@shoota2g4: #time #fy #freestyle #hiphop #storytime

Blizz
Blizz
Open In TikTok:
Region: NG
Friday 29 May 2026 01:27:55 GMT
3217
1427
12
10

Music

Download

Comments

adrichieeboi
Richiee boi :
Lit 🔥
2026-06-03 09:04:18
1
im_marstamind007
MARSTAMIND :
👏😁 my G ❤️😂
2026-06-01 11:33:12
1
_follygee
FOLLYGEE :
this is lit 🤭
2026-06-05 13:54:49
1
alphalines001
@LphA :
Keep pushing it baby girl 😘
2026-05-29 23:16:41
0
blizz_2g4
Blizz :
🚬💨
2026-06-05 10:55:12
0
wonderboi__
Raymie_wonder🌏 :
🔥🔥
2026-05-30 18:42:08
0
igeadigunomoaje555
♊️ basit Olawale 🇬🇭🇳🇬🇫🇷 :
❤️❤️❤️
2026-06-09 15:27:57
0
ellas.kitchen85
Ella’s kitchen🥪🥗🍔 :
🥰🥰🥰
2026-05-29 18:56:17
0
sophisticatedcharming
So cute :
🔥🔥🔥
2026-05-29 14:03:30
0
big_sammy017
Big_Sammy♒️✨ :
🔥🔥🔥
2026-05-29 10:30:31
0
user771291do
XiXi💛💛 :
🥰🥰🥰
2026-07-14 10:58:38
1
To see more videos from user @shoota2g4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Isi Video Tersebut: Cara mencintai kematian sebenarnya bukanlah tentang menginginkan akhir dari kehidupan, melainkan sebuah kesadaran mendalam untuk menghargai setiap detik yang kita miliki saat ini. Berdasarkan pandangan filosofis, ketakutan akan kematian dianggap sebagai sebuah kebodohan karena kematian adalah konsekuensi logis dan takdir mutlak dari kehidupan yang tidak mungkin dihindari. Kita sering kali terjebak dalam ketakutan bukan karena proses kematian itu sendiri, melainkan karena rasa takut kehilangan dunia dan segala sesuatu yang bersifat fana. Untuk mulai mencintai atau setidaknya menerima kematian, kita perlu mengubah perspektif melalui beberapa konsep penting. Pertama adalah prinsip Carpe Diem, yaitu ajakan untuk memanfaatkan waktu saat ini sebaik-baiknya tanpa terjebak pada penyesalan masa lalu atau kecemasan akan masa depan. Hidup sepenuhnya di masa kini berarti kita menghargai momen-momen kecil dan bertindak sesuai tujuan sebelum waktu kita berakhir. Kedua adalah konsep Amor Fati atau mencintai takdir. Ini mengajarkan kita untuk menerima segala sesuatu yang terjadi, baik itu kebahagiaan maupun penderitaan, sebagai bagian utuh dari proses pertumbuhan diri. Alih-alih mengeluh, kita diajak untuk menyukai setiap pengalaman hidup karena penderitaan sekalipun memiliki makna jika kita mampu menemukannya. Kematian justru memberikan keindahan pada kehidupan karena sifatnya yang sementara; segala yang fana menjadi berharga justru karena ia akan hilang. Selanjutnya, kita bisa mengambil inspirasi dari pemikiran Miyamoto Musashi yang mengajarkan untuk bertarung seolah-olah kita sudah mati. Ketika seseorang tidak lagi takut pada hasil terburuk atau kehilangan nyawa, ia akan bertindak dengan komitmen, fokus penuh, dan kepercayaan diri yang sangat besar. Orang yang tidak takut mati atau gagal adalah orang yang tidak akan pernah bisa dikalahkan karena mereka telah melepaskan keterikatan pada hal-hal yang sia-sia. Mencintai kematian juga berarti memastikan bahwa kehidupan yang singkat ini tidak dijalani dengan sia-sia. Makna hidup tidak selalu harus berupa kebahagiaan konstan, tetapi bisa lahir dari kesakitan, kegagalan, dan bagaimana kita memberikan dampak positif bagi orang lain. Dengan mengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja, kita didorong untuk hidup lebih bijak, menghargai setiap momen, dan menggunakan akal pikiran untuk menciptakan sesuatu yang berarti. Pada akhirnya, berhenti takut pada hal yang sia-sia seperti kematian memungkinkan kita untuk benar-benar hidup, menghormati masa lalu, mencintai masa depan, dan menjalani masa kini dengan sepenuh hati. source: Logichatlg  #kematian #filosofia #rian192whydown
Isi Video Tersebut: Cara mencintai kematian sebenarnya bukanlah tentang menginginkan akhir dari kehidupan, melainkan sebuah kesadaran mendalam untuk menghargai setiap detik yang kita miliki saat ini. Berdasarkan pandangan filosofis, ketakutan akan kematian dianggap sebagai sebuah kebodohan karena kematian adalah konsekuensi logis dan takdir mutlak dari kehidupan yang tidak mungkin dihindari. Kita sering kali terjebak dalam ketakutan bukan karena proses kematian itu sendiri, melainkan karena rasa takut kehilangan dunia dan segala sesuatu yang bersifat fana. Untuk mulai mencintai atau setidaknya menerima kematian, kita perlu mengubah perspektif melalui beberapa konsep penting. Pertama adalah prinsip Carpe Diem, yaitu ajakan untuk memanfaatkan waktu saat ini sebaik-baiknya tanpa terjebak pada penyesalan masa lalu atau kecemasan akan masa depan. Hidup sepenuhnya di masa kini berarti kita menghargai momen-momen kecil dan bertindak sesuai tujuan sebelum waktu kita berakhir. Kedua adalah konsep Amor Fati atau mencintai takdir. Ini mengajarkan kita untuk menerima segala sesuatu yang terjadi, baik itu kebahagiaan maupun penderitaan, sebagai bagian utuh dari proses pertumbuhan diri. Alih-alih mengeluh, kita diajak untuk menyukai setiap pengalaman hidup karena penderitaan sekalipun memiliki makna jika kita mampu menemukannya. Kematian justru memberikan keindahan pada kehidupan karena sifatnya yang sementara; segala yang fana menjadi berharga justru karena ia akan hilang. Selanjutnya, kita bisa mengambil inspirasi dari pemikiran Miyamoto Musashi yang mengajarkan untuk bertarung seolah-olah kita sudah mati. Ketika seseorang tidak lagi takut pada hasil terburuk atau kehilangan nyawa, ia akan bertindak dengan komitmen, fokus penuh, dan kepercayaan diri yang sangat besar. Orang yang tidak takut mati atau gagal adalah orang yang tidak akan pernah bisa dikalahkan karena mereka telah melepaskan keterikatan pada hal-hal yang sia-sia. Mencintai kematian juga berarti memastikan bahwa kehidupan yang singkat ini tidak dijalani dengan sia-sia. Makna hidup tidak selalu harus berupa kebahagiaan konstan, tetapi bisa lahir dari kesakitan, kegagalan, dan bagaimana kita memberikan dampak positif bagi orang lain. Dengan mengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja, kita didorong untuk hidup lebih bijak, menghargai setiap momen, dan menggunakan akal pikiran untuk menciptakan sesuatu yang berarti. Pada akhirnya, berhenti takut pada hal yang sia-sia seperti kematian memungkinkan kita untuk benar-benar hidup, menghormati masa lalu, mencintai masa depan, dan menjalani masa kini dengan sepenuh hati. source: Logichatlg #kematian #filosofia #rian192whydown

About