@haris.arkan: Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN." Buat kalian yang malas baca dan cuma modal scroll judul, pasti langsung nyinyir, "Loh, kok ibadah kurban pribadi pakai uang negara?!" Nah, di situlah kalian telan mentah-mentah framing licik itu! Pakai logika sedikit, mari kita bedah faktanya. Tolong bedakan antara Prabowo sebagai pribadi, dan Prabowo sebagai Presiden (Kepala Negara). Dua hal ini nggak bisa dicampuradukkan sesuka jidat. 1.098 sapi itu BUKAN kurban pribadi. Itu adalah program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Artinya, ini adalah program resmi negara yang dananya dari negara, dan manfaatnya 100% dikembalikan untuk perut rakyat! Ke mana sapi-sapi itu pergi? Ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas yang membutuhkan. Manfaatnya bukan buat orang Istana, bukan buat pejabat. Dan ingat, negara ini bukan cuma Pulau Jawa, daerah-daerah lain juga sangat berhak merasakan kehadiran negara. Mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai masyarakat memang punya hak dan kewajiban ikut mengawasi. Tapi kritiklah pakai otak dan data yang adil. Jangan sampai program bantuan yang jelas-jelas buat rakyat malah kalian fitnah seolah Presiden pakai APBN buat kurban pribadi. Kalau dompet kalian belum mampu buat ikut berbagi, minimal jari kalian jangan dipakai buat nyebar hoax dan informasi menyesatkan! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #BantuanRakyat #AkalSehat #LawanFraming #IndonesiaMaju #SikatMafia

Haris Arkan
Haris Arkan
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 29 May 2026 07:16:35 GMT
0
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @haris.arkan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MEDAN - Pasca sejumlah Aliansi Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut), yang menyoroti sejumlah persoalan pelayanan listrik kepada masyarakat di daerah Sumatera Utara khususnya, mencuat dugaan keterlibatan oknum PLN UID Sumut dengan oknum penambang bitcoin. Hal ini terungkap dari hasil investigasi kru media ini yang mendapati kabel yang dulunya tersambung diduga tanpa meteran pencatat Kwh listrik di Jalan Medan - Binjai Kilo Meter 11, kini kabel hitam ukuran besar tersebut telah dicopot.  Dilokasi seorang warga yang berprofesi sebagai tukang becak dimintai keterangan mengenai hilangnya kabel besar yang sebelumnya tersambung ke tiang listrik tersebut mengatakan kabel dicabut oleh tukang PLN.
MEDAN - Pasca sejumlah Aliansi Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut), yang menyoroti sejumlah persoalan pelayanan listrik kepada masyarakat di daerah Sumatera Utara khususnya, mencuat dugaan keterlibatan oknum PLN UID Sumut dengan oknum penambang bitcoin. Hal ini terungkap dari hasil investigasi kru media ini yang mendapati kabel yang dulunya tersambung diduga tanpa meteran pencatat Kwh listrik di Jalan Medan - Binjai Kilo Meter 11, kini kabel hitam ukuran besar tersebut telah dicopot. Dilokasi seorang warga yang berprofesi sebagai tukang becak dimintai keterangan mengenai hilangnya kabel besar yang sebelumnya tersambung ke tiang listrik tersebut mengatakan kabel dicabut oleh tukang PLN. " Ya dicabut tukang PLN lah bang, gak mungkin warga yang gak mengerti listrik manjat tiang listrik ini, bisa gosonglah kita " ujarnya, Sabtu(06/06/2026). Hilangnya kabel yang telah tersambung tanpa meteran listrik tersebut telah menambah catatan hitam tentang pelayanan kelistrikan di Sumatera Utara ini. Temuan ini sekaligus mempertegas aspirasi aliansi Mahasiswa beberapa waktu lalu yang menuntut agar Jenderal Manager PLN UID Sumut dicopot dari jabatannya. Dikonfirmasi terpisah, Darma Saputra (Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara) akan tetapi konfirmasi wartawan belum terjawab hingga berita ini diterbitkan oleh Redaksi. Tuntuntan aliansi Mahasiswa sebelumnya didasari pemadaman listrik beberapa waktu lalu yang dianggap masyarakat sebagai bentuk kelalaian pihak PLN, namun hingga saat ini belum ada bentuk pertanggungjawaban yang nyata berupa dispensasi yang diberikan kepada masyarat. Tidak hanya itu, disampaikan oleh Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut Rahmat Situmorang bahwa, terdapat sejumlah titik dugaan pencurian arus listrik yang dipasok ke tambang bitcoin yang merugikan keuangan negara, namun diduga oknum pihak PLN sengaja menutupi persoalan tersebut. " Kita secara tegas meminta pihak PLN UID Sumut untuk menindaklanjuti tuntutan dari kami yaitu melakukan investigasi di beberapa titik dugaan pencurian arus listrik yang telah kami sertakan dan berkoordinasi dengan APH untuk memberikan tindak lanjut hukum yang berarti" tandas Rahmat Situmorang, Rabu (03/06/2026). Aksi Mahasiswa ini juga menuntut pihak PLN UID Sumut untuk bertanggung jawab secara moril maupun materil terkait dampak pemadaman listrik total (Blackout). " Dengan memberikan kompensasi terhadap pelaku usaha yang terdampak akibat pemadaman listrik total (Material) dan mendesak UID PLN Sumut untuk mundur dari jabatannya (Moril) " Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut sempat kecewa atas lambatnya pihak PLN UID Sumut merespon dan menemui mahasiswa tersebut hingga sempat terjadi dorong - dorong pagar hingga pembakaran ban tepat di pintu gerbang PLN UID Sumut. Sementara itu, perwakilan PLN UID Sumatera Utara, yang belakangan menemui aksi massa mengatakan apresiasi terhadap kegiatan demonstrasi yang dilakukan di depan kantor UID PLN. Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas para terduga pelaku pencurian arus listrik dan menyarankan untuk memberikan bukti foto dan videonya ujarnya kepada kelompok aksi. Sementara itu, terkait blackout menurutnya pihak PLN Pusat telah melakukan tindakan sesuai prosedur perundang undangan, dan masih diproses mengenai blackout, katanya menjawab aksi tersebut. Dilain sisi, hasil investigasi kru media ini sebelumnya, tambang bitcoin yang diduga mencuri arus listrik ditemukan di Jalan Binjai Km 11 dan 14, Jalan Gaperta, Klambir V dan di Kawasan Jalan Danau Singkarak, Kota Medan. Jalan Setia Budi Pasar II, Jalan Setia Luhur (Plaza milenium) Jalan Masjid Setia Budi, Jalan Gaperta, Klambir V, Jalan Medan-Binjai, Jalan Swadaya Kampung Lalang, Jalan Jamin Ginting (Dekat simpang tuntungan). (Artikel www.Lintas10.com) . . . #lintassumut #beritaterkini #medan #pln #fyp

About