@sawko1210: OH OH I GOT A TASTE OF THE GOOD LIFE

ဖိဒိၣ်တူၢ်ငါ
ဖိဒိၣ်တူၢ်ငါ
Open In TikTok:
Region: TH
Saturday 30 May 2026 07:15:49 GMT
330
9
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sawko1210, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Aku tidak sedang menghitung berapa lama lagi aku harus menunggumu. Karena jika memang kamu adalah rumahku, sejauh apa pun aku berjalan, aku akan tetap sampai.” Ada hari-hari ketika rindu terasa begitu sunyi. Bukan karena tak ada yang bisa diajak bicara. Bukan karena dunia berhenti berputar. Tetapi karena ada seseorang yang hidup di dalam hati, namun belum bisa hidup di dalam kenyataan. Dan orang itu adalah kamu. Karena sejak awal, cinta ini tidak pernah lahir untuk memaksa. Ia tumbuh seperti hujan yang jatuh diam-diam pada malam hari. Tak bersuara. Tak meminta siapa pun untuk memperhatikan. Namun perlahan membasahi seluruh isi hati. Begitulah caraku mencintaimu. Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri… Mengapa harus kamu? Mengapa dari sekian banyak manusia yang pernah kutemui, hatiku justru memilih seseorang yang tidak mudah kugapai? Mengapa namamu terasa begitu dekat, padahal jarak masih memisahkan kita dengan begitu kejam? Mengapa wajahmu terasa seperti rumah, padahal aku bahkan belum pernah benar-benar tinggal di dalam hidupmu? Aku mencari jawabannya selama bertahun-tahun. Dan akhirnya aku menyerah. Karena ada beberapa perasaan yang memang tidak membutuhkan alasan. Seperti langit yang tidak pernah menjelaskan mengapa ia memilih senja untuk terlihat paling indah. Dan seperti aku… Yang tidak pernah mampu menjelaskan mengapa selalu menemukan ketenangan ketika mengingatmu. Aku hanya memiliki doa. Aku hanya memiliki harapan. Aku hanya memiliki keyakinan yang bahkan terkadang terlihat begitu rapuh. Namun justru dari situlah aku belajar sesuatu. Bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki. Kadang cinta adalah tentang bertahan. Tentang menjaga perasaan tetap hidup tanpa harus memenjarakan seseorang di dalamnya. Tentang merawat harapan tanpa menjadikannya beban. Tentang menunggu tanpa mengeluh kepada waktu. Mungkin karena jauh di dalam diriku, aku percaya bahwa tidak semua penantian diciptakan untuk berakhir sia-sia. Bahwa Tuhan tidak mempertemukan dua hati tanpa alasan. Bahwa beberapa orang memang dipisahkan oleh waktu, agar mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh terlebih dahulu. Mungkin hari ini aku belum pantas berdiri di sampingmu. Mungkin hari ini masih ada banyak hal yang harus kubenahi dalam diriku. Masih ada luka yang harus kusembuhkan. Masih ada ketakutan yang harus kukalahkan. Masih ada mimpi yang harus kuperjuangkan. Karena itu aku memilih menunggu. Bukan karena aku lemah. Tetapi karena aku percaya. Aku percaya bahwa segala sesuatu yang indah membutuhkan waktu untuk tumbuh. Seperti benih yang harus bertahan dalam gelap sebelum menjadi pohon. Seperti hujan yang harus jatuh ribuan kali sebelum melahirkan sungai. Seperti doa yang terkadang harus menempuh perjalanan panjang sebelum sampai pada jawaban. Dan jika benar takdir sedang menulis cerita kita… Maka aku tidak ingin terburu-buru membalik halamannya. Aku ingin menikmati setiap prosesnya. Setiap luka yang mengajarkan kesabaran. Setiap rindu yang mengajarkan ketulusan. Setiap kehilangan yang mengajarkan arti syukur. Karena aku tahu… Ketika hari itu tiba. Aku tidak akan menyesali panjangnya penantian. Aku hanya akan bersyukur. Karena ternyata seluruh jalan yang berliku itu… Seluruh air mata yang pernah jatuh diam-diam… Seluruh malam yang kulewati sendirian… Pada akhirnya tidak sedang membawaku ke mana-mana. Melainkan sedang membawaku pulang. Pulang kepadamu. Pulang kepada seseorang yang sejak awal telah diajarkan oleh hatiku untuk dicintai. Dan jika takdir benar-benar sedang menulis cerita kita… Maka biarlah ia menulis selama yang ia mau. Biarlah waktu menyusun setiap bab dengan caranya sendiri. Karena aku tidak sedang menghitung berapa lama lagi aku harus menunggumu. Aku hanya sedang memastikan bahwa ketika halaman terakhir itu tiba… Aku masih menjadi orang yang sama. Orang yang tetap memilihmu. Orang yang tetap percaya. Orang yang tetap menunggu. Dan orang yang akan berkata, “Aku tidak pernah kehilangan arah. Karena sejak awal, hatiku selalu tahu ke mana harus pulang.” #kopisusu0606 #PuisiCinta #PuisiMelankolis #KatakataDeep #RinduDalamDiam
“Aku tidak sedang menghitung berapa lama lagi aku harus menunggumu. Karena jika memang kamu adalah rumahku, sejauh apa pun aku berjalan, aku akan tetap sampai.” Ada hari-hari ketika rindu terasa begitu sunyi. Bukan karena tak ada yang bisa diajak bicara. Bukan karena dunia berhenti berputar. Tetapi karena ada seseorang yang hidup di dalam hati, namun belum bisa hidup di dalam kenyataan. Dan orang itu adalah kamu. Karena sejak awal, cinta ini tidak pernah lahir untuk memaksa. Ia tumbuh seperti hujan yang jatuh diam-diam pada malam hari. Tak bersuara. Tak meminta siapa pun untuk memperhatikan. Namun perlahan membasahi seluruh isi hati. Begitulah caraku mencintaimu. Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri… Mengapa harus kamu? Mengapa dari sekian banyak manusia yang pernah kutemui, hatiku justru memilih seseorang yang tidak mudah kugapai? Mengapa namamu terasa begitu dekat, padahal jarak masih memisahkan kita dengan begitu kejam? Mengapa wajahmu terasa seperti rumah, padahal aku bahkan belum pernah benar-benar tinggal di dalam hidupmu? Aku mencari jawabannya selama bertahun-tahun. Dan akhirnya aku menyerah. Karena ada beberapa perasaan yang memang tidak membutuhkan alasan. Seperti langit yang tidak pernah menjelaskan mengapa ia memilih senja untuk terlihat paling indah. Dan seperti aku… Yang tidak pernah mampu menjelaskan mengapa selalu menemukan ketenangan ketika mengingatmu. Aku hanya memiliki doa. Aku hanya memiliki harapan. Aku hanya memiliki keyakinan yang bahkan terkadang terlihat begitu rapuh. Namun justru dari situlah aku belajar sesuatu. Bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki. Kadang cinta adalah tentang bertahan. Tentang menjaga perasaan tetap hidup tanpa harus memenjarakan seseorang di dalamnya. Tentang merawat harapan tanpa menjadikannya beban. Tentang menunggu tanpa mengeluh kepada waktu. Mungkin karena jauh di dalam diriku, aku percaya bahwa tidak semua penantian diciptakan untuk berakhir sia-sia. Bahwa Tuhan tidak mempertemukan dua hati tanpa alasan. Bahwa beberapa orang memang dipisahkan oleh waktu, agar mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh terlebih dahulu. Mungkin hari ini aku belum pantas berdiri di sampingmu. Mungkin hari ini masih ada banyak hal yang harus kubenahi dalam diriku. Masih ada luka yang harus kusembuhkan. Masih ada ketakutan yang harus kukalahkan. Masih ada mimpi yang harus kuperjuangkan. Karena itu aku memilih menunggu. Bukan karena aku lemah. Tetapi karena aku percaya. Aku percaya bahwa segala sesuatu yang indah membutuhkan waktu untuk tumbuh. Seperti benih yang harus bertahan dalam gelap sebelum menjadi pohon. Seperti hujan yang harus jatuh ribuan kali sebelum melahirkan sungai. Seperti doa yang terkadang harus menempuh perjalanan panjang sebelum sampai pada jawaban. Dan jika benar takdir sedang menulis cerita kita… Maka aku tidak ingin terburu-buru membalik halamannya. Aku ingin menikmati setiap prosesnya. Setiap luka yang mengajarkan kesabaran. Setiap rindu yang mengajarkan ketulusan. Setiap kehilangan yang mengajarkan arti syukur. Karena aku tahu… Ketika hari itu tiba. Aku tidak akan menyesali panjangnya penantian. Aku hanya akan bersyukur. Karena ternyata seluruh jalan yang berliku itu… Seluruh air mata yang pernah jatuh diam-diam… Seluruh malam yang kulewati sendirian… Pada akhirnya tidak sedang membawaku ke mana-mana. Melainkan sedang membawaku pulang. Pulang kepadamu. Pulang kepada seseorang yang sejak awal telah diajarkan oleh hatiku untuk dicintai. Dan jika takdir benar-benar sedang menulis cerita kita… Maka biarlah ia menulis selama yang ia mau. Biarlah waktu menyusun setiap bab dengan caranya sendiri. Karena aku tidak sedang menghitung berapa lama lagi aku harus menunggumu. Aku hanya sedang memastikan bahwa ketika halaman terakhir itu tiba… Aku masih menjadi orang yang sama. Orang yang tetap memilihmu. Orang yang tetap percaya. Orang yang tetap menunggu. Dan orang yang akan berkata, “Aku tidak pernah kehilangan arah. Karena sejak awal, hatiku selalu tahu ke mana harus pulang.” #kopisusu0606 #PuisiCinta #PuisiMelankolis #KatakataDeep #RinduDalamDiam

About