Ishakk :
@Elite'cHav💤:kadang penyesalan datang bukan karena kehilangan seseorang yang kita cintai, tapi karena menyadari bahwa kita pernah memiliki kesempatan untuk mendekatinya dan memilih untuk diam. dulu aku selalu berpikir waktu masih panjang. aku selalu merasa masih ada hari esok untuk memulai percakapan, masih ada kesempatan lain untuk mengatakan apa yang sebenarnya kurasakan. tapi ternyata tidak semua hal menunggu kita siap. beberapa orang datang hanya sebentar, lalu pergi ketika kita masih sibuk menunda.
aku pernah melihatnya hampir setiap hari. aku tahu caranya tersenyum, tahu hal-hal kecil yang dia sukai, bahkan tahu bagaimana matanya terlihat ketika sedang bahagia. tapi semua itu hanya kusimpan sendiri. aku memilih menjadi penonton dalam kisah yang seharusnya bisa kujalani. aku terlalu takut ditolak, terlalu takut merusak semuanya, sampai akhirnya aku kehilangan kesempatan bahkan sebelum mencoba.
yang paling menyakitkan bukan saat dia pergi. yang paling menyakitkan adalah mengetahui bahwa aku tidak pernah benar-benar berusaha untuk membuatnya tinggal. aku hanya berdiri di tempat yang sama, berharap keajaiban datang tanpa keberanian sedikit pun untuk melangkah.
sekarang aku sering bertanya pada diriku sendiri. bagaimana jadinya jika dulu aku lebih berani? bagaimana jadinya jika aku memulai percakapan itu? bagaimana jadinya jika aku tidak selalu menunggu waktu yang tepat yang ternyata tidak pernah ada? pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalaku tanpa pernah membawa jawaban.
aku melihatnya bahagia sekarang. mungkin dengan orang lain, mungkin dengan kehidupan yang baru. dan anehnya, aku tidak iri. aku hanya menyesal. karena di antara semua kemungkinan yang pernah ada, aku memilih untuk tidak melakukan apa-apa. aku membiarkan kesempatan itu lewat begitu saja seperti daun yang hanyut di sungai, semakin jauh dan tak mungkin kembali.
aku mencoba meyakinkan diri bahwa semua ini memang takdir. bahwa mungkin sejak awal kami memang tidak ditakdirkan bersama. tapi jauh di dalam hati, aku tahu ada bagian dari cerita ini yang bukan salah takdir. melainkan salahku sendiri. salah karena terlalu banyak ragu. salah karena lebih memilih memendam daripada mengungkapkan
2026-06-02 16:56:19