@interlink.network63: Khóa thông minh. Vesting chiến lược. Xây dựng giá trị dài hạn. 🚀 ITLG → ITL không chỉ là migrate. Đây là nền tảng của cả hệ sinh thái..#InterLink #ITLG #ITL

interlink network vn
interlink network vn
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 28 May 2026 02:40:33 GMT
2
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @interlink.network63, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tak Terima Nilai Anak Rendah, Oknum Camat Diduga Ngamuk-Pecahkan Meja di SMPN 1 Bengkulu Selatan Tidak terima hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) anaknya rendah, seorang oknum camat di Bengkulu Selatan diduga mengamuk hingga memecahkan meja di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan. Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan Liasrawati mengatakan, kejadian bermula saat seorang wali murid mendatangi sekolah pada Jumat (29/5/2026). Kedatangan orang tua siswa yang diketahui merupakan salah satu oknum camat di Bengkulu Selatan itu untuk menanyakan nilai anaknya yang rendah pada hasil TKA. Diduga tidak menerima nilai anaknya rendah, padahal selama ini dikenal berprestasi dan mendapat ranking di kelas, wali murid tersebut tiba-tiba emosi hingga memecahkan meja yang berada di ruang tata usaha sekolah. “TKA ini perdana dilakukan tahun ini di seluruh sekolah. Mungkin orang tua kecewa karena nilai anaknya anjlok. Selama ini anak tersebut ranking dan nilainya juga baik,” ujar Liasrawati saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (2/6/2026). Pada Jumat sekolah tetap melaksanakan aktivitas belajar seperti biasa dan tidak ada kebijakan work from home (WFH). Saat datang ke sekolah, wali murid tersebut langsung menunjukkan emosi. Pihak sekolah mengaku terkejut karena sebelumnya telah menjelaskan kronologi dan sistem penilaian TKA yang memang sudah menjadi ketentuan. “TKA itu bukan kehendak sekolah ataupun kepala sekolah, karena semuanya berasal dari sistem aplikasi. Pada dasarnya kami berharap nilai seluruh siswa baik,” ungkap Liasrawati. Kerusakan meja tersebut merupakan aset lembaga pendidikan. Karena itu, Liasrawati mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas pembina yang menaungi bidang SMP, meski belum melapor langsung ke Kepala Dinas Pendidikan. “Memang saya belum melapor langsung ke atasan, tetapi saya melaporkannya secara berjenjang sesuai aturan yang ada,” katanya. Selain itu, pihak Inspektorat juga dikabarkan akan mendatangi sekolah untuk melihat langsung kondisi dan mendengarkan kronologi kejadian. #camat #bengkulu #bengkuluselatan #oknumcamat #tiktokberita
Tak Terima Nilai Anak Rendah, Oknum Camat Diduga Ngamuk-Pecahkan Meja di SMPN 1 Bengkulu Selatan Tidak terima hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) anaknya rendah, seorang oknum camat di Bengkulu Selatan diduga mengamuk hingga memecahkan meja di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan. Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan Liasrawati mengatakan, kejadian bermula saat seorang wali murid mendatangi sekolah pada Jumat (29/5/2026). Kedatangan orang tua siswa yang diketahui merupakan salah satu oknum camat di Bengkulu Selatan itu untuk menanyakan nilai anaknya yang rendah pada hasil TKA. Diduga tidak menerima nilai anaknya rendah, padahal selama ini dikenal berprestasi dan mendapat ranking di kelas, wali murid tersebut tiba-tiba emosi hingga memecahkan meja yang berada di ruang tata usaha sekolah. “TKA ini perdana dilakukan tahun ini di seluruh sekolah. Mungkin orang tua kecewa karena nilai anaknya anjlok. Selama ini anak tersebut ranking dan nilainya juga baik,” ujar Liasrawati saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (2/6/2026). Pada Jumat sekolah tetap melaksanakan aktivitas belajar seperti biasa dan tidak ada kebijakan work from home (WFH). Saat datang ke sekolah, wali murid tersebut langsung menunjukkan emosi. Pihak sekolah mengaku terkejut karena sebelumnya telah menjelaskan kronologi dan sistem penilaian TKA yang memang sudah menjadi ketentuan. “TKA itu bukan kehendak sekolah ataupun kepala sekolah, karena semuanya berasal dari sistem aplikasi. Pada dasarnya kami berharap nilai seluruh siswa baik,” ungkap Liasrawati. Kerusakan meja tersebut merupakan aset lembaga pendidikan. Karena itu, Liasrawati mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas pembina yang menaungi bidang SMP, meski belum melapor langsung ke Kepala Dinas Pendidikan. “Memang saya belum melapor langsung ke atasan, tetapi saya melaporkannya secara berjenjang sesuai aturan yang ada,” katanya. Selain itu, pihak Inspektorat juga dikabarkan akan mendatangi sekolah untuk melihat langsung kondisi dan mendengarkan kronologi kejadian. #camat #bengkulu #bengkuluselatan #oknumcamat #tiktokberita

About