@workingonline68: Graduate - Alkaline #dancehall #alkaline #music

workingonline68
workingonline68
Open In TikTok:
Region: AE
Monday 01 June 2026 17:26:56 GMT
11969
830
5
84

Music

Download

Comments

notnice_nba
Notnice_nba♟️🥷 :
S.I.P Damian🥀🕊
2026-07-04 11:27:34
0
ymmmas
당신을 위해 불을 켜세요 :
not one friend jus soldiers
2026-06-13 10:04:27
2
seth6352
Seth :
🥰🥰🥰
2026-06-02 00:53:21
1
bilungo05
Bilungo :
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2026-06-02 19:46:35
1
justboxing4
Justus fitness & boxing club :
🔥🔥🔥🔥🔥
2026-07-10 02:29:07
0
To see more videos from user @workingonline68, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di era gempuran media sosial hari ini, kita setiap hari disuguhi dengan flexing kemewahan, gaya hidup hedonis, dan standar kesuksesan materi yang tampak begitu menyilaukan. Tanpa sadar, kita sering kali terjebak dalam perlombaan melelahkan: mencoba menyamakan langkah, memaksakan diri membeli apa yang orang lain beli, dan meniru mereka yang terlihat memiliki segalanya. Namun, lewat logika makrifatnya yang selalu renyah, santai, tapi menukik tajam, KH. Ahmad Bahauddin Noer Salim (Gus Baha) hadir memberikan kita sebuah rem darurat yang sangat menenangkan jiwa. Gus Baha mengajak kita untuk kembali ke hakekat kebahagiaan yang sejati, yaitu menikmati apa yang ada. Kebahagiaan itu bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, melainkan tentang seberapa pandai kita mengelola rasa syukur atas nikmat yang sudah eksis di tangan kita. Meniru gaya hidup orang yang punya segalanya hanya akan melahirkan penyakit hati yang akut—mulai dari rasa kufur nikmat, cemas yang tiada habisnya, hingga memaksakan diri berutang demi sebuah gengsi yang semu. Ketika kita mampu menyederhanakan standar kepuasan hidup kita pada hal-hal yang seadanya, di situlah letak kemerdekaan jiwa yang sesungguhnya. Kita tidak lagi bisa didekte oleh harta orang lain, dan kita bisa menikmati secangkir kopi dengan ketenangan yang sama besarnya dengan mereka yang memiliki segalanya. Di antara hal-hal sederhana yang kamu miliki saat ini, hal apa yang paling sering membuatmu sadar bahwa bahagia itu sebenarnya murah dan tidak perlu meniru orang lain? Yuk, mari kita diskusikan di kolom komentar. 👇 📌 SAVE postingan ini sebagai pengingat batin harianmu agar tetap tenang, membumi, dan merdeka dari tekanan standar hidup orang lain. ✈️ SHARE ke keluarga, pasangan, atau sahabat perjuanganmu agar mereka juga bisa menemukan ketenangan dalam ruang syukur yang sederhana. 🚀 FOLLOW @dawuhguru untuk siraman hikmah ringkas, kedalaman logika fiqih yang mencerahkan, dan untaian nasihat penyejuk jiwa dari para ulama setiap hari.
Di era gempuran media sosial hari ini, kita setiap hari disuguhi dengan flexing kemewahan, gaya hidup hedonis, dan standar kesuksesan materi yang tampak begitu menyilaukan. Tanpa sadar, kita sering kali terjebak dalam perlombaan melelahkan: mencoba menyamakan langkah, memaksakan diri membeli apa yang orang lain beli, dan meniru mereka yang terlihat memiliki segalanya. Namun, lewat logika makrifatnya yang selalu renyah, santai, tapi menukik tajam, KH. Ahmad Bahauddin Noer Salim (Gus Baha) hadir memberikan kita sebuah rem darurat yang sangat menenangkan jiwa. Gus Baha mengajak kita untuk kembali ke hakekat kebahagiaan yang sejati, yaitu menikmati apa yang ada. Kebahagiaan itu bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, melainkan tentang seberapa pandai kita mengelola rasa syukur atas nikmat yang sudah eksis di tangan kita. Meniru gaya hidup orang yang punya segalanya hanya akan melahirkan penyakit hati yang akut—mulai dari rasa kufur nikmat, cemas yang tiada habisnya, hingga memaksakan diri berutang demi sebuah gengsi yang semu. Ketika kita mampu menyederhanakan standar kepuasan hidup kita pada hal-hal yang seadanya, di situlah letak kemerdekaan jiwa yang sesungguhnya. Kita tidak lagi bisa didekte oleh harta orang lain, dan kita bisa menikmati secangkir kopi dengan ketenangan yang sama besarnya dengan mereka yang memiliki segalanya. Di antara hal-hal sederhana yang kamu miliki saat ini, hal apa yang paling sering membuatmu sadar bahwa bahagia itu sebenarnya murah dan tidak perlu meniru orang lain? Yuk, mari kita diskusikan di kolom komentar. 👇 📌 SAVE postingan ini sebagai pengingat batin harianmu agar tetap tenang, membumi, dan merdeka dari tekanan standar hidup orang lain. ✈️ SHARE ke keluarga, pasangan, atau sahabat perjuanganmu agar mereka juga bisa menemukan ketenangan dalam ruang syukur yang sederhana. 🚀 FOLLOW @dawuhguru untuk siraman hikmah ringkas, kedalaman logika fiqih yang mencerahkan, dan untaian nasihat penyejuk jiwa dari para ulama setiap hari.

About