@thalitarochaarq:

Thalita Rocha
Thalita Rocha
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 30 May 2026 03:29:51 GMT
342472
7704
75
1446

Music

Download

Comments

amanda_araujo67
Amanda Araújo :
vi muita gente falando que não precisa passagem de 80 cm. se for o único banheiro da casa, é recomendado que seja uma passagem de 80cm no mínimo pra caso seja necessário algum dos moradores utilizar cadeira de rodas. passagens menores que isso, fica inviável passar uma cadeira de rodas e bem complicado pra dar banho em pessoas idosas.
2026-05-30 18:07:41
23
cacaucribeir
Cacaucribeir :
dá sim, o meu é 1.73, paredinha de 1 m, o resto é passagem, fica ótimo
2026-05-30 13:51:01
33
simone.v.silva
Simone V Silva :
o meu tem 160 e ficou top deixei passagen de 60 .
2026-05-30 15:29:52
15
lucas.maia0677
Arquiteto Lucas Maia :
Vão mínimo de passagem e 60cm, mas claro que mais largo é mais confortável e mais estético ! Me chama faço projetos online !
2026-05-30 11:32:49
7
camilamiaqv
camilamiaqv :
DÁ SIM! Porta de giro de box tem 60cm por padrão, pra vcs terem noção. Não precisava ficar vão maior que 60cm. Dá pra fazer com 1,50m, até 1,40m. Menor, a paredinha vai ficar muito pequena e fica feio. O meu banheiro tem 1,50 e estou fazendo a paredinha com 90cm e botando porta de vidro. Aqui no RS precisa fechar o box, pq no inverno fica muito frio. Mas é menos vidro pra limpar e não gosto da estética de box todo de vidro.
2026-05-31 00:11:48
1
user8194559768
Aparecida :
poderia me mandar o vídeo, com mas detalhes! obrigada
2026-06-16 00:17:05
0
micaeljordan_
Micael Jordan :
1,20cm + 60 né isso? Pq se for 1,20cm+80cm é 2 metros e não 1,80
2026-05-31 20:56:33
4
jhonymarques840
jhonny :
Meu banheiro tem 150 , vou fazer de 90 cm , vai ficar ótimo lkkkkk
2026-06-01 18:10:48
5
anunciamaria725
Anuncia Maria :
lindo esse banheiro
2026-06-11 14:07:15
0
simonesoares1861
simonesoares1861 :
Qual a cor desse revestimento?
2026-06-09 00:43:56
0
user3182716981401
André ns :
cada onda vei
2026-06-05 19:48:09
0
julianafernande334
isadora valentina :
lindooo
2026-06-02 23:43:53
0
vclene.souza
Vclene Souza :
o meu e um e vinte e deu p fazer ficou ótimo
2026-05-30 18:32:21
1
pensamento_8_positivo
PENSAMENTOS 🖤 :
Que revestimento lindo 🥰
2026-05-30 10:35:25
0
andrearosaly2
Andréa Miranda :
de sim a passagem pode ser de 60cm
2026-06-02 17:42:48
0
projetarconstruindo1
projetar@construindo :
perfeitamente,
2026-06-01 11:25:48
0
user986842487122
nara :
da sim amiga só preciso de passagem 60cm tá então não precisa de um banheiro muito largo ta
2026-06-02 01:05:13
0
user8194559768
Aparecida :
boa noite, qual é o nome das pedras que cobre as paredes
2026-06-16 00:16:00
0
mogvir22
mogvir22 :
dá sim
2026-05-31 21:41:39
0
patriciafermino13
Patricia Fermino :
Qual a metragem total do seu banheiro?
2026-05-31 02:04:55
0
day34799
Day :
Que banheiro lindo
2026-06-16 17:37:33
0
ralcelima
Ralce Lima :
nao entendi, então como colocamos porta de 60cm na entrada dos banheiros?
2026-05-31 21:49:04
0
user8351050186404luiz
Luiz Estevam :
nunca que aquele espaço que ficou para entrar no Box tem 0,80 centímetros, tem menos
2026-05-31 19:16:05
0
jessicalima.st
Jéssica Lima✨ :
Faz um tour amiga detalhado tô apaixonada nesse banheiro
2026-05-31 14:29:03
0
anabarreto771
Cleide Alencar :
lindo revestimento qual piso vc usou
2026-05-30 12:11:18
0
To see more videos from user @thalitarochaarq, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Ada pertandingan yang hanya dimainkan dengan ego dan kaki: asal tendang. Ada pula pertandingan yang dimainkan dengan kaki dan pikiran. England versus Kroasia tampaknya termasuk kategori kedua. Di atas rumput hijau yang sama, dua filosofi sepak bola akan saling berhadapan. Yang satu datang membawa semangat zaman dengan kualitas pemain yang selalu bertabur bintang. Yang satunya lagi datang membawa kesabaran menunggu waktu. Yang satu ingin bergerak cepat, cerdas dan menciptakan peluang. Yang lain memilih menunggu saat yang tepat baru menyerang. England datang seperti arus listrik bertegangan tinggi. Mereka memiliki Harry Kane yang mampu mengubah setengah peluang menjadi gol. Mereka memiliki Bukayo Saka dan Anthony Gordon yang bergerak lincah seperti dua bilah pedang dari arah yang berbeda. Mereka memiliki Jude Bellingham yang berlari seolah tidak mengenal batas, serta Declan Rice yang menjaga keseimbangan permainan seperti seorang penjaga mercusuar di tengah badai. Jika sepak bola adalah seni bela diri, maka England memainkan kungfu dengan kualitas dan kecepatan tinggi. Lawan belum selesai membaca jurus pertama, jurus kedua dan ketiga sudah lebih dahulu tiba. Namun Kroasia bukan lawan yang mudah dibuat panik. Mereka adalah bangsa yang terbiasa bertahan di tengah tekanan. Dalam sepak bola, watak itu menjelma menjadi kesabaran. Di lini tengah masih berdiri Luka Modric, seorang maestro yang memahami bahwa pertandingan tidak selalu dimenangkan oleh mereka yang berlari paling cepat, melainkan oleh mereka yang paling memahami kapan harus bergerak. Di sampingnya ada Mateo Kovacic. Di belakangnya berdiri Josko Gvardiol. Mereka bukan sekadar pemain. Mereka adalah penjaga ritme yang membuat Kroasia tetap tenang ketika lawan mencoba mengubah pertandingan menjadi badai. Pertandingan ini sesungguhnya tidak akan ditentukan di kotak penalti. Ia akan ditentukan di ruang tengah lapangan. Di sanalah dua generasi akan saling menguji. Modric mewakili pengalaman yang telah kenyang menghadapi tekanan.  Bellingham mewakili keberanian generasi baru yang ingin mempercepat sejarah. Rice bertugas menjaga keseimbangan England, sementara Kovacic berusaha menjaga agar irama permainan tetap berada dalam kendali Kroasia. Sepak bola modern sering kali terlalu sibuk menghitung statistik. Jumlah umpan. Persentase penguasaan bola. Jumlah tembakan ke arah gawang. Padahal ada sesuatu yang tidak tercatat dalam lembar statistik, yaitu kemampuan menciptakan peluang dan mengendalikan suasana pertandingan. Di sinilah England vs Kroasia, memiliki kekuatan dan kelebihan masing-masing. England yang cepat menciptakan peluang, sementara Kroasia yang kesabaran menjemput peluangnya tidak selalu terlihat. Tim ini, tahu kapan harus memperlambat permainan. Mereka tahu kapan harus memancing lawan kehilangan kesabaran. Mereka memahami bahwa dalam pertandingan besar, kepanikan sering kali lebih berbahaya daripada kesalahan taktik. Tetapi England memiliki senjata yang berbeda. Mereka memiliki energi. Mereka memiliki keberanian. Mereka memiliki keyakinan bahwa pertandingan bisa diubah hanya dalam beberapa detik. Satu umpan terobosan dari Bellingham. Satu akselerasi dari Saka. Satu pergerakan Gordon di ruang kosong. Lalu Harry Kane menyelesaikannya dengan ketenangan seorang algojo. Itulah sebabnya saya melihat pertandingan ini sebagai pertarungan antara kecepatan yang cerdas versus kesabaran yang bijaksana. England ingin mempercepat waktu untuk meraih kemenangan. Kroasia ingin mengendalikan waktu menuju kemenangan. England ingin menciptakan ledakan. Kroasia ingin membangun irama. England ingin menyerang sebelum lawan berpikir. Kroasia ingin membuat lawan berpikir terlalu lama sebelum menyerang. Selebihnya tentang skor dan kemenangan akan ditulis oleh rumput, keringat dan waktu. *Oleh Bung Opickh
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Ada pertandingan yang hanya dimainkan dengan ego dan kaki: asal tendang. Ada pula pertandingan yang dimainkan dengan kaki dan pikiran. England versus Kroasia tampaknya termasuk kategori kedua. Di atas rumput hijau yang sama, dua filosofi sepak bola akan saling berhadapan. Yang satu datang membawa semangat zaman dengan kualitas pemain yang selalu bertabur bintang. Yang satunya lagi datang membawa kesabaran menunggu waktu. Yang satu ingin bergerak cepat, cerdas dan menciptakan peluang. Yang lain memilih menunggu saat yang tepat baru menyerang. England datang seperti arus listrik bertegangan tinggi. Mereka memiliki Harry Kane yang mampu mengubah setengah peluang menjadi gol. Mereka memiliki Bukayo Saka dan Anthony Gordon yang bergerak lincah seperti dua bilah pedang dari arah yang berbeda. Mereka memiliki Jude Bellingham yang berlari seolah tidak mengenal batas, serta Declan Rice yang menjaga keseimbangan permainan seperti seorang penjaga mercusuar di tengah badai. Jika sepak bola adalah seni bela diri, maka England memainkan kungfu dengan kualitas dan kecepatan tinggi. Lawan belum selesai membaca jurus pertama, jurus kedua dan ketiga sudah lebih dahulu tiba. Namun Kroasia bukan lawan yang mudah dibuat panik. Mereka adalah bangsa yang terbiasa bertahan di tengah tekanan. Dalam sepak bola, watak itu menjelma menjadi kesabaran. Di lini tengah masih berdiri Luka Modric, seorang maestro yang memahami bahwa pertandingan tidak selalu dimenangkan oleh mereka yang berlari paling cepat, melainkan oleh mereka yang paling memahami kapan harus bergerak. Di sampingnya ada Mateo Kovacic. Di belakangnya berdiri Josko Gvardiol. Mereka bukan sekadar pemain. Mereka adalah penjaga ritme yang membuat Kroasia tetap tenang ketika lawan mencoba mengubah pertandingan menjadi badai. Pertandingan ini sesungguhnya tidak akan ditentukan di kotak penalti. Ia akan ditentukan di ruang tengah lapangan. Di sanalah dua generasi akan saling menguji. Modric mewakili pengalaman yang telah kenyang menghadapi tekanan. Bellingham mewakili keberanian generasi baru yang ingin mempercepat sejarah. Rice bertugas menjaga keseimbangan England, sementara Kovacic berusaha menjaga agar irama permainan tetap berada dalam kendali Kroasia. Sepak bola modern sering kali terlalu sibuk menghitung statistik. Jumlah umpan. Persentase penguasaan bola. Jumlah tembakan ke arah gawang. Padahal ada sesuatu yang tidak tercatat dalam lembar statistik, yaitu kemampuan menciptakan peluang dan mengendalikan suasana pertandingan. Di sinilah England vs Kroasia, memiliki kekuatan dan kelebihan masing-masing. England yang cepat menciptakan peluang, sementara Kroasia yang kesabaran menjemput peluangnya tidak selalu terlihat. Tim ini, tahu kapan harus memperlambat permainan. Mereka tahu kapan harus memancing lawan kehilangan kesabaran. Mereka memahami bahwa dalam pertandingan besar, kepanikan sering kali lebih berbahaya daripada kesalahan taktik. Tetapi England memiliki senjata yang berbeda. Mereka memiliki energi. Mereka memiliki keberanian. Mereka memiliki keyakinan bahwa pertandingan bisa diubah hanya dalam beberapa detik. Satu umpan terobosan dari Bellingham. Satu akselerasi dari Saka. Satu pergerakan Gordon di ruang kosong. Lalu Harry Kane menyelesaikannya dengan ketenangan seorang algojo. Itulah sebabnya saya melihat pertandingan ini sebagai pertarungan antara kecepatan yang cerdas versus kesabaran yang bijaksana. England ingin mempercepat waktu untuk meraih kemenangan. Kroasia ingin mengendalikan waktu menuju kemenangan. England ingin menciptakan ledakan. Kroasia ingin membangun irama. England ingin menyerang sebelum lawan berpikir. Kroasia ingin membuat lawan berpikir terlalu lama sebelum menyerang. Selebihnya tentang skor dan kemenangan akan ditulis oleh rumput, keringat dan waktu. *Oleh Bung Opickh

About