@shanifiction: [ Review Novel ] Ingatan Terakhir Gaza merupakan sebuah novel fiksi sejarah berlatar belakang Gaza. Bagaimana Gaza ditahun 2220? Apakah masih terdengar sirene peringatan rudal Israel seperti seabad sebelumnya? Gaza ditahun tersebut sudah menjadi kota masa depan yang megah dengan teknologi yang canggih. Gaza yang merdeka ini berada digaris waktu kedua. Hasil dari sebuah perjuangan dan pengorbanan. Karena digaris waktu pertama, Gaza berada dalam kendali rezim totaliter global bernama ZADON yang berkuasa sejak Perang Dunia Ketiga. Perang yang berlangsung selama 7 tahun dan berakhir di tahun 2137. Sebuah keluarga ditakdirkan menjadi kunci akan masa depan Gaza yang bebas dari rezim ZADON. Bagaimanakah keluarga ini bisa mengubah sejarah dan menghentikan rezim ZADON sehingga Gaza bisa berada di garis waktu kedua? ————————— Alif, meski dikecewakan atas pengkhianatan anaknya yaitu Yusuf, tetap teguh berpihak pada kebenaran dan memilih caranya sendiri untuk berjuangan dengan mengabadikan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah lewat catatannya agar generasi selanjutnya bisa membacanya. Yusuf, memilih untuk bergabung dengan rezim ZADON. Iya beralasan itu adalah satu-satunya cara agar keluarganya bisa bertahan. Demi makanan, pakaian dan obat untuk keluarga dan anaknya tersayang Fatimah. Fatimah, gadis kecil yang menderita kanker dan sudah dikondisi yang parah. Dalam tidurnya dia mampu memimpikan rentetan tragedi masa lalu yang belum pernah dialaminya. Kemampuannya inilah yang menjadi kunci utama. Pembaca akan mengikuti jalan cerita ketiga tokoh ini, sebuah keluarga yang harus terpisah-pisah tapi ternyata semuanya saling terhubung untuk sebuah project besar yang sudah direncanakan oleh para ilmuwan muslim untuk menyelamatkan Gaza. Well, buat aku ide ceritanya sangat menarik dan penulis juga menceritakannya dengan rapih. Konsep time travelnya tidak membuat pembaca kebingungan. Menurutku ini tuh termasuk novel fiksi sejarah berlatar belakang Gaza dengan genre time travel, sci-fi, dystopian. Nah, sayangnya menurut aku bagian world building Gaza masa depannya tuh kurang detail. Jadi aku ngerasa ada kesan nanggung gitu. Karakter tokoh-tokohnya juga terasa kurang kuat. Mungkin karena gaya bercerita penulisnya yang tell instead of show. Beberapa hal terlalu mulus untuk tokoh-tokohnya, apa lagi Yusuf yang bisa naik ke posisi yang tinggi begitu cepat dari seorang prajurit biasa. Tapi aku masih bisa memaklumi hal-hal itu, karena mungkin memang fokusnya mau ke sejarahnya itu sendiri dan gimana tokoh-tokohnya berpegang teguh pada kebenaran, memilih sisi yang benar dengan segala kesulitannya dan percaya bahwa semua akan terlewati dan hal baik akan datang. Jadi pas baca aku ngerasa salut banget sama keimanan para tokoh-tokohnya. Dan betapa buku ini juga mengingatkan aku buat mengingat sejarah dan jangan melupakannya. Lewat novel ini juga menemukan fakta-fakta baru terkait peristiwa sejarah yang terjadi di Gaza. Saat membacanya juga aku ikut sedih. Overall, aku sangat merekomendasikan novel ini. Semua royalti dari novel ini juga akan disumbangkan ke Palestina sehingga secara tidak langsung kalian ikut menyumbang ketika beli novel ini! @Gema Insani #fiksisejarah #novelindonesia #reviewbuku #booktokindonesia #penulisindonesia
shanifiction 📚🎮
Region: ID
Monday 01 June 2026 11:11:08 GMT
Music
Download
Comments
shanifiction 📚🎮 :
Bukunya bisa kalian beli di TikTok Gema Insani ya! ✨
2026-06-02 03:49:53
0
To see more videos from user @shanifiction, please go to the Tikwm
homepage.