DrJ :
Mengapa Penduduk Syam Mendukung Muawiyah?
Salah satu pelajaran penting dalam sejarah Islam adalah bahwa kedekatan masyarakat dengan seorang penguasa sering kali membentuk persepsi mereka tentang kepemimpinan.
Muawiyah menjadi gubernur Syam selama kurang lebih 20 tahun. Selama dua dekade itu, masyarakat Syam melihatnya sebagai pemimpin yang menjaga keamanan, mengatur pemerintahan, memimpin pasukan, dan menyelesaikan urusan sehari-hari mereka.
Sementara itu, banyak penduduk Syam tidak pernah bertemu langsung dengan Imam Ali as, bahkan sebagian besar hanya mengenalnya melalui informasi yang sampai kepada mereka.
Dalam kondisi seperti itu, tidak mengherankan jika ketika terjadi perselisihan politik, mayoritas penduduk Syam berdiri di belakang Muawiyah. Bukan semata-mata karena mereka telah meneliti seluruh dalil dan sejarah, tetapi karena mereka telah lama hidup di bawah kepemimpinannya.
Sejarah ini mengajarkan bahwa propaganda, kekuasaan yang panjang, dan penguasaan informasi dapat membentuk opini publik. Karena itu Al-Qur’an berulang kali mengajak manusia untuk berpikir kritis, mencari kebenaran, dan tidak sekadar mengikuti apa yang populer di lingkungannya.
Mungkin inilah salah satu hikmah mengapa kaum Syiah selalu menghidupkan kembali peristiwa Ghadir Khum. Sebab menurut mereka, ketika pesan Ghadir dilupakan, umat kehilangan kompas kepemimpinan yang telah ditunjukkan Nabi Muhammad ﷺ.
“Barangsiapa aku adalah maulanya, maka Ali adalah maulanya.” (Hadis Ghadir)
Sejarah bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi juga tentang bagaimana suatu masyarakat membentuk persepsinya tentang kebenaran.
2026-06-01 13:51:26