@davidccp02: Ib @createdbysteven #tonymontana #scarface #alpacino #foryoupage #viral @Myntix @lvkz @𝐏𝐫𝐢𝐧𝐜𝐞𝐱𝐯𝐩 @OMAR

david
david
Open In TikTok:
Region: NZ
Friday 29 May 2026 08:57:19 GMT
340770
51108
133
3575

Music

Download

Comments

mezx.gnzod
Mezx.gnz :
The Secret Book of Fortune by Isak Voren made me realize how much i was being told to look the wrong direction my entire life
2026-05-30 00:49:50
318
b.dztt
b4d :
2026-05-31 10:44:56
145
stockton048
Stockton_209 :
The first like and comment right away. He's simply one of the best at making edits for Scarface.
2026-05-29 09:00:23
6
yusufk1379
yusuf :
movie name?
2026-05-30 15:32:27
1
12masiliaarinas
ⵣ Massilia Arinas ⵣ :
Al Pacino est-il mort ou non ? J'adore ses films, il a un charisme et une présence incroyables. J'espère qu'il est toujours vivant. 🥺🥺
2026-06-02 09:30:52
1
frvrch777
christian.pešta :
2026-05-31 18:35:20
6
vfx..omar
OMAR :
so good bro
2026-05-29 11:00:27
5
lvkzmntn
lvkz :
w broo 🔥
2026-05-29 16:44:50
2
user.37201929489292071
Malek :
@3robi
2026-05-31 11:06:59
2
user4723503377268
Ms.Physcho😏❤️😜✨ :
movie name
2026-05-31 17:45:25
2
To see more videos from user @davidccp02, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

​Selama ini kita dinabobokan oleh narasi teologis yang memosisikan satu klan seolah menjadi poros tunggal spiritualitas Nusantara. Gelar saktah seperti Wali Qutub Ghauts diproduksi massal via kitab manaqib dan konten medsos demi membangun hegemoni spiritual. Ujungnya jelas: menciptakan strata sosial, imunitas kritik, dan mengkerdilkan peran ulama pribumi. Mereka mengklaim diri sebagai hulu, sementara peradaban kita dituduh hanya sebagai hilir yang baru tercerahkan setelah kedatangan mereka. ​Namun, Politik Memori ini menemui tembok runtuhnya ketika nalar kritis publik bangkit membawa sains, pelacakan genetik Y-DNA, dan dokumen sejarah valid. Ini bukan soal benci, melainkan perlawanan epistemologis karena poros Islam Nusantara menolak dikerdilkan! ​Supernova Pasai telah lebih dulu meledak sebagai pusat kosmopolitanisme Islam internasional jauh sebelum proyek domestikasi narasi itu masuk. Dari rahim Pasai, lahir galaksi peradaban pesisir yang melahirkan Orbit Walisongo. Kerasnya bukti arkeologis berupa nisan andesit gaya Pasai di Troloyo,Gresik hingga Sowan Lor (Jepara),hingga Cirebon membuktikan secara nyata bahwa otoritas spiritual, hukum fikih, dan birokrasi di tanah ini sudah sangat matang dan mandiri. ​Walisongo adalah para diplomat ulung, arsitek peradaban, dan penggerak ekonomi maritim pasca-Majapahit yang memegang otoritas penuh tanpa butuh
​Selama ini kita dinabobokan oleh narasi teologis yang memosisikan satu klan seolah menjadi poros tunggal spiritualitas Nusantara. Gelar saktah seperti Wali Qutub Ghauts diproduksi massal via kitab manaqib dan konten medsos demi membangun hegemoni spiritual. Ujungnya jelas: menciptakan strata sosial, imunitas kritik, dan mengkerdilkan peran ulama pribumi. Mereka mengklaim diri sebagai hulu, sementara peradaban kita dituduh hanya sebagai hilir yang baru tercerahkan setelah kedatangan mereka. ​Namun, Politik Memori ini menemui tembok runtuhnya ketika nalar kritis publik bangkit membawa sains, pelacakan genetik Y-DNA, dan dokumen sejarah valid. Ini bukan soal benci, melainkan perlawanan epistemologis karena poros Islam Nusantara menolak dikerdilkan! ​Supernova Pasai telah lebih dulu meledak sebagai pusat kosmopolitanisme Islam internasional jauh sebelum proyek domestikasi narasi itu masuk. Dari rahim Pasai, lahir galaksi peradaban pesisir yang melahirkan Orbit Walisongo. Kerasnya bukti arkeologis berupa nisan andesit gaya Pasai di Troloyo,Gresik hingga Sowan Lor (Jepara),hingga Cirebon membuktikan secara nyata bahwa otoritas spiritual, hukum fikih, dan birokrasi di tanah ini sudah sangat matang dan mandiri. ​Walisongo adalah para diplomat ulung, arsitek peradaban, dan penggerak ekonomi maritim pasca-Majapahit yang memegang otoritas penuh tanpa butuh "stempel sah" dari luar. Saatnya melakukan dekolonisasi ingatan dan merestorasi jati diri bangsa. Sihir mitos politik itu kini luruh, bukan oleh amarah, melainkan di hadapan tajamnya fakta sejarah!

About