@azozh15:

ام روان🌸
ام روان🌸
Open In TikTok:
Region: SA
Friday 29 May 2026 22:39:36 GMT
17570
292
38
61

Music

Download

Comments

aaaaaa23304
ً :
2026-06-06 11:52:52
0
user690439939824
user690439939824 :
[ملصق]
2026-06-03 20:39:22
1
user345235853
ماجد مليباري :
ياسلام على مزاجك الرائع ايوة قلبي عليك ارتاع
2026-06-05 21:59:12
0
sy011232
⚡ برق⚡ :
ابداااااع ذوووووق
2026-06-04 16:13:06
0
ghalee_50
غالي الاثمان :
الله. ابداع 👍
2026-06-04 23:47:51
0
n270022
N :
2026-06-04 22:02:59
0
user8202054825072
يحي ال زريع :
الله عليك جميل جدا مبدعه
2026-06-01 09:05:19
0
user1733447572437
qwsttggdh :
اهاه
2026-06-02 17:30:41
0
khaled.___.2014
🔹khaled.___.2014🔹📸 :
2026-06-04 23:50:55
0
ali_mkrn
ابو احمد :
مساء الورد وعطره🌹🌹🌹 لبى الذووق الرفيع❤️❤️
2026-05-30 20:17:43
0
noarh325
norh :
الله الله❣️
2026-06-06 18:05:31
0
althkh73322
❤️عدن❤️ :
صباح
2026-05-30 02:39:21
0
To see more videos from user @azozh15, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kadang kita berpikir bahwa kemiskinan itu jauh dari kita. Padahal hari ini, kami menemukannya tidak jauh dari tengah kota. Seorang bapak tua bernama Bapak Pendi tinggal bersama istrinya di sebuah tempat sederhana yang bahkan sulit disebut layak untuk dihuni. Tidak ada listrik, tidak ada air, dan untuk mandi maupun ke toilet mereka harus pergi ke fasilitas umum berbayar. Mereka juga tidak memiliki kompor. Untuk memasak, mereka masih menggunakan kayu bakar seadanya. Saat kami datang, Bapak Pendi sedang makan dari makanan sisa yang beliau ambil dari tempat sampah. Yang membuat kami terdiam bukan hanya keadaannya, tetapi caranya bercerita. Tidak ada keluhan. Tidak ada kemarahan. Bahkan ketika kami bertanya tentang anak-anaknya, beliau hanya tersenyum dan berkata bahwa selama masih bisa bekerja memulung, beliau masih bisa makan. Hari ini kami datang membawa sedikit sembako. Tidak banyak, dan mungkin tidak akan mengubah hidup beliau dalam semalam. Namun pertemuan ini mengingatkan kami bahwa di luar sana masih banyak orang yang sedang berjuang dalam diam. Tidak meminta belas kasihan, tidak mengeluh, hanya berusaha bertahan menjalani hari. Tangan yang kasar dan menghitam itu bukan tanda kelemahan. Itu adalah bukti bahwa Bapak Pendi masih terus berjuang untuk hidup, masih terus bekerja, dan belum menyerah pada keadaan. Semoga Allah selalu menjaga kesehatan Bapak Pendi dan istrinya, menguatkan langkah mereka di hari-hari yang berat, mencukupkan rezekinya, dan memberikan kehidupan yang lebih baik ke depannya. Dan untuk siapa pun yang hari ini sedang berjuang dengan caranya masing-masing, teruslah bertahan. Mungkin hidup belum menjadi lebih mudah, tetapi semoga hati kita selalu diberi kekuatan untuk melaluinya. Semoga kita selalu dipertemukan dengan orang-orang baik, dikelilingi oleh kebaikan, dan tidak kehilangan harapan meski keadaan sedang tidak baik-baik saja. Peluk hangat dari Nasi Darurat Palangka Raya 🤍
Kadang kita berpikir bahwa kemiskinan itu jauh dari kita. Padahal hari ini, kami menemukannya tidak jauh dari tengah kota. Seorang bapak tua bernama Bapak Pendi tinggal bersama istrinya di sebuah tempat sederhana yang bahkan sulit disebut layak untuk dihuni. Tidak ada listrik, tidak ada air, dan untuk mandi maupun ke toilet mereka harus pergi ke fasilitas umum berbayar. Mereka juga tidak memiliki kompor. Untuk memasak, mereka masih menggunakan kayu bakar seadanya. Saat kami datang, Bapak Pendi sedang makan dari makanan sisa yang beliau ambil dari tempat sampah. Yang membuat kami terdiam bukan hanya keadaannya, tetapi caranya bercerita. Tidak ada keluhan. Tidak ada kemarahan. Bahkan ketika kami bertanya tentang anak-anaknya, beliau hanya tersenyum dan berkata bahwa selama masih bisa bekerja memulung, beliau masih bisa makan. Hari ini kami datang membawa sedikit sembako. Tidak banyak, dan mungkin tidak akan mengubah hidup beliau dalam semalam. Namun pertemuan ini mengingatkan kami bahwa di luar sana masih banyak orang yang sedang berjuang dalam diam. Tidak meminta belas kasihan, tidak mengeluh, hanya berusaha bertahan menjalani hari. Tangan yang kasar dan menghitam itu bukan tanda kelemahan. Itu adalah bukti bahwa Bapak Pendi masih terus berjuang untuk hidup, masih terus bekerja, dan belum menyerah pada keadaan. Semoga Allah selalu menjaga kesehatan Bapak Pendi dan istrinya, menguatkan langkah mereka di hari-hari yang berat, mencukupkan rezekinya, dan memberikan kehidupan yang lebih baik ke depannya. Dan untuk siapa pun yang hari ini sedang berjuang dengan caranya masing-masing, teruslah bertahan. Mungkin hidup belum menjadi lebih mudah, tetapi semoga hati kita selalu diberi kekuatan untuk melaluinya. Semoga kita selalu dipertemukan dengan orang-orang baik, dikelilingi oleh kebaikan, dan tidak kehilangan harapan meski keadaan sedang tidak baik-baik saja. Peluk hangat dari Nasi Darurat Palangka Raya 🤍

About