@t16.x6: #CapCut #foryoupage #foryoupage❤️❤️ #für #البوشعبان_زبيد_قحطان

🖤
🖤
Open In TikTok:
Region: AT
Thursday 28 May 2026 20:28:54 GMT
827
88
37
56

Music

Download

Comments

o._5_0_5
🧑🏽‍🦯‍➡️ :
مبنج 🖤
2026-05-28 20:34:13
2
sil_vie4
𝑨𝒚𝒂𝒉𝒎 💸🥶 :
بنبج ❤️
2026-05-28 20:31:50
2
iboxx90
بـرهـوم 🇸🇾🐆 :
منبج العظيمه🫩🫂
2026-05-28 20:35:15
2
al.bnawy_11
﮼﮼بناوي :
🫶🏼
2026-05-28 20:37:48
0
bro.963m
﮼حمودي ﮼البناوي🔰🔱 :
منبجنه 🫀🖤
2026-05-28 22:32:58
3
am_xg963
𝐌𝐔𝐒𝐓𝐢 | مـوستــي :
منبجنا 🔥
2026-05-29 05:52:44
2
fioe988
07 :
منبج🐺
2026-05-28 20:29:54
2
em.ja18
🇵🇸﮼ابو ﮼خطاب ﮼🐺 :
🖤🖤
2026-05-29 01:28:24
3
asd6_99
عـبـودي🇲🇦🐊 :
🥷🏼✈️
2026-05-28 20:31:33
2
bnauy_963
﮼برهوم ﮼البناوي :
❤️❤️
2026-05-28 21:44:22
2
user716985709655
. :
🥰🥰🥰
2026-05-28 20:32:15
2
To see more videos from user @t16.x6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Malam itu tenang, ada nyala lampu kecil dekat TV sama cahaya dari layar HP kamu yang berkedip-kedip tiap video lucu berganti. Dan seperti biasa… Kamu dan Heeseung duduk dempet di sofa. Bukan dempet biasa. Kaki kamu naik ke sofa, nyelip di antara selimut tipis, sementara kaki Heeseung ikut nyangkut di sana sampai lutut kalian saling kena terus tiap gerak sedikit. Padahal status kalian aja gak jelas. HTS. Tapi versi yang bikin orang lain capek sendiri kalau disuruh nebak. Karena semua orang juga tahu kalau kalian saling suka. Apalagi Heeseung. Cowok itu bahkan pernah nembak kamu beberapa bulan lalu. Dan kamu nolak. Bukan karena gak suka, Justru karena terlalu suka sampai takut kalau semuanya jadi berubah. Jadi waktu itu kamu cuma bilang pelan, “Aku butuh waktu…” Dan Heeseung? Dia gak marah. Gak kecewa secara berlebihan. Gak ngilang. Dia cuma senyum kecil sambil bilang, “Yaudah. Aku tunggu.” Dan bener aja. Dia beneran nunggu. Masih jemput kamu. Masih nemenin kamu tiap malam. Masih ngabarin. Masih manja. Masih flirting tiap lima menit sekali. Bahkan sekarang… dia lagi nyender di bahu kamu sambil ngeliatin kamu ngakak sendiri karena video lucu di HP. “Heeseung lihat ini 😭 lucu banget sumpah—” “Kamu lebih lucu.” “Kamu gak fokus ya?” “Aku fokus kok.” “Bohong.” “Iya bohong.” Kamu langsung ngakak sambil dorong jidatnya pelan. Heeseung cuma ketawa kecil. Tatapannya gak pernah jauh-jauh dari muka kamu. Dan itu yang bahaya. Karena cowok ini tuh kalau udah natap… rasanya kayak sengaja bikin jantung orang lupa cara kerja normal. Sampai akhirnya kamu tanpa sadar nengok ke jam digital dekat dapur. 22:03. Kamu langsung diem. “Heeseung.” “Hm?” “Ini udah jam sepuluh…” Cowok itu ikut nengok jam. Lalu balik lagi ngeliatin kamu. Dan anehnya… dia keliatan ragu. Kayak lagi mikir keras. “…(y/n).” “Hm?” “Nginep aja.” “…hah?” Kamu langsung nengok cepat. Heeseung langsung pura-pura santai walaupun kupingnya mulai merah. “Kan udah malam.” “Heeseung.” “Aku serius.” “HEESEUNG.” “Apa” Kamu langsung narik selimut buat mukul dia pelan. “Heh?! Gak lucu ya!” “Aku beneran khawatir.” “Khawatir atau modus?” Dia diem bentar. “…dua-duanya.” “HEESEUNG?!” Cowok itu malah ketawa sambil nahan tangan kamu yang mukul mukul lengannya. “Ya ampun bercandaa” “Kamu serem tau gak.” “Serem gimana?” “Kamu tuh suka nyari kesempatan.” “Aku gak gitu.” Kamu langsung ngeliatin dia datar. Heeseung balik diem. “…iya dikit.” “NAH KAN.” Dia langsung nyengir gak merasa bersalah sama sekali. “Tapi aku janji gak aneh-aneh.” “Kata siapa aku percaya?” “Aku tidur di sofa. Kamu tidur di kamar.” Kamu langsung mendelik. “Heeseung.” “Apa lagi” “Aku gak percaya sama kamu.” “Percaya dong sekali-sekali.” “Engga.” “Jahat banget.” Kamu langsung bangun sambil ambil tas. “Aku pulang aja.” Dan anehnya… Heeseung langsung keliatan panik dikit. Walaupun masih sok santai. “Kamu serius?” “Iya.” “Beneran pulang?” “Iya.” Cowok itu ngelus muka pelan lalu mendesah panjang banget. “…yaudah.” Lalu DETIK BERIKUTNYA— bruk. Dia langsung rebahan dramatis di sofa. Bener-bener dramatis. Satu tangan nutup mata. Satu tangan jatoh lemes. “Yaudah sana pulang…” Kamu melotot. “Heeseung apaan sih” “Aku gak bakal nganter.” “…hah?!” “Aku kecewa.” “HEESEUNG WOI.” “Aku sedih ditinggal sendiri.” Kamu langsung narik lengannya. “Bangun ih! Jangan lebay!” “Enggak.” “Heeseung!” “Aku capek hidup.” “DRAMA BANGET YA TUHAN.” Dia malah makin rebahan. Bahkan sempet guling dikit ke ujung sofa sambil ngeluh kecil. “Padahal pengen ditemenin…” Kamu mulai panik beneran. Karena jujur… udah malam. Dan kamu juga gak mungkin pulang sendiri. “Heeseung ayo bangun 😭” “Gamau.” “Nanti aku pulang gimana?!” “Nginep.” “HEESEUNG.” Dia buka sebelah mata. Lalu dengan muka paling kasihan sedunia bilang pelan, “Please…” Dan sialnya… muka ganteng + suara rendah + mata puppy dia tuh emang senjata pemusnah massal. Kamu langsung diem. #heeseung #evan
Pov: Malam itu tenang, ada nyala lampu kecil dekat TV sama cahaya dari layar HP kamu yang berkedip-kedip tiap video lucu berganti. Dan seperti biasa… Kamu dan Heeseung duduk dempet di sofa. Bukan dempet biasa. Kaki kamu naik ke sofa, nyelip di antara selimut tipis, sementara kaki Heeseung ikut nyangkut di sana sampai lutut kalian saling kena terus tiap gerak sedikit. Padahal status kalian aja gak jelas. HTS. Tapi versi yang bikin orang lain capek sendiri kalau disuruh nebak. Karena semua orang juga tahu kalau kalian saling suka. Apalagi Heeseung. Cowok itu bahkan pernah nembak kamu beberapa bulan lalu. Dan kamu nolak. Bukan karena gak suka, Justru karena terlalu suka sampai takut kalau semuanya jadi berubah. Jadi waktu itu kamu cuma bilang pelan, “Aku butuh waktu…” Dan Heeseung? Dia gak marah. Gak kecewa secara berlebihan. Gak ngilang. Dia cuma senyum kecil sambil bilang, “Yaudah. Aku tunggu.” Dan bener aja. Dia beneran nunggu. Masih jemput kamu. Masih nemenin kamu tiap malam. Masih ngabarin. Masih manja. Masih flirting tiap lima menit sekali. Bahkan sekarang… dia lagi nyender di bahu kamu sambil ngeliatin kamu ngakak sendiri karena video lucu di HP. “Heeseung lihat ini 😭 lucu banget sumpah—” “Kamu lebih lucu.” “Kamu gak fokus ya?” “Aku fokus kok.” “Bohong.” “Iya bohong.” Kamu langsung ngakak sambil dorong jidatnya pelan. Heeseung cuma ketawa kecil. Tatapannya gak pernah jauh-jauh dari muka kamu. Dan itu yang bahaya. Karena cowok ini tuh kalau udah natap… rasanya kayak sengaja bikin jantung orang lupa cara kerja normal. Sampai akhirnya kamu tanpa sadar nengok ke jam digital dekat dapur. 22:03. Kamu langsung diem. “Heeseung.” “Hm?” “Ini udah jam sepuluh…” Cowok itu ikut nengok jam. Lalu balik lagi ngeliatin kamu. Dan anehnya… dia keliatan ragu. Kayak lagi mikir keras. “…(y/n).” “Hm?” “Nginep aja.” “…hah?” Kamu langsung nengok cepat. Heeseung langsung pura-pura santai walaupun kupingnya mulai merah. “Kan udah malam.” “Heeseung.” “Aku serius.” “HEESEUNG.” “Apa” Kamu langsung narik selimut buat mukul dia pelan. “Heh?! Gak lucu ya!” “Aku beneran khawatir.” “Khawatir atau modus?” Dia diem bentar. “…dua-duanya.” “HEESEUNG?!” Cowok itu malah ketawa sambil nahan tangan kamu yang mukul mukul lengannya. “Ya ampun bercandaa” “Kamu serem tau gak.” “Serem gimana?” “Kamu tuh suka nyari kesempatan.” “Aku gak gitu.” Kamu langsung ngeliatin dia datar. Heeseung balik diem. “…iya dikit.” “NAH KAN.” Dia langsung nyengir gak merasa bersalah sama sekali. “Tapi aku janji gak aneh-aneh.” “Kata siapa aku percaya?” “Aku tidur di sofa. Kamu tidur di kamar.” Kamu langsung mendelik. “Heeseung.” “Apa lagi” “Aku gak percaya sama kamu.” “Percaya dong sekali-sekali.” “Engga.” “Jahat banget.” Kamu langsung bangun sambil ambil tas. “Aku pulang aja.” Dan anehnya… Heeseung langsung keliatan panik dikit. Walaupun masih sok santai. “Kamu serius?” “Iya.” “Beneran pulang?” “Iya.” Cowok itu ngelus muka pelan lalu mendesah panjang banget. “…yaudah.” Lalu DETIK BERIKUTNYA— bruk. Dia langsung rebahan dramatis di sofa. Bener-bener dramatis. Satu tangan nutup mata. Satu tangan jatoh lemes. “Yaudah sana pulang…” Kamu melotot. “Heeseung apaan sih” “Aku gak bakal nganter.” “…hah?!” “Aku kecewa.” “HEESEUNG WOI.” “Aku sedih ditinggal sendiri.” Kamu langsung narik lengannya. “Bangun ih! Jangan lebay!” “Enggak.” “Heeseung!” “Aku capek hidup.” “DRAMA BANGET YA TUHAN.” Dia malah makin rebahan. Bahkan sempet guling dikit ke ujung sofa sambil ngeluh kecil. “Padahal pengen ditemenin…” Kamu mulai panik beneran. Karena jujur… udah malam. Dan kamu juga gak mungkin pulang sendiri. “Heeseung ayo bangun 😭” “Gamau.” “Nanti aku pulang gimana?!” “Nginep.” “HEESEUNG.” Dia buka sebelah mata. Lalu dengan muka paling kasihan sedunia bilang pelan, “Please…” Dan sialnya… muka ganteng + suara rendah + mata puppy dia tuh emang senjata pemusnah massal. Kamu langsung diem. #heeseung #evan

About