@mandeework: “ ลุงจักช่วยเจ้า ” 🎞️ รับชม “ภพเธอ Love Upon a Time Series” พร้อมกันทุกวันศุกร์ เวลา 21.30 น. ทางช่อง Workpoint 23 📽️ ดูออนไลน์เวอร์ชัน UNCUT เวลา 22.30 น. บนแอป iQIYI และเว็บ iQ.com ที่เดียวเท่านั้น : https://s.iq.com/LoveUponATime   LOVE UPON A TIME EP10 #ภพเธอEP10 #ภพเธอTheSeries #LoveUponATimeSeries #MandeeWork 

MandeeWork
MandeeWork
Open In TikTok:
Region: TH
Saturday 30 May 2026 05:00:00 GMT
47229
7886
50
79

Music

Download

Comments

babymonster07_monstize
•N• :
อีพีนี้รู้สึกเหมือนเป็นไบโพลาร์เลยอ่ะ
2026-05-30 05:11:09
103
my_worlds43
Mind_kzy🍀 :
โธ่ลุงเกือบเข้าใจลุงผิดละ
2026-05-30 05:22:49
65
fbphetmanyktv
P★ :
ในที่สุด
2026-05-30 05:02:57
11
kittikan.bunnaep
𐙚˚ 𝐌ᩚ 𓈒✿ :
ไว้ใจไม่ได้สักคน
2026-05-30 11:14:18
6
machamato5
machamato5 :
he is mine btw
2026-05-30 05:01:45
2
user3716225836375
นักกกรักก🐶 :
เกือบโกรธพ่อแล้ว
2026-05-30 07:11:52
2
downzaza020
Shawty ของแดดดี้บอส 🌟 :
ลุงเองก็ลำบาก 😂
2026-05-30 07:46:01
4
potiwihok.anukoolprasert
p_chanyeol🪼 :
first
2026-05-30 05:01:04
0
user7507631429460
ตอง🍠✨ :
คนแรกมั้ย
2026-05-30 05:01:55
1
anakjosstha
sempak pink neon p'tha💜🫦 :
req sampe 50 episode dong
2026-05-30 05:07:42
2
choast.lv_jzk
Choast.lv_ :
TINGGAL 2 EPISODE TAPI MASIH BERTNYA TANYA 😭
2026-05-30 05:49:57
1
leonors775
leonor9 :
မြန်မာမှာငါအစောဆုံး
2026-05-30 05:10:28
0
user6862300734857
หอม :
คนแรก
2026-05-30 05:12:07
0
sansan.champa
Sansan Champa :
LAST NIGHT WAS 😭😭😭😭😭
2026-05-30 06:44:11
0
shin_fii4
Mulfand🗃️ :
engkk mauuu byeee byeee😭😭😭😭😭😭
2026-05-30 05:45:33
0
mineee499
Me🥰🥰 :
Belum siap udahan🥺
2026-06-01 01:30:50
0
phetklakhammai
ติ่งไปมั่ว สวนโพไปเรื่อย :
เม้นแรก
2026-05-30 05:01:07
0
To see more videos from user @mandeework, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku pernah berada di titik di mana seseorang menjadi alasan mengapa hariku terasa lebih berwarna. Setiap kali melihat namanya muncul, ada perasaan yang sulit dijelaskan, seolah semua lelah yang kupendam sepanjang hari menghilang begitu saja. Aku menyimpan banyak harapan, bukan karena aku terlalu percaya diri, tetapi karena hatiku benar-benar percaya bahwa suatu saat aku bisa menjadi seseorang yang berarti untuknya. Aku berusaha hadir, berusaha peduli, dan berusaha menunjukkan bahwa perasaanku bukan sekadar rasa kagum yang datang sesaat lalu pergi begitu saja. Namun seiring waktu, aku mulai memahami bahwa tidak semua perasaan akan menemukan tempat untuk pulang. Aku bisa menyayanginya dengan tulus, tetapi itu tidak berarti aku bisa memilikinya. Aku bisa memberikan perhatian, tetapi itu tidak menjamin bahwa aku akan mendapatkan perasaan yang sama sebagai balasannya. Dan di situlah kesedihan yang sebenarnya muncul. Bukan karena aku tidak cukup berjuang, melainkan karena aku harus menerima kenyataan bahwa ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksa, termasuk hati seseorang. Aku sering membayangkan bagaimana jadinya jika semua berjalan sesuai harapan. Aku membayangkan percakapan yang tak pernah habis, cerita yang saling dibagikan, dan kebersamaan yang mungkin bisa tercipta. Tetapi semua itu hanya hidup di dalam pikiranku sendiri. Kenyataannya, aku tetap berdiri di tempat yang sama, sementara dia berjalan menuju arah yang tidak pernah melibatkanku. Aku melihatnya bahagia, melihatnya tersenyum, dan meskipun aku ikut senang, ada bagian kecil dalam diriku yang merasa sedih karena aku tahu aku bukan alasan di balik senyum itu. Ada malam-malam ketika aku mencoba meyakinkan diri untuk berhenti berharap. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa sudah waktunya melepaskan, sudah waktunya menerima bahwa tidak semua cerita harus memiliki akhir yang sesuai dengan keinginan. Tetapi setiap kali aku merasa berhasil melupakan, selalu ada kenangan kecil yang kembali mengingatkanku. Sebuah lagu, sebuah pesan lama, atau bahkan hal sederhana yang pernah kami bicarakan. Rasanya seperti mencoba menutup sebuah buku yang masih ingin kubaca berulang kali, meskipun aku sudah tahu bagaiman
Aku pernah berada di titik di mana seseorang menjadi alasan mengapa hariku terasa lebih berwarna. Setiap kali melihat namanya muncul, ada perasaan yang sulit dijelaskan, seolah semua lelah yang kupendam sepanjang hari menghilang begitu saja. Aku menyimpan banyak harapan, bukan karena aku terlalu percaya diri, tetapi karena hatiku benar-benar percaya bahwa suatu saat aku bisa menjadi seseorang yang berarti untuknya. Aku berusaha hadir, berusaha peduli, dan berusaha menunjukkan bahwa perasaanku bukan sekadar rasa kagum yang datang sesaat lalu pergi begitu saja. Namun seiring waktu, aku mulai memahami bahwa tidak semua perasaan akan menemukan tempat untuk pulang. Aku bisa menyayanginya dengan tulus, tetapi itu tidak berarti aku bisa memilikinya. Aku bisa memberikan perhatian, tetapi itu tidak menjamin bahwa aku akan mendapatkan perasaan yang sama sebagai balasannya. Dan di situlah kesedihan yang sebenarnya muncul. Bukan karena aku tidak cukup berjuang, melainkan karena aku harus menerima kenyataan bahwa ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksa, termasuk hati seseorang. Aku sering membayangkan bagaimana jadinya jika semua berjalan sesuai harapan. Aku membayangkan percakapan yang tak pernah habis, cerita yang saling dibagikan, dan kebersamaan yang mungkin bisa tercipta. Tetapi semua itu hanya hidup di dalam pikiranku sendiri. Kenyataannya, aku tetap berdiri di tempat yang sama, sementara dia berjalan menuju arah yang tidak pernah melibatkanku. Aku melihatnya bahagia, melihatnya tersenyum, dan meskipun aku ikut senang, ada bagian kecil dalam diriku yang merasa sedih karena aku tahu aku bukan alasan di balik senyum itu. Ada malam-malam ketika aku mencoba meyakinkan diri untuk berhenti berharap. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa sudah waktunya melepaskan, sudah waktunya menerima bahwa tidak semua cerita harus memiliki akhir yang sesuai dengan keinginan. Tetapi setiap kali aku merasa berhasil melupakan, selalu ada kenangan kecil yang kembali mengingatkanku. Sebuah lagu, sebuah pesan lama, atau bahkan hal sederhana yang pernah kami bicarakan. Rasanya seperti mencoba menutup sebuah buku yang masih ingin kubaca berulang kali, meskipun aku sudah tahu bagaiman

About