Ironman Karatan :
KH Baidhowi Sirodj (Kajen, Pati)
صَلّى الْإِلَهُعَلَى النّبِيِّ مُحَمّدٍ ۞ خَيْرِ الْمُرَبِّي لِلْأَنَامِ هُدِيِّي
Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, sebaik-baik pendidik dan pembawa petunjuk bagi seluruh manusia.
مَنْعَلّمَالنّاسَالشّرِيعَةَوَالْهُدَى ۞ وَأَنَارَقَلْبَالْجَاهِلِ الْأُمِّيِّي
Dialah yang mengajarkan syariat dan petunjuk kepada manusia, serta menerangi hati orang-orang yang belum tahu dan buta aksara.
وَعَلَى بَنِي الشّيْخِ الْمُتَمَكِّنِ الّذِي ۞ نَشَرَالْعُلُومَبِكَاجِنٍ قَاصِيِّي
Dan semoga keselamatan tercurah kepada keturunan Syekh Mutamakkin, ulama yang menyebarkan ilmu agama di daerah Kajen yang dulunya terpencil.
بَيْضَاوِيّالنّدْبُالسّلِيلُنَمَا لَهُ۞ نَسَبٌ كَرِيمٌ كالسِّرَاجِ ذَكِيِّي
Kiai Baidhowi adalah sosok pemuda teladan yang mengalir dalam dirinya nasab mulia, laksana lampu penerang yang menyala terang.
فِي عَامِ أَلْفٍ وَالْمِئَاتِ وِلَادَةٌ ۞ لِلْفَاضِلِ ابْنِ سِيرَاجٍ الْقَوِيِّي
Pada tahun 1900-an lahir al-fadhil sosok yang utama, putra dari Kiai Sirodj yang gigih.
قَدْكَانَوَالِدُهُسِيرَاجٌ تَاجِراً ۞ حَتّى سَقَاهُالْجَدّفِي الرّؤْيِيِّي
Dahulu ayahnya, Kiai Sirodj, adalah seorang pedagang, sampai suatu ketika sang kakek memberikan minum kepadanya di dalam mimpi.
مَاءً لَدُنِّيّاً بِفَضْلِ إِلَهِنَا ۞ فَأَطَاعَكُلّكِتَابِنَا الْمَحْوِيِّي
Air itu adalah isyarat ilmu ladunni atas karunia Allah, sehingga seketika itu juga beliau mampu menguasai kitab-kitab agama yang dipelajari.
وَبَنَى بَنُونَالْوِتْنِ مَعْهَدَعِزِّهِمْ۞ فِي شَرْقِ قَبْرِ الْوَالِي الزّكِيِّي
Lalu keturunan beliau mendirikan Pondok Pesantren Wetan Banon sebagai pusat perjuangan, tepat di sebelah timur makam sang wali yang suci (Mbah Mutamakkin).
بَيْضَاوِيّالشّهْمُالصّغِيرُرَعَى لَنَا ۞ مِنْأَفْرُخٍ وَغَنَائِمٍ وَجَدْيِي
Kyak Baidhowi kecil yang berwibawa suka menyayangi hewan peliharaan, mulai dari anak ayam, domba, hingga kambing muda.
رَحَلَالْغُلَامُلِتِرْمِسٍ وَتَبُوءِ رِنْ۞ جٍ ثُمّلَاصَمَمَعْهَدِ التّقْوِيِّي
Beliau pergi mengaji ke Termas (Pacitan), Tebuireng (Jombang), lalu ke Lasem (Rembang) yang menjadi pesantren tempat memperdalam ilmu .
2026-05-31 14:39:41