𝓛𝘦𝘺 𝐈𝐳𝐚𝐤𝐢. :
aku berterima kasih dengan authornya yang telah menciptakan karakternya. Jujur, aku kayak udah kelewat batas kalau soal dia. dia itu bukan cuma karakter buat aku, dia kayak sesuatu yang selalu muter di kepala aku tiap waktu. Cara dia jalan yang tenang, tatapannya yang dingin tapi dalam, ekspresinya yang datar tapi justru bikin penasaran… semuanya bikin aku makin tenggelam. He’s so calm, so controlled, like nothing can ever shake him, dan itu justru yang bikin aku makin terobsesi.
Aku suka banget gimana dia nggak butuh validasi siapa-siapa. Dia punya dunia sendiri, standar sendiri, dan dia nggak peduli orang lain bisa ngikutin atau nggak. That confidence? It’s insane. Bukan yang berisik atau pamer, tapi yang diam-diam bikin semua orang sadar kalau dia beda. Dan cara dia main bola… itu bukan sekadar jago, itu kayak seni. Setiap gerakan dia rapi, terarah, seolah semuanya udah dia pikirin jauh sebelum orang lain sadar.
Tapi yang paling bikin aku nggak bisa lepas itu… dia yang dingin. I know he’s distant, kadang bahkan keliatan nggak peduli, tapi justru itu yang bikin aku makin pengen deket. Kayak ada bagian dari dia yang nggak semua orang bisa lihat, dan aku pengen banget jadi orang yang bisa ngerti itu. It sounds crazy, but I don’t care.
Dan jujur aja, dari semua hal tentang dia, dari cara dia berpikir, cara dia bersikap, sampai detail kecil yang mungkin orang lain lewatin… aku suka semuanya. Bukan cuma suka, tapi bener-bener cinta. aku nggak bisa ngejelasin seberapa sering aku mikirin dia, seberapa besar rasa ini, tapi yang jelas… dia itu udah jadi sesuatu yang nggak bisa aku pisahin dari diri aku sendiri.
ak istri sah nya btw
2026-05-28 12:12:51