@truth.thread.qa: Teenage girl arrested after three horses were stabbed multiple times at a national barrel racing competition in Las Vegas. The girl was reportedly a competitor and had access to the barn where the horses were kept. Las Vegas police were called to the barn around 2 am and found three prized competition horses bleeding from stab wounds. One of the owners of a stabbed horse, Arielle Phillips, says the suspect was an "obsessed stalker." "A crazy obsessed stalker who has been following me on social media for a long time, obsessing over Detail, obsessing over meeting me. Sending me messages in which I would never respond to," Phillips said. "Last night at 11 pm, I was sitting with Detail at her stall for an hour. This girl came by twice trying to make conversation and ask weird questions." "Two minutes after I left her stall at 1202 am, this psychopath went in and brutally stabbed her 6 times at 1204 am, causing Detail to go frantic and get loose, taking off through the barn aisles, blood pouring everywhere." All three horses are expected to survive but are being kept out of competition. The suspect was arrested and booked on 12 counts. Her name has not been released because she is a minor.#creatorsearchinsights

Truth Thread Q&A
Truth Thread Q&A
Open In TikTok:
Region: US
Monday 01 June 2026 21:46:34 GMT
5299
60
2
3

Music

Download

Comments

beach410
Colleen 821 :
Who cares that she is a minor ? You stab 3 horses.,,.,.hope she gets locked up in prison for a long time.
2026-06-02 18:14:18
2
jcirullo144
J.Cirullo144 :
What is actually wrong with people
2026-06-02 01:21:42
2
To see more videos from user @truth.thread.qa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 : Akhirnya setelah perdebatan kecil diantara kamu dan Keonho itu berakhir kalian pulang bersama menggunakan motor milik Keonho. Sesampainya di rumahmu tentu saja Keonho tidak langsung pulang begitu saja karena dia sudah terbiasa mampir terlebih dahulu sebelum pulang kerumahnya sendiri. Dia terbiasa duduk di sofa ruang tengah rumahmu. Tapi kali ini dia malah mengikuti mu saat kamu ingin pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Kamu berbalik badan. Keonho sudah berada di belakangmu dengan senyuman tengil khasnya itu. “Ngapain ngikutin sih?” tanyamu kesal. Bukannya kapok akibat kejadian barusan dia malah memanyunkan bibirnya dan langsung melangkah mendekat ke arahmu. “Sayang kamu masih marah sama aku!” ucapnya sambil memelukmu dari arah depan. Kamu menghela nafas. Untung saja hari ini tidak ada ibu ataupun ayahmu di rumah. Mungkin jika ada, kalian berdua langsung di marahin berpelukan seperti itu. “Aku ga marah.” jawabmu berusaha melepaskan pelukannya. Tapi Keonho malah semakin erat memelukmu dari depan sambil menggelengkan kepalanya. “Bohong!” “Kalo ga marah harusnya kamu cium aku.” ucapnya manja. Ntah lah dia selalu saja seperti itu ketika habis bertengkar denganmu. Sikap manjanya kumat, tapi jujur saja kamu menyukainya karena keonho jika sedang manja seperti ini terlihat lucu sekali. Seketika senyuman di bibirmu terbentuk sempurna. Namun ketika Keonho menatap wajahmu, kamu langsung menyembunyikan senyuman itu darinya. “Cie senyum.” ucap Keonho sambil tersenyum tengil seperti biasa. Kamu cepat-cepat memalingkan pandanganmu ke sudut dapur, berusaha menghindari tatapan Keonho yang super duper bikin baper itu. “Engga!” jawabmu. Jawabanmu terdengar cepat, bahkan terlalu cepat hingga membuat Keonho semakin yakin kalau dia baru saja menangkap sesuatu. Senyuman tengil di wajahnya langsung melebar. Bukannya menjauh, dia malah semakin mendekat hingga punggungmu tanpa sadar menyentuh pinggiran meja dapur. “Kamu tuh kalau bohong gampang banget ketahuan.” Keonho menundukkan sedikit kepalanya agar bisa melihat wajahmu yang sedang berusaha mati-matian menghindari tatapannya. “Aku engga bohong.” “Bohong.” “Engga.” “Bohong.” “Keonho!” “Iya sayang?” Nada suaranya dibuat semanis mungkin sampai membuatmu ingin melempar sesuatu ke kepalanya. Cowok itu memang menyebalkan. Sangat menyebalkan. Tapi masalahnya, kamu sudah terlalu lama menyukainya sampai-sampai rasa kesal itu tidak pernah bertahan lama. Keonho memperhatikan wajahmu yang terlihat salah tingkah. Kedua sudut bibirnya terangkat puas sebelum akhirnya dia mengangkat satu tangan dan mencubit pelan pipimu. “Kamu lucu banget kalau lagi malu.” Seketika matamu membulat. “Kata siapa aku malu?” “Loh, terus kenapa pipinya merah?” “Panas.” “Oh gitu?” “Iya.” “Padahal AC nyala.” Kamu langsung terdiam. Keonho tertawa pelan. Tawanya rendah dan hangat, membuat suasana yang tadi sempat canggung berubah menjadi jauh lebih ringan. Lelaki itu kemudian menghela napas sebelum kembali memelukmu. Kali ini tidak sejahil tadi. Pelukannya terasa lebih tenang. Lebih erat. Seolah dia memang sedang ingin dekat denganmu. Dagumu hampir menyentuh dadanya karena perbedaan tinggi badan kalian. Kamu bisa mendengar detak jantungnya yang berdetak stabil dari posisi itu. Anehnya, suasana tiba-tiba menjadi jauh lebih hening. Tidak ada lagi candaan. “Kamu masih kesel sedikit kan?” Suara Keonho terdengar pelan dari atas kepalamu. Kamu tidak langsung menjawab. Karena jujur saja, sedikit rasa kesal itu memang masih ada. Bukan karena masalah tadi. Tapi karena Keonho selalu berhasil membuatmu khawatir setiap kali kalian bertengkar. Melihatmu diam, Keonho perlahan melepaskan pelukannya lalu menatap wajahmu. Tatapan jahilnya yang biasa sekarang menghilang. Digantikan tatapan yang jauh lebih lembut. Tatapan yang jarang dia tunjukkan pada orang lain.
POV 2 : Akhirnya setelah perdebatan kecil diantara kamu dan Keonho itu berakhir kalian pulang bersama menggunakan motor milik Keonho. Sesampainya di rumahmu tentu saja Keonho tidak langsung pulang begitu saja karena dia sudah terbiasa mampir terlebih dahulu sebelum pulang kerumahnya sendiri. Dia terbiasa duduk di sofa ruang tengah rumahmu. Tapi kali ini dia malah mengikuti mu saat kamu ingin pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Kamu berbalik badan. Keonho sudah berada di belakangmu dengan senyuman tengil khasnya itu. “Ngapain ngikutin sih?” tanyamu kesal. Bukannya kapok akibat kejadian barusan dia malah memanyunkan bibirnya dan langsung melangkah mendekat ke arahmu. “Sayang kamu masih marah sama aku!” ucapnya sambil memelukmu dari arah depan. Kamu menghela nafas. Untung saja hari ini tidak ada ibu ataupun ayahmu di rumah. Mungkin jika ada, kalian berdua langsung di marahin berpelukan seperti itu. “Aku ga marah.” jawabmu berusaha melepaskan pelukannya. Tapi Keonho malah semakin erat memelukmu dari depan sambil menggelengkan kepalanya. “Bohong!” “Kalo ga marah harusnya kamu cium aku.” ucapnya manja. Ntah lah dia selalu saja seperti itu ketika habis bertengkar denganmu. Sikap manjanya kumat, tapi jujur saja kamu menyukainya karena keonho jika sedang manja seperti ini terlihat lucu sekali. Seketika senyuman di bibirmu terbentuk sempurna. Namun ketika Keonho menatap wajahmu, kamu langsung menyembunyikan senyuman itu darinya. “Cie senyum.” ucap Keonho sambil tersenyum tengil seperti biasa. Kamu cepat-cepat memalingkan pandanganmu ke sudut dapur, berusaha menghindari tatapan Keonho yang super duper bikin baper itu. “Engga!” jawabmu. Jawabanmu terdengar cepat, bahkan terlalu cepat hingga membuat Keonho semakin yakin kalau dia baru saja menangkap sesuatu. Senyuman tengil di wajahnya langsung melebar. Bukannya menjauh, dia malah semakin mendekat hingga punggungmu tanpa sadar menyentuh pinggiran meja dapur. “Kamu tuh kalau bohong gampang banget ketahuan.” Keonho menundukkan sedikit kepalanya agar bisa melihat wajahmu yang sedang berusaha mati-matian menghindari tatapannya. “Aku engga bohong.” “Bohong.” “Engga.” “Bohong.” “Keonho!” “Iya sayang?” Nada suaranya dibuat semanis mungkin sampai membuatmu ingin melempar sesuatu ke kepalanya. Cowok itu memang menyebalkan. Sangat menyebalkan. Tapi masalahnya, kamu sudah terlalu lama menyukainya sampai-sampai rasa kesal itu tidak pernah bertahan lama. Keonho memperhatikan wajahmu yang terlihat salah tingkah. Kedua sudut bibirnya terangkat puas sebelum akhirnya dia mengangkat satu tangan dan mencubit pelan pipimu. “Kamu lucu banget kalau lagi malu.” Seketika matamu membulat. “Kata siapa aku malu?” “Loh, terus kenapa pipinya merah?” “Panas.” “Oh gitu?” “Iya.” “Padahal AC nyala.” Kamu langsung terdiam. Keonho tertawa pelan. Tawanya rendah dan hangat, membuat suasana yang tadi sempat canggung berubah menjadi jauh lebih ringan. Lelaki itu kemudian menghela napas sebelum kembali memelukmu. Kali ini tidak sejahil tadi. Pelukannya terasa lebih tenang. Lebih erat. Seolah dia memang sedang ingin dekat denganmu. Dagumu hampir menyentuh dadanya karena perbedaan tinggi badan kalian. Kamu bisa mendengar detak jantungnya yang berdetak stabil dari posisi itu. Anehnya, suasana tiba-tiba menjadi jauh lebih hening. Tidak ada lagi candaan. “Kamu masih kesel sedikit kan?” Suara Keonho terdengar pelan dari atas kepalamu. Kamu tidak langsung menjawab. Karena jujur saja, sedikit rasa kesal itu memang masih ada. Bukan karena masalah tadi. Tapi karena Keonho selalu berhasil membuatmu khawatir setiap kali kalian bertengkar. Melihatmu diam, Keonho perlahan melepaskan pelukannya lalu menatap wajahmu. Tatapan jahilnya yang biasa sekarang menghilang. Digantikan tatapan yang jauh lebih lembut. Tatapan yang jarang dia tunjukkan pada orang lain. "Aku minta maaf." Kamu berkedip pelan. (dede kono minta maaf ya🗿) #keonho #sunghoon #pov #cortispov #enhypenpov

About