@ispeedx: haque ignorante ff kakkakskkkk

ISPEEDx
ISPEEDx
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 31 May 2026 04:17:51 GMT
184956
6223
51
254

Music

Download

Comments

lucas.rp11
Lucas Anti Social :
porque o painel dele e diferente da sala do laudio
2026-05-31 11:53:28
58
01blackzinff
Blackzin ff ✪ :
alguém manda código 😭
2026-05-31 22:48:35
3
papiito.ff
𝐏𝐀𝐏𝐈𝐓𝐎 𝐅𝐅 :
qual código da sala mano??? 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-06-01 22:28:22
4
unknowzn810
UNKNOWN ZN 💮 :
7 EM UMA PARGIDA DOIDO JJJKKKKDKDKD
2026-05-31 06:48:16
5
alexis17940
ALEXIS FF :
bro plis pasa secha
2026-06-10 07:58:30
0
johnnyclaudionez4
johnny :
decupracima
2026-05-31 16:29:40
5
caio.cunha.poluce
Caio Cunha Poluceno :
eu jogo
2026-06-27 16:01:55
0
leclay.1
careca :
Grupo misto x4 🐉💙 !!! Pv
2026-06-05 07:18:12
0
ebfledit7
benilson o mais mídia :
"Tam Bon"
2026-06-05 22:14:55
0
guerreiro40
Fishtronaut🤣😍 :
Bora pode sair do jogo!!! tá bom 🥲
2026-06-04 11:01:02
1
wandrey.souza13
wandreyzzzz_211 :
#22F34 SENHA CODEVIP2026
2026-06-03 02:15:57
1
clarkzzz444
Clarkzzz444 :
A risada KKKKKKKKKKKKKK
2026-06-02 18:50:17
0
murilo_tdr1
murilo_tdr :
"qual é seu Cheetos"
2026-06-02 15:50:19
0
lucaswendeu
azulmelo :
salve
2026-05-31 04:54:37
0
oral_124
нуртас :
#22F34
2026-06-01 23:09:30
0
atn99973
atngoat :
tu é o dono da sala? faz mais vídeo assim
2026-05-31 16:59:17
0
mairafernanda78
ANA VITORIA :
#22F34
2026-06-15 03:04:19
0
jfootzz
JM7 :
xavier
2026-06-02 15:05:34
0
ryan.augusto408
TW RYAN :
@yasminaetio:ؘ
2026-05-31 18:54:36
0
yasqs2
yasmin :
ki minino
2026-05-31 13:33:15
2
rhuanzin.dr76
rhuanzzk🎭💍💍 :
primeiro antes de viralizar
2026-05-31 04:21:36
1
To see more videos from user @ispeedx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Akhir dari Rimuru. ---  Rimuru terbaring sendirian. Darah mengalir pelan dari tubuhnya. Napasnya tinggal satu. Ia menatap langit yang mulai tertutup awan.
Akhir dari Rimuru. --- Rimuru terbaring sendirian. Darah mengalir pelan dari tubuhnya. Napasnya tinggal satu. Ia menatap langit yang mulai tertutup awan. "...Jadi..." "Ini akhirnya." Tak ada rasa takut di wajahnya. Hanya kesepian. Senyum tipis terlukis di bibirnya. "Aku benar-benar..." "...ingin pulang." Air mata mengalir dari sudut matanya. "Shuna..." "Pasti akan memarahiku karena pulang dalam keadaan berantakan." "Shion..." "Pasti menangis lagi." "Diablo..." "Kau pasti akan menyalahkan dirimu sendiri." Rimuru tertawa lirih. "Padahal..." "Bukan salah kalian." Suara detak jantungnya semakin pelan. Ia memejamkan mata. "Veldora..." "Aku minta maaf." "Kita bahkan belum sempat bertanding lagi." "Aku masih ingin mendengar ocehanmu..." "Masih ingin tertawa bersamamu." "Tapi..." "...kurasa sampai di sini saja." Satu air mata terakhir jatuh. "...Terima kasih." "...karena sudah menjadi sahabatku." Senyumnya tetap ada... Saat napas terakhirnya menghilang. --- Beberapa saat kemudian... Langit terkoyak. "RIMURUUUUUUU!!!" Veldora turun menghantam bumi. Aura naganya menyapu seluruh medan perang. Matanya langsung mencari satu sosok. Lalu... Ia melihat tubuh itu. Tubuh yang begitu dikenalnya. Terbaring sendirian. Veldora berlari secepat yang belum pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. "Rimuru!" Ia berlutut. Mengangkat tubuh sahabatnya. Masih hangat. "Syukurlah..." "Kau masih hangat..." Tangannya buru-buru menyalurkan sihir. Mana memenuhi tubuh Rimuru. Luka-luka tertutup. Namun... Jantung itu... Tidak pernah berdetak lagi. Veldora terus menuangkan mana. Lebih banyak. Lebih banyak lagi. "Hidup..." "Tolong..." "Hidup..." Mana seorang True Dragon mampu mengguncang dunia. Namun... Tak mampu mengembalikan satu nyawa. Tangannya mulai gemetar. "Tidak..." "Bangun..." "Kau selalu bangun." "Setelah semua yang kita lewati..." "Kau selalu bangun." Suaranya mulai pecah. "Jangan kali ini..." "Jangan tinggalkan aku..." Ia mengguncang tubuh Rimuru perlahan. "Kalau kau marah..." "Aku minta maaf." "Kalau aku membuatmu kesal..." "Aku minta maaf." "Asal kau buka matamu lagi..." "Tolong..." "Aku akan melakukan apa saja." Keheningan. Tak ada jawaban. Hanya tubuh dingin yang perlahan kehilangan kehangatan. Saat itu juga... Sesuatu di dalam diri Veldora hancur. Ia memeluk Rimuru erat. Sangat erat. Seolah takut jika ia melepaskan pelukannya... Rimuru akan benar-benar pergi. Air matanya jatuh tanpa henti. "Aku terlambat..." "Hanya..." "Hanya beberapa menit..." "Kenapa aku tidak lebih cepat..." "Kenapa bukan aku yang mati..." Raungannya mengguncang langit. Namun dunia tetap diam. Ia bangkit. Menggendong tubuh Rimuru. Bukan seperti True dragon. Melainkan seperti seorang kakak... Yang sedang membawa adiknya pulang untuk terakhir kali. Sepanjang perjalanan menuju Tempest... Veldora terus berbicara. Seolah Rimuru masih bisa mendengarnya. "Rimuru..." "Ingat waktu pertama kali kita bertemu?" "Kau bilang kita akan menjadi sahabat." "Aku tidak pernah punya sahabat." "Kau yang pertama." "Dan sekarang..." "Kau juga yang pertama meninggalkanku." Air matanya menetes membasahi rambut biru Rimuru. "Aku tidak tahu..." "...bagaimana caranya hidup di dunia yang tidak memilikimu." Saat gerbang Tempest terlihat... Seluruh penduduk keluar menyambut. Mereka tersenyum. Mereka mengira rajanya telah kembali. Namun senyum itu perlahan hilang. Karena yang mereka lihat... Bukan Rimuru yang berjalan di depan. Melainkan Veldora... Dengan kepala tertunduk... Menggendong tubuh Rimuru yang tak lagi bernapas. Tak ada seorang pun yang berani bersuara. Tangisan pecah di seluruh Tempest. Veldora memandang wajah sahabatnya untuk terakhir kali. Lalu dengan suara yang begitu lirih hingga hampir tak terdengar, ia berkata, "Kau pernah menyelamatkanku dari kesepian selama ratusan tahun..." "Tapi saat kau membutuhkan seseorang..." "...aku bahkan tidak berhasil menyelamatkanmu." Ia mengecup lembut dahi Rimuru. Lalu memeluknya sekali lagi. Sangat erat. Seolah berharap... Jika ia memeluknya cukup lama... Sahabatnya akan membuka mata dan berkata seperti biasa, namun kenyataan membuat harapan itu lenyap. #rimurutempest #tenseishitaraslimedattaken #tensura

About