@kasihdewitri13_10: #fypppp#rambut#brown#lewatberandafyp

userrrr0310
userrrr0310
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 31 May 2026 13:27:14 GMT
132443
27752
30
876

Music

Download

Comments

zahra61787
araaaa✌️ :
setiap kena matahari di situlah pada ngomong rambut lu di waranain 🗿
2026-06-01 09:41:49
394
strawberrydee84
n :
udah dari kecil
2026-06-01 05:28:15
276
qynazluv
zyo :
gw udh di warnain☹️
2026-06-01 07:51:46
52
monicaa_ameliaa
caa :
huft🗿
2026-06-01 07:23:39
54
uwiiii_dee
1️⃣3️⃣ :
sama ihhh
2026-06-01 04:59:51
30
rifa26904
★Rifa★ :
kadang marna merah
2026-06-01 06:13:32
12
zipzipsukaspiderman_
zip🕷 :
p
2026-05-31 17:12:42
3
pppttrriia0
ppittrrii_ :
kak? sampe bekukus rmbut ku🥰
2026-06-01 11:54:54
9
zeo.x.vio
⏤͟͟͞͞кιηg`٭⍴ᥱᥒȷᥲһᥲ𝗍⊹ :
iya jir kalo kena matahari gw langsung kek semir🗿
2026-06-01 12:35:42
4
hiiniazmi07
Azmiiiiiii :
eakkkk
2026-06-03 11:05:49
1
keyadadimsummatchaa1
sha_mie goreng _gk pake kecap :
𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚋𝚕𝚗𝚐 𝚔𝚢 "𝚒𝚑 𝚙𝚒𝚛𝚊𝚗𝚐" 𝚓𝚓𝚛 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚑𝚊𝚕 𝚛𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚊𝚑𝚊𝚛𝚒
2026-06-01 10:30:19
10
caca.stecu06
elmoyy :
huf
2026-06-01 15:25:21
0
zhalmjggirlneww_
ccaa_ :
kdang² ajah👌
2026-06-01 06:02:36
5
mitratra6
mitra _saja :
rambut gw hitam tapi minusnya kalau kena matahari jd pirang
2026-06-04 05:45:42
0
you_l0verr0
yaa🙇‍♀️🕷 :
dari umur 4 tahun udh di warnain makannya sekarang blnde
2026-06-01 09:42:25
1
fikaw_5
f i k a :
efek ganti' warna rambut akunya
2026-06-01 12:01:45
0
theclasssixxsindangreret
@classsixx🅰️Sindang reret :
tapi ga pernah warnain rambut ko, tapi kalo kena sinar matari jadi warna coklat
2026-06-01 10:07:33
0
feliciaq7
fly_fylcia👻 :
Bwaan dri lahir☺️
2026-06-01 04:53:05
13
misna_300311
mm_snaa🤷🏽‍♀️ :
mantann blondee 🫵
2026-06-01 14:32:41
0
npdicrii
? :
😻😻😻
2026-06-02 07:58:16
0
airacantik788
rra :
@@angellie.vka
2026-06-05 07:50:47
0
To see more videos from user @kasihdewitri13_10, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About