang pernah abang rencanakan. Abang tidak bisa berdiri di samping Libo saat hari pertama masuk SMP nanti. Abang mungkin tidak bisa melihat langsung bagaimana bangganya Libo ketika memakai seragam baru. Tapi percayalah, meskipun abang tidak berada di sana, doa abang akan selalu sampai kepada Libo. Abang akan tetap mendoakan agar Libo menjadi anak yang sehat. Menjadi anak yang pintar. Menjadi anak yang selalu membanggakan orang tua. Menjadi anak yang tetap baik meskipun dunia terus berubah. Dan suatu hari nanti, ketika Libo sudah tumbuh besar, abang berharap Libo mengerti bahwa terkadang ada janji yang gagal ditepati bukan karena tidak ingin ditepati, melainkan karena ada tugas dan keadaan yang tidak bisa kita lawan. Kalau hari ini Libo menangis, tidak apa-apa. Karena itu tanda bahwa hati Libo penuh dengan kasih sayang. Tapi setelah ini, abang ingin Libo tersenyum lagi. Belajar yang rajin. Kejar cita-cita setinggi mungkin. Dan buktikan kepada dunia bahwa anak kecil yang dulu sering bercerita itu bisa menjadi orang hebat. Terima kasih ya, dek. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan abang. Terima kasih sudah memberi begitu banyak kenangan yang akan selalu abang simpan. Dan sekali lagi... Maafkan abang karena harus pergi lebih cepat. Maafkan abang karena tidak bisa melihat Libo masuk SMP seperti yang pernah abang janjikan. Tapi satu hal yang harus Libo tahu... Walaupun abang pergi, walaupun waktu berlalu, dan walaupun jarak memisahkan kita, Libo akan selalu menjadi adik yang abang sayangi dan abang banggakan. Jaga diri baik-baik ya, dek. Sampai kapan pun, abang akan selalu mendoakan langkah-langkah kecilmu menuju masa depan yang indah.
Maafkan abang ya, dek... Maaf karena semuanya terjadi begitu mendadak. Maaf karena beberapa waktu lalu abang pernah bilang kalau abang mau lihat Libo masuk SMP. Abang masih ingat kok. Abang masih ingat bagaimana semangatnya Libo waktu bercerita tentang sekolah, tentang cita-cita, tentang hari-hari yang akan datang. Abang juga pernah membayangkan bisa melihat Libo memakai seragam SMP, melihat Libo tumbuh semakin besar, semakin pintar, dan semakin berani mengejar mimpinya. Tapi ternyata Allah punya rencana yang berbeda. Abang harus pergi lebih cepat dari yang abang kira. Abang harus menjalankan tugas lain yang tidak bisa abang tinggalkan. Dan jujur saja, salah satu hal yang paling membuat hati abang berat adalah karena harus menyampaikan kabar ini kepada Libo. Karena abang tahu, Libo pasti sedih. Karena abang tahu, Libo pasti merasa kenapa semuanya harus secepat ini. Dan karena abang tahu, perpisahan bukanlah hal yang mudah untuk hati yang tulus seperti hati Libo. Dek... Tolong jangan berpikir kalau abang pergi karena sudah tidak peduli. Jangan berpikir kalau abang pergi karena melupakan Libo. Karena sejauh apa pun jaraknya nanti, abang akan tetap membawa cerita tentang Libo ke mana pun abang pergi. Abang akan selalu ingat anak kecil yang sering datang hanya untuk bercerita. Anak yang selalu bertanya apakah abang sudah makan. Anak yang selalu peduli bahkan ketika dirinya sendiri masih sangat kecil. Anak yang sering membuat abang tersenyum di hari-hari yang melelahkan. Dan anak yang mengajarkan kepada abang bahwa ketulusan itu benar-benar ada. Maafkan abang ya, dek... Karena abang tidak bisa menepati semua yang pernah abang rencanakan. Abang tidak bisa berdiri di samping Libo saat hari pertama masuk SMP nanti. Abang mungkin tidak bisa melihat langsung bagaimana bangganya Libo ketika memakai seragam baru. Tapi percayalah, meskipun abang tidak berada di sana, doa abang akan selalu sampai kepada Libo. Abang akan tetap mendoakan agar Libo menjadi anak yang sehat. Menjadi anak yang pintar. Menjadi anak yang selalu membanggakan orang tua. Menjadi anak yang tetap baik meskipun dunia terus berubah. Dan suatu hari nanti, ketika Libo sudah tumbuh besar, abang berharap Libo mengerti bahwa terkadang ada janji yang gagal ditepati bukan karena tidak ingin ditepati, melainkan karena ada tugas dan keadaan yang tidak bisa kita lawan. Kalau hari ini Libo menangis, tidak apa-apa. Karena itu tanda bahwa hati Libo penuh dengan kasih sayang. Tapi setelah ini, abang ingin Libo tersenyum lagi. Belajar yang rajin. Kejar cita-cita setinggi mungkin. Dan buktikan kepada dunia bahwa anak kecil yang dulu sering bercerita itu bisa menjadi orang hebat. Terima kasih ya, dek. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan abang. Terima kasih sudah memberi begitu banyak kenangan yang akan selalu abang simpan. Dan sekali lagi... Maafkan abang karena harus pergi lebih cepat. Maafkan abang karena tidak bisa melihat Libo masuk SMP seperti yang pernah abang janjikan. Tapi satu hal yang harus Libo tahu... Walaupun abang pergi, walaupun waktu berlalu, dan walaupun jarak memisahkan kita, Libo akan selalu menjadi adik yang abang sayangi dan abang banggakan. Jaga diri baik-baik ya, dek. Sampai kapan pun, abang akan selalu mendoakan langkah-langkah kecilmu menuju masa depan yang indah.

About