@traditiontraditio7: bonne journée de vendredi à vous 🤲🤲

📿❤🤲
📿❤🤲
Open In TikTok:
Region: TG
Friday 29 May 2026 09:05:37 GMT
31305
4121
135
150

Music

Download

Comments

gloriahountonbattante
Ma vie 💖Glory 💪⚽🇨🇵🇱🇧🇱🇧 :
Que les bénédictions soit 🙏🙏🙏🙏
2026-07-11 15:26:05
3
user3050810833744
mira :
que les bénédictions soient 🥰
2026-05-31 05:11:28
2
la.reine.zinx
la reine zinx :
Bonne ventredis à vous tous
2026-06-19 07:09:42
1
aigle00228
La Mission :
Pourquoi c'est sur ce genre de publication je tombe aujourd'hui??
2026-06-20 19:23:20
3
christ.0791
Christ 07 :
enouledo
2026-05-29 21:07:05
1
ridwanmouhamed8
ridwanmouhamed8 :
j'ai ça au fond du cœur 🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍👍
2026-05-30 18:45:44
1
josephatebarbine
Godspower :
Alafia Alafia Alafia
2026-06-04 20:27:10
1
nadge30520
Nadège :
que la bénédiction soit avec nous amen 🙏🙏🙏
2026-06-02 14:49:01
1
didiermessan2
didiermessan2 :
le titre de la chanson svp
2026-06-10 18:20:12
1
la.chic.madri.trao
la chic Madri traore :
elatsée🙏
2026-05-29 21:40:02
1
user2754658193071
jean de dieu :
bénédiction ❤️❤️❤️❤️
2026-06-02 08:17:00
1
josiane.kodjo
Josiane Kodjo :
lissa localisé moi ma bénédiction 🙏🙏🙏🙏🙏🌈🌈🌈🌈
2026-06-02 11:42:59
1
lauriane9138
La charmante :
je suis fière d'être de ça sa me protège toujour 🙏🙏
2026-06-13 17:42:16
1
fifaminmarket19
Fifamin Market 👜👛👠👘 :
Mianon dokounonn❤️
2026-06-01 22:43:54
1
hamed0571
hamed📺📺📹🎥 :
2026-06-01 14:45:16
1
fao_beauty
28 Octobre🥳🦂 :
[Autocollant] 🙏
2026-06-23 18:47:01
1
azianle6
La présidente 🥰❤️❤️🔓 :
Enoulèdo
2026-05-29 22:00:38
1
nadegedanssi
Nadege Danssi :
localise moi je souffres trop
2026-05-30 04:01:52
1
adjoke.baby
adjoke baby ❣️ :
Que ça soit pour éternel 🤍🤍🤍
2026-06-03 23:04:35
2
tijuliette
@juliette :
enouledoo
2026-05-29 14:04:01
2
dickclairelawson
Claire Mills🦋 :
Que la protection divine soit ✌️✌️✌️
2026-05-30 08:35:15
2
To see more videos from user @traditiontraditio7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#MARTIN || Tiga tahun lalu, Edwards masih berdiri di sampingmu sebagai seseorang yang sudah berjanji untuk menghabiskan masa depan bersama. Cincin yang melingkar di jarimu saat itu bukan sekadar simbol pertunangan, melainkan bukti bahwa kalian pernah benar-benar merencanakan kehidupan yang sama. Namun hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Beberapa bulan setelah pertunangan itu berlangsung, rumah sakit tempatmu bekerja memindahkanmu ke Australia. Kesempatan yang terlalu besar untuk ditolak, tetapi juga keputusan yang perlahan menciptakan jarak di antara kalian. Awalnya semua terlihat baik-baik saja. Namun seiring waktu berjalan, kenyataan mulai menunjukkan sesuatu yang tidak bisa lagi kalian abaikan. Jarak memang menyulitkan, tetapi bukan itu masalah terbesar yang kalian hadapi. Ada hal lain yang sejak awal selalu berdiri di tengah hubungan kalian. Perbedaan keyakinan, kalian berdua sama-sama mencoba bertahan. Sama-sama berharap akan menemukan jalan keluar. Tetapi semakin dewasa, semakin kalian menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk menyatukan dua orang. Ketika akhirnya kamu kembali ke Indonesia setelah tiga tahun lamanya, kabar pertama yang menyambutmu justru berita mengenai pernikahan Edwards yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Saat menerima undangan itu, kamu hanya terdiam cukup lama. Kecewa? Tentu. Bohong jika mengatakan tidak ada rasa sakit sama sekali. Mau bagaimanapun juga, Edwards pernah menjadi seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu. Seseorang yang pernah kamu bayangkan akan menunggumu di ujung altar. Namun kenyataan sudah berubah. Dan kamu tidak memiliki hak untuk marah atas pilihan yang akhirnya dia ambil. Beberapa hari sebelum hari pernikahan itu berlangsung, kamu menemui Edwards untuk terakhir kalinya. Tidak untuk meminta penjelasan. Tidak untuk mempertanyakan keputusan yang sudah dibuat. Kamu hanya mengembalikan cincin tunangan yang selama tiga tahun terakhir tersimpan rapi di dalam kotaknya. Edwards menerima kotak kecil itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
#MARTIN || Tiga tahun lalu, Edwards masih berdiri di sampingmu sebagai seseorang yang sudah berjanji untuk menghabiskan masa depan bersama. Cincin yang melingkar di jarimu saat itu bukan sekadar simbol pertunangan, melainkan bukti bahwa kalian pernah benar-benar merencanakan kehidupan yang sama. Namun hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Beberapa bulan setelah pertunangan itu berlangsung, rumah sakit tempatmu bekerja memindahkanmu ke Australia. Kesempatan yang terlalu besar untuk ditolak, tetapi juga keputusan yang perlahan menciptakan jarak di antara kalian. Awalnya semua terlihat baik-baik saja. Namun seiring waktu berjalan, kenyataan mulai menunjukkan sesuatu yang tidak bisa lagi kalian abaikan. Jarak memang menyulitkan, tetapi bukan itu masalah terbesar yang kalian hadapi. Ada hal lain yang sejak awal selalu berdiri di tengah hubungan kalian. Perbedaan keyakinan, kalian berdua sama-sama mencoba bertahan. Sama-sama berharap akan menemukan jalan keluar. Tetapi semakin dewasa, semakin kalian menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk menyatukan dua orang. Ketika akhirnya kamu kembali ke Indonesia setelah tiga tahun lamanya, kabar pertama yang menyambutmu justru berita mengenai pernikahan Edwards yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Saat menerima undangan itu, kamu hanya terdiam cukup lama. Kecewa? Tentu. Bohong jika mengatakan tidak ada rasa sakit sama sekali. Mau bagaimanapun juga, Edwards pernah menjadi seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu. Seseorang yang pernah kamu bayangkan akan menunggumu di ujung altar. Namun kenyataan sudah berubah. Dan kamu tidak memiliki hak untuk marah atas pilihan yang akhirnya dia ambil. Beberapa hari sebelum hari pernikahan itu berlangsung, kamu menemui Edwards untuk terakhir kalinya. Tidak untuk meminta penjelasan. Tidak untuk mempertanyakan keputusan yang sudah dibuat. Kamu hanya mengembalikan cincin tunangan yang selama tiga tahun terakhir tersimpan rapi di dalam kotaknya. Edwards menerima kotak kecil itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan. "Aku pikir cincin ini harus kembali ke pemiliknya," ucapmu pelan. Edwards menatap cincin itu beberapa saat sebelum mengangkat pandangannya ke arahmu. "Kamu baik-baik saja?" tanya Edwards. Kamu tersenyum tipis. "Aku akan baik-baik saja," jawabmu. Kalimat itu keluar tanpa keraguan meskipun hatimu masih membutuhkan waktu untuk benar-benar mempercayainya. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan setelah itu, karena beberapa cerita memang tidak berakhir dengan kebencian, dan sebagian hanya berakhir dengan penerimaan. Dan sekarang, di sinilah kamu berdiri. Di dalam sebuah gereja yang dipenuhi tamu undangan. Di antara tepuk tangan dan senyum bahagia orang-orang yang datang untuk merayakan hari spesial mereka. Pandanganmu tertuju lurus ke depan. Ke arah Edwards, pria yang dulu pernah menjadi tunanganmu. Pria yang pernah kamu tunggu selama tiga tahun penuh dengan harapan bahwa suatu hari kalian akan kembali melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Namun hari ini, dia berdiri bersama perempuan lain. Perempuan cantik yang mengenakan gaun putih sempurna, dan yang ia pilih untuk menjadi istrinya. Saat pastor mempersilakan mereka mengucapkan janji pernikahan, kamu hanya berdiri diam di tempatmu sambil mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir mereka. Tidak ada air mata ataupun tangisan. Hanya rasa sesak yang sesekali muncul lalu menghilang sebelum sempat terlihat oleh siapa pun. Sampai akhirnya momen yang paling ditunggu itu tiba. Edwards menangkup wajah istrinya dengan lembut. Lalu menci*m perempuan itu di hadapan semua orang. Ruangan seketika dipenuhi tepuk tangan meriah. Dan kamu ikut bertepuk tangan bersama mereka, tepukan yang terdengar sama seperti milik tamu lainnya. Tidak ada yang tahu bahwa di balik semua itu, ada bagian kecil dalam dirimu yang sedang mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya. [ lanjut? ] #cortis #pov #au #fyp

About