@clipsxnews: Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. Bl udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi
ClipsxNews
Region: ID
Friday 29 May 2026 05:34:00 GMT
Music
Download
Comments
000 :
biasa aja
2026-05-29 06:23:07
2
To see more videos from user @clipsxnews, please go to the Tikwm
homepage.