@bekiy_long: The energy in Assosa right now is unmatched as the city fast-tracks into a bright new chapter. From the transformed streets and corridor developments to the rising modern buildings, you can literally feel the momentum of progress every single day. 🏗️✨ #Assosa #AssosaCity #Ethiopia #CityTransformation#BenishangulGumuz

Bekiy_long
Bekiy_long
Open In TikTok:
Region: ET
Tuesday 02 June 2026 11:28:48 GMT
74309
6625
204
346

Music

Download

Comments

hawa.mohammed957
H ነኝ የአሶሳዋ ቀበጥ❤❤❤❤❤❤ :
አሶሳየ
2026-06-02 17:53:30
1
mintethe1
minte hussle :
2026-06-02 19:52:55
1
elsi_971
Elsabeth🦋 :
Miss u አሶሳዬ🥺🔥
2026-06-02 11:32:41
3
amoo1234567i1
AMO Picture↗️ :
Asosa Asosa🥰👌💪
2026-06-02 17:08:16
1
gammeks
gammeks Man.united :
Asosa🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-02 13:30:00
2
segni675
💎segni✨💧🔥 :
asossa🥰🔥
2026-06-13 04:00:26
0
user6392695415418
lale :
2026-06-18 12:34:54
0
user5383134666562
aden adis :
ዉዷ አሶሳ ሀገሬ❤❤❤❤❤❤
2026-06-03 13:47:35
0
kasahun206
kassahun :
የፍቅር አገር 🥰🥰🥰🥰
2026-06-03 01:07:15
1
blatenawbigman
big man :
I miss assosa ✌️❤️
2026-06-03 10:02:31
1
johnar123
JOHN.AR :
My asu ❤️
2026-06-02 16:54:50
1
read_0001
𝐑𝐄𝐃𝐖𝐀𝐍💥 :
beya
2026-06-02 18:39:25
1
alamintadelle
Alamin Tadelle :
🥰🥰🥰❤️❤️አሶሳ ❤️❤️❤️
2026-06-02 13:08:47
1
qindeessaa.mahamma
Qindeessaa mahammad :
Assosa city belongs to all persons
2026-06-03 07:19:03
1
user9321829882559
My sweetest time :
2026-06-02 20:22:30
1
dawit.teferi70
🤔 :
አሶሳ❤❤❤❤💐
2026-06-02 13:54:24
0
aman13250
aman :
ናፈቀችኝ
2026-06-03 09:19:12
1
user7081800552188
michuu dhugaa yesus :
hi jirtuu dhiyootti nandhufaa najiraadhaa ebbifamaa Asoosaakoo biyuty full asoosaà
2026-06-03 11:33:54
1
sofiyazeynusofii
💎 Sufii 💎 :
l miss you my asosa🥰
2026-06-05 18:14:36
0
kiki_ozian
kiki_ozian :
ትዝታዬ አሶሳዬ🥰🥰
2026-06-05 10:26:25
0
dowman107
MULU ይገና❤ :
university 🥰የተማርኩባት
2026-06-29 18:06:08
0
22ababaye
ababaye abre :
አሶሳ
2026-06-19 13:28:12
0
alex20182025
💞በሰራን ከፋቸዉ!!!!🙏🙏 :
ቸደአኸገአነጠኸቀኘጨወከኘጠወሰከ
2026-06-11 15:28:25
0
user8197500677680
user8197500677680 :
tiekeu marj
2026-06-12 08:23:55
0
sparta0068
sparta :
2026-06-02 18:08:11
0
To see more videos from user @bekiy_long, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov|| “Tuan Jake, ini anak saya. Dia akan menggantikan saya selama cuti.” Kamu berdiri di samping ibumu sambil menunduk sopan. Di hadapanmu, Jake duduk di sofa ruang tamu dengan kemeja hitam dan celana bahan yang rapi. Wajahnya tampan, tetapi ekspresinya datar dan sulit dibaca. Selama ini kamu hanya mendengar cerita tentangnya dari ibumu. Seorang pengusaha muda yang tinggal sendirian. Pendiam. Dan sangat mempercayai ibumu yang sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun di rumah ini. Jake mengangkat pandangan dari tablet yang sedang dibacanya. Tatapannya berhenti tepat padamu. “Apa dia bisa diandalkan?” Kamu mengangkat alis. Kalau bukan karena ibumu sedang berdiri di sampingmu, mungkin kamu sudah protes. Memangnya kamu kelihatan tidak bisa dipercaya? “Semoga bisa, Tuan,” jawab ibumu sambil tersenyum. “Dia cukup bisa diandalkan.” Jake mengangguk singkat. “Bibi bisa istirahat.” “Terima kasih, Tuan.” Ibumu menunduk hormat. Lalu menarikmu keluar menuju taman belakang untuk menjelaskan semua pekerjaan yang harus kamu lakukan. “Dengar baik-baik ya,” ucap ibumu. “Iya, Bu.” “Tuan Jake itu orangnya tenang. Jangan banyak bertanya kalau tidak perlu.” Kamu mengangguk. “Terus?” “Bangun pagi jam enam. Sarapan biasanya sudah siap jam tujuh.” “Oke.” “Rumah ini memang besar, tapi tidak banyak yang perlu dibersihkan.” Kamu melihat sekeliling. Memang benar. Rumah tiga lantai itu terlihat seperti rumah contoh yang dipajang di majalah. Sangat rapi. Bahkan terlalu rapi. “Kalau rumah sebesar ini kenapa cuma Ibu yang kerja?” “Karena tidak ada yang mengotori.” Kamu terdiam. Masuk akal juga. Petugas kebersihan datang seminggu sekali untuk membersihkan seluruh rumah. Sementara tugas ibumu lebih seperti mengurus kebutuhan Jake sehari-hari. Memasak. Menyiapkan pakaian. Membuat kopi. Dan memastikan semuanya berjalan lancar. Setelah menjelaskan semuanya, ibumu akhirnya pulang. Dan sekarang… Kamu sendirian. Di rumah besar. Bersama seorang bos yang bahkan belum tersenyum sejak tadi. ⸻ Hari pertama berjalan cukup lancar. Kamu membereskan dapur. Menyiram tanaman. Mengatur beberapa dokumen yang diminta. Dan sesekali melihat jam. Sampai akhirnya menunjukkan pukul tiga sore. Waktunya menyiapkan makan malam. Kamu membuka kulkas. “Untung aja isi kulkas lengkap.” Karena ibumu bilang Jake tidak pilih-pilih makanan, kamu memutuskan memasak beberapa menu sederhana. Sup. Ayam panggang. Dan tumis sayuran. Setelah semuanya selesai, kamu menata makanan di meja makan. Lalu berjalan ke lantai dua. Tok. Tok. Tok. “Tuan, makan malam dulu.” Dari balik pintu terdengar suara Jake. “Ya. Saya akan turun sebentar lagi.” “Baik.” Kamu turun kembali. Menunggu di dekat meja makan. Tidak lama kemudian Jake muncul. Kemeja putihnya digulung sampai siku. Membuatnya terlihat jauh lebih santai dibanding pagi tadi. Kamu buru-buru mengambil piring. Menuangkan nasi. Menyiapkan lauk. Jake duduk tanpa banyak bicara. Dan mulai makan. Kamu berdiri di samping meja. Menunggu kalau-kalau ada yang dibutuhkan. Beberapa menit berlalu. Jake akhirnya meletakkan sendoknya. “Semester berapa?” Kamu sedikit kaget karena tiba-tiba dia mengajak bicara. “Semester enam, Tuan.” Jake mengangguk. “Jurusan?” “Manajemen.” “Hm.” Hanya itu. Lalu kembali diam. Kamu bahkan tidak tahu apakah percakapan itu sudah selesai atau belum. Sampai akhirnya Jake kembali berbicara. “Jam tujuh antarkan saya kopi ke ruang kerja.” “Baik, Tuan.” ⸻ Setelah membereskan meja makan, kamu mandi dan berganti pakaian yang lebih santai. Kaos putih longgar. Celana training Karena menurutmu pekerjaan hari ini sudah hampir selesai. Tepat pukul tujuh malam. Kamu membawa secangkir kopi menuju ruang kerja Jake. Tok. Tok. “Masuk.” Kamu membuka pintu. Jake sedang duduk di belakang meja kerja. Beberapa dokumen berserakan di depannya. “Permisi, Tuan. Ini kopinya.” Jake mengangguk. Kamu meletakkan cangkir di meja. Baru saja ingin pergi ketika Jake menunjuk sebuah lemari kecil di bawah rak buku. “Bisa rapikan laci di bawah itu?” “Oh, tentu.” { lanjut di sl ya} #jake #enhypen #pov #fyp
Pov|| “Tuan Jake, ini anak saya. Dia akan menggantikan saya selama cuti.” Kamu berdiri di samping ibumu sambil menunduk sopan. Di hadapanmu, Jake duduk di sofa ruang tamu dengan kemeja hitam dan celana bahan yang rapi. Wajahnya tampan, tetapi ekspresinya datar dan sulit dibaca. Selama ini kamu hanya mendengar cerita tentangnya dari ibumu. Seorang pengusaha muda yang tinggal sendirian. Pendiam. Dan sangat mempercayai ibumu yang sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun di rumah ini. Jake mengangkat pandangan dari tablet yang sedang dibacanya. Tatapannya berhenti tepat padamu. “Apa dia bisa diandalkan?” Kamu mengangkat alis. Kalau bukan karena ibumu sedang berdiri di sampingmu, mungkin kamu sudah protes. Memangnya kamu kelihatan tidak bisa dipercaya? “Semoga bisa, Tuan,” jawab ibumu sambil tersenyum. “Dia cukup bisa diandalkan.” Jake mengangguk singkat. “Bibi bisa istirahat.” “Terima kasih, Tuan.” Ibumu menunduk hormat. Lalu menarikmu keluar menuju taman belakang untuk menjelaskan semua pekerjaan yang harus kamu lakukan. “Dengar baik-baik ya,” ucap ibumu. “Iya, Bu.” “Tuan Jake itu orangnya tenang. Jangan banyak bertanya kalau tidak perlu.” Kamu mengangguk. “Terus?” “Bangun pagi jam enam. Sarapan biasanya sudah siap jam tujuh.” “Oke.” “Rumah ini memang besar, tapi tidak banyak yang perlu dibersihkan.” Kamu melihat sekeliling. Memang benar. Rumah tiga lantai itu terlihat seperti rumah contoh yang dipajang di majalah. Sangat rapi. Bahkan terlalu rapi. “Kalau rumah sebesar ini kenapa cuma Ibu yang kerja?” “Karena tidak ada yang mengotori.” Kamu terdiam. Masuk akal juga. Petugas kebersihan datang seminggu sekali untuk membersihkan seluruh rumah. Sementara tugas ibumu lebih seperti mengurus kebutuhan Jake sehari-hari. Memasak. Menyiapkan pakaian. Membuat kopi. Dan memastikan semuanya berjalan lancar. Setelah menjelaskan semuanya, ibumu akhirnya pulang. Dan sekarang… Kamu sendirian. Di rumah besar. Bersama seorang bos yang bahkan belum tersenyum sejak tadi. ⸻ Hari pertama berjalan cukup lancar. Kamu membereskan dapur. Menyiram tanaman. Mengatur beberapa dokumen yang diminta. Dan sesekali melihat jam. Sampai akhirnya menunjukkan pukul tiga sore. Waktunya menyiapkan makan malam. Kamu membuka kulkas. “Untung aja isi kulkas lengkap.” Karena ibumu bilang Jake tidak pilih-pilih makanan, kamu memutuskan memasak beberapa menu sederhana. Sup. Ayam panggang. Dan tumis sayuran. Setelah semuanya selesai, kamu menata makanan di meja makan. Lalu berjalan ke lantai dua. Tok. Tok. Tok. “Tuan, makan malam dulu.” Dari balik pintu terdengar suara Jake. “Ya. Saya akan turun sebentar lagi.” “Baik.” Kamu turun kembali. Menunggu di dekat meja makan. Tidak lama kemudian Jake muncul. Kemeja putihnya digulung sampai siku. Membuatnya terlihat jauh lebih santai dibanding pagi tadi. Kamu buru-buru mengambil piring. Menuangkan nasi. Menyiapkan lauk. Jake duduk tanpa banyak bicara. Dan mulai makan. Kamu berdiri di samping meja. Menunggu kalau-kalau ada yang dibutuhkan. Beberapa menit berlalu. Jake akhirnya meletakkan sendoknya. “Semester berapa?” Kamu sedikit kaget karena tiba-tiba dia mengajak bicara. “Semester enam, Tuan.” Jake mengangguk. “Jurusan?” “Manajemen.” “Hm.” Hanya itu. Lalu kembali diam. Kamu bahkan tidak tahu apakah percakapan itu sudah selesai atau belum. Sampai akhirnya Jake kembali berbicara. “Jam tujuh antarkan saya kopi ke ruang kerja.” “Baik, Tuan.” ⸻ Setelah membereskan meja makan, kamu mandi dan berganti pakaian yang lebih santai. Kaos putih longgar. Celana training Karena menurutmu pekerjaan hari ini sudah hampir selesai. Tepat pukul tujuh malam. Kamu membawa secangkir kopi menuju ruang kerja Jake. Tok. Tok. “Masuk.” Kamu membuka pintu. Jake sedang duduk di belakang meja kerja. Beberapa dokumen berserakan di depannya. “Permisi, Tuan. Ini kopinya.” Jake mengangguk. Kamu meletakkan cangkir di meja. Baru saja ingin pergi ketika Jake menunjuk sebuah lemari kecil di bawah rak buku. “Bisa rapikan laci di bawah itu?” “Oh, tentu.” { lanjut di sl ya} #jake #enhypen #pov #fyp

About