@mili_moli24: @gianne 🤣 #sambosdelsocavon #sixseven #famous #fyp

moli
moli
Open In TikTok:
Region: PE
Sunday 31 May 2026 21:03:09 GMT
8482
591
21
11

Music

Download

Comments

johelrafi
ElGanadero :
Si baila caporal ya saben 🗿 son un 10 😎
2026-06-07 23:59:42
0
gatooxfig
armc99 :
2026-06-07 20:10:28
0
jonathan_op_
Jonathan OP 🧸🔥 :
hermosas
2026-06-04 13:25:47
0
feroz8805
feroz :
❤️amores 😳
2026-06-06 11:40:18
0
bryanalejos87
BryanCristofer :
Full anvel🫢😉
2026-06-05 13:37:52
0
johnfredysanchezvita
Johnas :
2026-06-05 04:04:00
0
cristianestrada2407
Cristian Estrada M :
Qu hermosas.🥰
2026-06-01 10:44:30
0
royerqy
Roger_Ar :
Esas vaquitas me gustan 👌🥰
2026-06-08 00:12:59
0
aruna_aeon
ARUNA🐄🛸 :
😋😋😋
2026-06-07 19:14:10
0
luis..jose1
luisjose :
😍😍😍
2026-06-06 12:24:46
0
tapircre1818
Martin tapia :
🔥🔥🔥
2026-06-02 13:00:51
0
carlos.c700
carlos c :
😍😍😍😘
2026-06-08 01:42:18
0
To see more videos from user @mili_moli24, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wahai jiwa yang memandang dunia seolah-olah ia segalanya… engkau meninggikan harapanmu padanya, menggantungkan makna hidupmu padanya, bahkan rela kehilangan arah demi sesuatu yang tidak pernah dijanjikan akan tinggal. Engkau bangga ketika dunia berpihak, dan hancur ketika ia menjauh. Namun sadarlah… setinggi apa pun engkau memandangnya hari ini, pada akhirnya engkau akan dibaringkan di tempat yang tidak lagi mengenal siapa dirimu, tidak peduli apa yang pernah engkau miliki, dan tidak memberi ruang bagi satu pun kebanggaan yang dulu engkau jaga mati-matian. Wahai jiwa yang terbuai oleh panjangnya angan-angan... Engkau hidup seakan waktu adalah milikmu seutuhnya, seakan kesempatan akan selalu datang berulang kali, dan seakan engkau bisa memilih kapanpun untuk berubah (memperbaiki diri). Padahal setiap detik yang engkau lewatkan adalah bagian dari hidupmu yang akan menentukan apakah engkau menghargai satu-satunya aset yang tidak bisa diperbarui dan tidak bisa dibeli atau justru engkau menyia-nyiakannya tanpa menoleh bahwasannya ia sangatlah bernilai. Engkau menukar yang abadi dengan yang fana dan sementara, menunda yang penting demi yang mendesak, dan mengorbankan akhir yang panjang demi kesenangan yang singkat. Hingga suatu saat, engkau terbangun dalam tidur panjangmu karena terbuai oleh angan yang tidak pernah engkau wujudkan… oleh rasa aman yang ternyata semu… Engkau tersadar bukan karena engkau siap, tetapi karena semuanya telah selesai dalam urusan dunia. Di saat itu, engkau melihat dengan jelas apa yang dulu engkau abaikan. Engkau mengingat setiap detik yang pernah engkau sia-siakan, setiap kesempatan yang pernah engkau tunda, setiap panggilan yang pernah engkau hiraukan. Dan yang paling menyakitkan… engkau tahu bahwa semua itu sebenarnya bisa engkau ubah, tetapi engkau memilih untuk menundanya sampai tidak ada lagi yang bisa diperbaiki. Wahai jiwa yang jarang menatap akhir dengan jujur… bayangkan saat jasadmu telah menjadi bagian dari tanah yang dahulu engkau pijak. Tidak ada lagi wajah yang dikenal, tidak ada lagi suara yang dipanggil, tidak ada lagi dunia yang bisa engkau genggam. Segala yang pernah engkau perjuangkan hilang tanpa bekas, seakan-akan tidak pernah berarti. Dan di saat itu, engkau akan memahami bahwa yang benar-benar bernilai bukan apa yang engkau kumpulkan hingga menggunung tetapi apa yang engkau lalaikan saat masih didunia. Wahai jiwa yang masih diberi ruang untuk kembali… jangan tunggu hingga tanah merendahkanmu baru engkau belajar merendah, dan jangan menunda taubat hingga ajal menjemput (pintu tertutup ketika napas telah sampai ke tenggorokan atau matahari terbit dari barat), karena penyesalan di saat itu tidak lagi berguna. Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang seberapa tinggi engkau berdiri di atas dunia tetapi tentang bagaimana engkau menghadap Allah ketika semua yang engkau banggakan telah hilang tanpa sisa dan tak ternilai. #masukberandafypシ #fyp #renungan #quotes #fyppppppppppppppppppppppp
Wahai jiwa yang memandang dunia seolah-olah ia segalanya… engkau meninggikan harapanmu padanya, menggantungkan makna hidupmu padanya, bahkan rela kehilangan arah demi sesuatu yang tidak pernah dijanjikan akan tinggal. Engkau bangga ketika dunia berpihak, dan hancur ketika ia menjauh. Namun sadarlah… setinggi apa pun engkau memandangnya hari ini, pada akhirnya engkau akan dibaringkan di tempat yang tidak lagi mengenal siapa dirimu, tidak peduli apa yang pernah engkau miliki, dan tidak memberi ruang bagi satu pun kebanggaan yang dulu engkau jaga mati-matian. Wahai jiwa yang terbuai oleh panjangnya angan-angan... Engkau hidup seakan waktu adalah milikmu seutuhnya, seakan kesempatan akan selalu datang berulang kali, dan seakan engkau bisa memilih kapanpun untuk berubah (memperbaiki diri). Padahal setiap detik yang engkau lewatkan adalah bagian dari hidupmu yang akan menentukan apakah engkau menghargai satu-satunya aset yang tidak bisa diperbarui dan tidak bisa dibeli atau justru engkau menyia-nyiakannya tanpa menoleh bahwasannya ia sangatlah bernilai. Engkau menukar yang abadi dengan yang fana dan sementara, menunda yang penting demi yang mendesak, dan mengorbankan akhir yang panjang demi kesenangan yang singkat. Hingga suatu saat, engkau terbangun dalam tidur panjangmu karena terbuai oleh angan yang tidak pernah engkau wujudkan… oleh rasa aman yang ternyata semu… Engkau tersadar bukan karena engkau siap, tetapi karena semuanya telah selesai dalam urusan dunia. Di saat itu, engkau melihat dengan jelas apa yang dulu engkau abaikan. Engkau mengingat setiap detik yang pernah engkau sia-siakan, setiap kesempatan yang pernah engkau tunda, setiap panggilan yang pernah engkau hiraukan. Dan yang paling menyakitkan… engkau tahu bahwa semua itu sebenarnya bisa engkau ubah, tetapi engkau memilih untuk menundanya sampai tidak ada lagi yang bisa diperbaiki. Wahai jiwa yang jarang menatap akhir dengan jujur… bayangkan saat jasadmu telah menjadi bagian dari tanah yang dahulu engkau pijak. Tidak ada lagi wajah yang dikenal, tidak ada lagi suara yang dipanggil, tidak ada lagi dunia yang bisa engkau genggam. Segala yang pernah engkau perjuangkan hilang tanpa bekas, seakan-akan tidak pernah berarti. Dan di saat itu, engkau akan memahami bahwa yang benar-benar bernilai bukan apa yang engkau kumpulkan hingga menggunung tetapi apa yang engkau lalaikan saat masih didunia. Wahai jiwa yang masih diberi ruang untuk kembali… jangan tunggu hingga tanah merendahkanmu baru engkau belajar merendah, dan jangan menunda taubat hingga ajal menjemput (pintu tertutup ketika napas telah sampai ke tenggorokan atau matahari terbit dari barat), karena penyesalan di saat itu tidak lagi berguna. Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang seberapa tinggi engkau berdiri di atas dunia tetapi tentang bagaimana engkau menghadap Allah ketika semua yang engkau banggakan telah hilang tanpa sisa dan tak ternilai. #masukberandafypシ #fyp #renungan #quotes #fyppppppppppppppppppppppp

About