Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@mikalyadd: a wig reinstall always come out better than the initial install 😭 #wiginstall #reinstall #curlywig #wigtutorial #wiginfluencer #wigrevamp #wiginstalltutorial
MIKALYA D ⭐️
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 31 May 2026 22:26:52 GMT
1690
75
3
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
94.26MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
105.95MB
)
Watermark .mp4 (
87.93MB
)
Music .mp3
Comments
June💋 :
Make a Amazon supply list
2026-06-07 16:40:41
2
Toyaa_P :
You ate this down 🤏🏾🤏🏾😍
2026-06-02 02:47:51
1
Lexiiii😊 :
😍😍😍
2026-06-01 15:11:56
1
To see more videos from user @mikalyadd, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#olevels2026 #graduation26 #senioryear #crosscountry #schoollife
#zimbolive unenge uchivharwa apa iwe uchiziva hako kut ndikuitirwa chimero wongonyarara uchifira inaz
Kalimat ini mungkin bikin beberapa orang tertampar, kadang kita memang perlu ditampar oleh hal sederhana. Sebab di zaman sekarang, terlihat religius itu mudah. Tinggal pilih ayat yang bagus, kutipan yang menyentuh, video ceramah yang sedang viral, lalu posting. Dalam hitungan detik, orang lain bisa melihat kita seperti sedang sangat dekat dengan kebaikan. Tapi pertanyaannya, apakah yang kita posting itu benar-benar turun ke perilaku kita sehari-hari? Agama itu tidak hanya hidup di unggahan. Agama hidup di cara kita memperlakukan orang. Di cara kita berbicara kepada makhluk. Di cara kita menjawab orang tua. Di cara kita membayar hak pekerja. Di cara kita memperlakukan orang yang posisinya lebih lemah. Di cara kita menahan lisan saat marah. Di cara kita tetap jujur ketika tidak ada yang melihat. Kadang kita membagikan ayat tentang sabar, tapi mudah meledak kepada orang rumah. Kita posting nasihat tentang rezeki yang berkah, tapi masih menunda-nunda membayar utang. Kita membagikan ceramah tentang akhlak, tapi merendahkan orang kecil seolah mereka tidak punya harga diri. Kita bicara soal surga, tapi membuat hidup orang lain terasa seperti neraka kecil setiap kali berurusan dengan kita. Tulisan ini nggak menghakimi siapa-siapa. Karena bisa jadi orang pertama yang perlu dinasehati adalah diri kita sendiri. Kita semua punya bagian yang belum rapi. Kita semua pernah tidak selaras antara ucapan dan perbuatan. Kita semua pernah terlihat baik di luar, tapi masih berantakan di dalam. Maka tulisan ini bukan untuk menunjuk orang lain, tapi untuk menundukkan kepala sendiri. Sebab ada hal yang sering kita lupakan. Orang tidak hanya mengenal agama dari kitab dan ceramah. Kadang mereka mengenal agama dari perilaku orang-orang yang mengaku beragama. Kalau kita kasar, curang, sombong, dan menyakiti banyak orang, jangan heran kalau orang lain menjadi jauh bukan hanya dari kita, tapi juga dari nilai yang kita bawa. Padahal inti agama sangat dekat dengan akhlak. Dalam Islam, Rasulullah dikenal bukan hanya karena ibadahnya, tapi juga karena akhlaknya. Beliau hadir sebagai rahmat, bukan sebagai sumber ketakutan bagi orang-orang di sekitarnya. Maka aneh rasanya kalau kita rajin membawa nama agama, tapi orang-orang di dekat kita justru paling sering terluka oleh sikap kita. Posting ayat tidak salah. Membagikan nasihat baik juga bukan masalah. Bahkan bisa menjadi amal jika niatnya benar dan isinya bermanfaat. Tapi jangan sampai unggahan menjadi pengganti perbaikan diri. Jangan sampai kita merasa sudah baik hanya karena sudah membagikan kalimat baik. Padahal yang lebih berat bukan memposting ayat, tapi menjalankannya saat ego kita sedang diuji. Ayat tentang memaafkan baru terasa berat ketika kita benar-benar disakiti. Ayat tentang jujur baru terasa berat ketika ada kesempatan untuk curang. Ayat tentang rendah hati baru terasa berat ketika kita punya alasan untuk merasa lebih tinggi. Ayat tentang menolong baru terasa berat ketika kita harus mengorbankan waktu, uang, dan kenyamanan kita sendiri. Di situlah nilai agama diuji. Bukan saat semua orang melihat kita di layar, tapi saat kita sendirian dengan pilihan-pilihan kecil yang tidak dipuji siapa pun. Mungkin kita perlu lebih sering bertanya kepada diri sendiri. Apakah orang merasa aman di dekat kita? Apakah keluarga merasa dihargai oleh kita? Apakah pekerja, bawahan, teman, tetangga, dan orang kecil merasa diperlakukan sebagai manusia saat berurusan dengan kita? Atau jangan-jangan, kita hanya terlihat baik dari jauh, tapi melelahkan bagi orang yang paling dekat. Akhlak bukan pencitraan. Akhlak adalah jejak yang kita tinggalkan di hati orang lain. Bisa jadi orang lupa apa yang pernah kita posting, tapi mereka tidak mudah lupa bagaimana kita memperlakukan mereka saat mereka lemah, butuh bantuan, atau tidak punya kuasa. #fyp #fakta #narasi #pengetahuan #budaya
######
#foryou
#onthisday
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy