@666miracle9: lonceng Pagi di Pinggiran Bengawan: Hikayat Kandang Sapi Djebres.Ki bagus sujiwo menterjemahkan dari tulisan dari Belanda. Pada penghujung abad ke-19, wilayah timur Surakarta hanyalah hamparan lahan luas yang berdekatan dengan aliran Sungai Bengawan Solo. Namun, di bawah pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X, wajah kawasan ini berubah total. Sang Raja yang dikenal sebagai "Raja Modernis" ingin membawa gaya hidup sehat dan kemajuan industri ke dalam tembok keraton dan masyarakatnya. Kedatangan Sang Meneer Suatu hari, seorang pengusaha Belanda yang ambisius, Victor J. Pressen, menginjakkan kakinya di sana. Ia melihat potensi lahan yang subur untuk pakan ternak. Dengan izin dari Keraton, ia membangun sebuah imperium susu yang megah. Masyarakat saat itu belum terbiasa melihat sapi-sapi besar jenis Australia atau Frisian Holstein yang dibawa masuk ke Solo. Warga lokal yang bekerja di sana kerap memanggil sang majikan dengan sebutan "Tuan Jepresen". Karena lidah Jawa yang mencari praktisnya saja, perlahan sebutan itu menyusut. "Kowe arep neng endi?" (Kamu mau ke mana?) "Neng nggone Jepres." (Ke tempatnya Pressen.) Hingga akhirnya, seluruh kawasan itu pun baptis oleh waktu menjadi Djebres. Simfoni Susu dan Keju Setiap subuh, kawasan Kandang Sapi adalah pusat kesibukan yang luar biasa. Ratusan sapi diperah menggunakan teknik yang paling modern pada masanya. Udara pagi yang dingin di Solo kala itu bercampur dengan aroma susu segar yang sedang dipanaskan (pasteurisasi). Kandang Sapi bukan sekadar tempat ternak, melainkan sebuah pabrik pengolahan. Di sini diproduksi: Susu Segar: Yang didistribusikan menggunakan botol kaca ke rumah-rumah pejabat Belanda di kawasan Gladag dan Manahan. Keju dan Mentega: Yang menjadi menu wajib sarapan para bangsawan dan keluarga Keraton Surakarta. Jejak yang Tak Terhapus Memasuki tahun 1900-an, Kandang Sapi Djebres menjadi simbol kemakmuran. Lokasinya sangat strategis karena tidak jauh dari Stasiun Jebres, memudahkan pengiriman produk keluar kota melalui jalur kereta api yang baru saja dibangun oleh Staatspoorwegen. Kini, sapi-sapi itu telah lama pergi. Padang rumputnya telah berubah menjadi pemukiman padat dan rumah sakit besar (RS Dr. Oen). Namun, sejarah tak benar-benar hilang. Nama "Kandang Sapi" tetap hidup sebagai nama perempatan jalan yang legendaris, dan nama "Jebres" telah abadi menjadi nama kecamatan besar di Solo. Setiap kali orang menyebut "Jebres", secara tidak sadar mereka sedang merayakan warisan dari seorang pengusaha Belanda bernama Pressen dan visi besar seorang Pakubuwono X di masa lalu.
Naskah kuno
Region: ID
Friday 29 May 2026 06:11:55 GMT
Music
Download
Comments
Mekzz :
jadi ingat kuliah bapak Rajiman di fak Sastra jur Sejarah UNS
2026-05-29 13:44:57
42
kopi item zls :
yuks banyakin VT kayak gini pak, biar generasi muda tahu sejarah kota Solo, terimakasih
2026-05-31 00:22:32
74
rena :
kontent yg sangat bermanfaat dan mrngedukasi..sy org solo jd tau sejarahnya kandang sapi dan jebres👍
2026-05-31 22:00:57
16
pistolero :
baru tahu asal usul jebres
2026-05-29 10:43:40
11
Esjeruktawarr🍊 :
Wih keren. Aku yang pendatang waktu itu heran kok ada nama kandang sapi. aku kira itu cuman becandaan, eh beneran ada. Pas aku tanya, jawabnya cuman dulu pokoke banyak kandang sapi.
Nah akhirnya aku tau sejarahnya dari akun ini✨ terjawab sudah pertanyaanku selama ini☺️
2026-06-02 00:56:32
13
@Dai05 :
konten yg sngt bagus...kita yg tidak tau jadi tau ...aku follow min biar lebih byk lagi yg aku tidak tau JD tau ...😍
2026-06-14 04:25:02
1
N I T A :
ohh baru tauuu
2026-06-15 23:59:43
1
Andre Endra :
Min, mau tanya... sejarah nya minuman CIU. kok bisa dinamakan Ciu itu awalnya gmn sih... 😁
2026-05-31 13:37:32
8
R.Q Al Farizi :
baru tau sejarah kadang sapi,pd hal sy di Mojosongo sdh lama,,dari dulu sering bertanya² kog namanya "kandang sapi" apa dulu ada kandang di sini 😁 sekarang sudah terjawab pertanyaan² saya
2026-06-02 01:18:35
2
agenggunawan02 :
konten sejarah bernilai TINGGI🥰
2026-05-29 15:06:22
11
mas giyono :
ada kenangan sama Jebres walaupun tidak indah
2026-05-31 12:25:42
2
Benz0470 :
mantap...semakin tahu lokasi2 di Solo yg namanya abadi sampai sekarang.👍👍👍
2026-05-31 00:36:20
3
David AL Sadad :
Jebres kelahiran q
2026-05-31 13:34:01
1
Didi Santoso :
Paku Buwono X membawa Kasunanan mencapai puncak kejayaan di era modern.
2026-06-01 02:38:11
1
cookie :
akhirnya tau kenapa wilayahnya namanya kandang sapi. konten sangat mengedukasi 👍🏻
2026-06-04 13:51:32
3
Diniyoongi :
dan aq tinggal di jebres
2026-05-31 22:07:26
1
tiwik panda🐼 :
jadi tau knp RS Dr. Oen yg d situ ada nama Dr. Oen Kandang Sapi.. krn terLetak d perempatan Legendaris kota SoLo🥰
2026-05-31 05:30:46
4
Een Cahyani :
alhamdulillah jadi sangat paham.Saya warga Jebres..bisa njelasin Ke anak²sejarah ini..🥰
2026-06-02 00:26:33
1
iinsetya1969 :
jadi tahu asal usul kampung kelahiranku.kandang sapi solo 👍🥰
2026-05-30 01:17:44
6
epasuryoprabowo :
aku baru tau kl jebres dari nama orangb👍👍👍
2026-06-07 10:07:52
1
🍭candy bukan candi🍭 :
oalah ini to filosofi jebres dan kandang sapi
2026-05-31 09:05:14
1
Gondrong_Tamara :
Oo ... begitu ya.
dulu saya kira "Jebres" itu artinya "kumis"😁. karena dulu ada canthik Rajamala yg menghiasi kapal, dan Rajamala itu mempunyai kumis Jebres (canthik Rajamala sekarang ada di museum Radya pustaka).
soalnya saya merantau di Solo, dan saya baru tahu dari vt ini👍
2026-06-01 13:00:18
4
ningarum421 :
ak dulu taunya cuma dulu buat kandang sapi.ak asli solo baru tau sejarahnya.trima kasih untk critanya.ak jadi lebih tau lagi
2026-06-15 06:06:12
1
trie :
makasih informasinya....baru tau knp dr Oen dikatakan kandangsapi.....padahal lama tinggal disana tp tak tau cerita asal mulanya ...😁
2026-06-11 23:02:47
1
tridianadewi :
ternyata begitu sejarahnya...👍
2026-05-29 11:20:20
1
To see more videos from user @666miracle9, please go to the Tikwm
homepage.