@sa3turn3: rest in peace goo hara#xyzabc #goohara #fyp #Kpop #kara

Sa3turn𐙚
Sa3turn𐙚
Open In TikTok:
Region: FR
Sunday 31 May 2026 12:45:35 GMT
787080
172533
505
2938

Music

Download

Comments

ashasupersecretspam
🪽 :
this feels so disrespectful
2026-05-31 17:33:01
22113
miomin777
miomin777 :
it goes to show how many people value a woman by their purity more than the actual person the woman is. we r not viewed or valued as real people
2026-06-06 07:55:05
10
milinskyyy
𝐦𝐢𝐥𝐞𝐧𝐚 :
Y’all saying this is disrespectful did NOT know goo hara
2026-06-01 08:46:24
2859
itz_mochi_me
itz_mochi_me :
What do ppl expect u to put ? A sad audio that doesn’t fix anything nor make it better , I actually find this video good , she was a beautiful person with a beautiful heart she deserves an upbeat song not some stupid sad song?
2026-06-01 02:55:32
967
isablunt
isa ♡ :
i know youre raising awareness and showing how amazing goo hara was, but with the song and edit its disrespectful since the song is upbeat and talking about lovers and all, doesnt match the topic we are on. please make another video with a calm song and delete this but thank you for raising awareness about the victims and goo hara❤️
2026-05-31 23:24:20
5019
phellixcat
Ery :
can yall just READ the context????? yall ignored everything and focused on the music????????
2026-06-01 11:33:08
345
njz_ot5truther
˚☽˚.⋆melރ🇹🇷🇹🇲.𖥔 ݁ ˖¹² :
this song and edit feels insensitive
2026-05-31 16:52:32
7404
yuri.bri7
Bri🍓 :
To the ppl saying this video is disrespectful, I feel like this is bringing awareness if anything
2026-06-02 06:19:28
353
sumthing.0o0
Tanii :
yall do realize when they put an upbeat song and a more happy editing style it helps push the algorithm if ppl interact right? they aren't TRYING to be disrespectful😭
2026-06-01 11:28:38
470
aneeqa888
Aniqa ⍥⃝ :
feels disrespectful but this is literally how im finding out more about her
2026-06-01 14:38:09
569
bunnzyee._
𝒮⁸ :
i hope yall realize a lot of ppl are learning abt her and her story bc of this video..
2026-06-01 14:14:59
178
r4ndom_ed1ts_m
️ :
This isnt direspectful she actually raised awareness I didnt even know her before this vid and what she did and she had an impact to the industry
2026-06-01 06:26:12
125
anisameowzilla
🐈‍⬛ :
guys I don't get how it's disrespectful it's just informing people like ik some of y'all might already know but some others don't know why
2026-05-31 21:53:27
366
perimenopausee
menopause :
the only disrespectful thing is the comments like take this seriously
2026-06-01 19:29:55
173
beanzontoast52
𒉭BeanzOnToast⦻ :
ppl saying how this is disrespectful more than actually talking about the very serious topic 😐 like we have bigger problems i fear, also the editor didn't mean it let's move on
2026-06-01 19:17:23
46
thientreetrunk
thien tri :
To everyone saying this video is “insensitive” or “disrespectful” I want yall to remember satire is NOT meant to be taken as JUST humor, that’s the whole point of satire
2026-06-01 20:54:21
47
inbellaway
𝔅𝔢𝔩𝔩𝔞✩⁰⁸⁰¹ 🐸 :
Poor hara
2026-05-31 15:38:34
269
rizzvia
riri📿 :
bro can yall not focus on the edit or the audio and actually focus on the message🙄
2026-06-01 16:52:12
40
jessicajungsgeekbar
wingstopkensie2001 :
you could’ve chose a different sound this one in particular is so insensitive oh my gosh? 😭
2026-06-01 14:39:51
11
ggaauuddii
Gauđi :
Everyone in the comments so insensitive, this was someone’s life… even the tiktok seems insensitive
2026-05-31 21:23:27
66
holaaaaaaa.a123
•𖥔 ݁ ˖ 𝓜 ༉‧₊˚✧ :
R.I.P we lost such a diva and good person😭
2026-06-01 02:50:01
35
livystj
livy :
i think its more disrespectful to comment that this video is disrespectful rather than supporting to raise awareness
2026-06-01 10:00:57
83
To see more videos from user @sa3turn3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Timbunan sampah yang terus meningkat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Setiap hari, petugas mengangkut sekitar 51 ton sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di sisi lain, tingkat pengolahan sampah di daerah ini masih belum mencapai 40 persen. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Trenggalek mengajak masyarakat mengubah pola pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Pemerintah mendorong warga mulai memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal mengurangi beban TPA. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyampaikan ajakan tersebut saat mengikuti upacara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 secara nasional melalui telekonferensi. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” (Now for Climate). Menurut Cusi, rumah tangga memegang peran utama dalam menyelesaikan persoalan sampah karena menjadi sumber terbesar penghasil limbah sehari-hari. “Kami berharap masyarakat mulai membangun kesadaran untuk memilah sampah langsung dari sumbernya. Langkah sederhana ini dapat mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Cusi Kurniawati, Sabtu (6/6/2026). Sampah Organik Jadi Kompos, Anorganik Jadi Sumber Penghasilan Cusi menjelaskan, warga dapat mengolah sampah organik secara mandiri menjadi pupuk kompos dengan memanfaatkan komposter, lubang biopori, maupun metode sederhana lainnya. Sementara itu, warga dapat menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus bekas, dan logam ke bank sampah atau program daur ulang untuk mendapatkan nilai ekonomi tambahan “Sampah anorganik memiliki nilai ekonomi. Warga bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui bank sampah atau sistem daur ulang yang tersedia,” katanya. Menurutnya, petugas idealnya hanya mengangkut sampah residu ke TPA, yakni sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan atau didaur ulang kembali. Jika masyarakat konsisten memilah sampah sejak awal, volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara signifikan “Ketika masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, armada pengangkut hanya membawa sampah residu ke TPA. Cara ini efektif mengurangi penumpukan sampah dan mencegah praktik open dumping,” jelasnya. Pemkab Dorong Gerakan Massal Pengelolaan Sampah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. “Kita harus menjadikan Hari Lingkungan Hidup sebagai gerakan nyata. Lingkungan hidup sangat menentukan masa depan kita, dan persoalan sampah harus kita tangani bersama,” ujar Edy. Edy juga mengajak warga membiasakan pemisahan tiga jenis sampah sejak dari rumah, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Pemkab Perluas Program Sangu Sampah di Sekolah Pemkab Trenggalek terus memperluas edukasi pengelolaan sampah melalui berbagai program. Salah satu program unggulan yang terus berkembang adalah Sangu Sampah di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, pemerintah menanamkan budaya memilah sampah sejak usia dini sekaligus mengenalkan konsep pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. “Kami terus melakukan sosialisasi mulai dari tingkat keluarga, lingkungan RT, hingga sekolah. Program Sangu Sampah kami harapkan mampu membentuk kebiasaan positif bagi generasi muda,” kata Edy. Alokasikan Anggaran untuk Perbaikan Armada Sampah Selain mengedukasi masyarakat, Pemkab Trenggalek juga memperkuat sarana pengelolaan sampah. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sejumlah armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan. Edy mengakui keterbatasan fiskal daerah masih menjadi tantangan. Namun, pemerintah tetap berupaya menjaga kualitas layanan kebersihan bagi masyarakat. #dlhtrenggalek #harilingkunganhidup2026 #pilahsampah #tpatrenggalek #bioztv
Timbunan sampah yang terus meningkat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Setiap hari, petugas mengangkut sekitar 51 ton sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di sisi lain, tingkat pengolahan sampah di daerah ini masih belum mencapai 40 persen. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Trenggalek mengajak masyarakat mengubah pola pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Pemerintah mendorong warga mulai memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal mengurangi beban TPA. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyampaikan ajakan tersebut saat mengikuti upacara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 secara nasional melalui telekonferensi. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” (Now for Climate). Menurut Cusi, rumah tangga memegang peran utama dalam menyelesaikan persoalan sampah karena menjadi sumber terbesar penghasil limbah sehari-hari. “Kami berharap masyarakat mulai membangun kesadaran untuk memilah sampah langsung dari sumbernya. Langkah sederhana ini dapat mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Cusi Kurniawati, Sabtu (6/6/2026). Sampah Organik Jadi Kompos, Anorganik Jadi Sumber Penghasilan Cusi menjelaskan, warga dapat mengolah sampah organik secara mandiri menjadi pupuk kompos dengan memanfaatkan komposter, lubang biopori, maupun metode sederhana lainnya. Sementara itu, warga dapat menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus bekas, dan logam ke bank sampah atau program daur ulang untuk mendapatkan nilai ekonomi tambahan “Sampah anorganik memiliki nilai ekonomi. Warga bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui bank sampah atau sistem daur ulang yang tersedia,” katanya. Menurutnya, petugas idealnya hanya mengangkut sampah residu ke TPA, yakni sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan atau didaur ulang kembali. Jika masyarakat konsisten memilah sampah sejak awal, volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara signifikan “Ketika masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, armada pengangkut hanya membawa sampah residu ke TPA. Cara ini efektif mengurangi penumpukan sampah dan mencegah praktik open dumping,” jelasnya. Pemkab Dorong Gerakan Massal Pengelolaan Sampah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. “Kita harus menjadikan Hari Lingkungan Hidup sebagai gerakan nyata. Lingkungan hidup sangat menentukan masa depan kita, dan persoalan sampah harus kita tangani bersama,” ujar Edy. Edy juga mengajak warga membiasakan pemisahan tiga jenis sampah sejak dari rumah, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Pemkab Perluas Program Sangu Sampah di Sekolah Pemkab Trenggalek terus memperluas edukasi pengelolaan sampah melalui berbagai program. Salah satu program unggulan yang terus berkembang adalah Sangu Sampah di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, pemerintah menanamkan budaya memilah sampah sejak usia dini sekaligus mengenalkan konsep pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. “Kami terus melakukan sosialisasi mulai dari tingkat keluarga, lingkungan RT, hingga sekolah. Program Sangu Sampah kami harapkan mampu membentuk kebiasaan positif bagi generasi muda,” kata Edy. Alokasikan Anggaran untuk Perbaikan Armada Sampah Selain mengedukasi masyarakat, Pemkab Trenggalek juga memperkuat sarana pengelolaan sampah. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sejumlah armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan. Edy mengakui keterbatasan fiskal daerah masih menjadi tantangan. Namun, pemerintah tetap berupaya menjaga kualitas layanan kebersihan bagi masyarakat. #dlhtrenggalek #harilingkunganhidup2026 #pilahsampah #tpatrenggalek #bioztv

About