@om__aloll: #الباب #CapCut #تصويري📸اكسبلوور #تركيا_اسطنبول_العراق_سوريا_مصر

🫀❤️‍🩹
🫀❤️‍🩹
Open In TikTok:
Region: TR
Tuesday 02 June 2026 12:01:43 GMT
3614
159
6
12

Music

Download

Comments

knda_hlal
knda_hlal :
💃💃طنش تعش
2026-06-02 21:13:21
2
zekiye__m25
ذُكـــاء🦋 :
2026-06-02 19:33:42
1
naya_nadouche
✨Naya✨ :
👏👏👏
2026-06-02 12:36:55
2
farah.yousef0
🍓𝒇𝒂𝒓𝒐𝒖𝒉𝒂🍓 :
🤣🤣🤣🤣💔
2026-06-02 13:41:09
1
To see more videos from user @om__aloll, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pov: Kamu menatap dua garis merah di atas stik plastik itu dengan tangan gemetar. Di luar jendela rumah sewamu di daerah Subiaco, Perth, angin musim panas bertiup kering, sekering hatimu yang baru saja hancur total. ​Sudah tiga minggu sejak ketukan palu pengadilan memisahkan kamu dan Heeseung. Hubungan kalian kandas dengan cara yang paling klise sekaligus paling menyakitkan Heeseung selingkuh. Pengkhianatan itu terbongkar begitu saja lewat pesan-pesan mesra di ponselnya dari seorang wanita di lingkungan kerjanya sesuatu yang langsung menghancurkan tiga tahun pernikahan yang kamu bangun dengan kesetiaan penuh. Kamu langsung angkat kaki, mengurus perceraian tanpa menuntut harta gono-gini, hanya ingin lepas dari pria itu. ​Namun takdir punya lelucon yang sarkas. Selama tiga tahun menikah, kalian mendambakan anak tapi nihil. Begitu kamu pergi membawa luka dan resmi menjanda, insting keibuanmu justru terbangun oleh mual di pagi hari. ​
pov: Kamu menatap dua garis merah di atas stik plastik itu dengan tangan gemetar. Di luar jendela rumah sewamu di daerah Subiaco, Perth, angin musim panas bertiup kering, sekering hatimu yang baru saja hancur total. ​Sudah tiga minggu sejak ketukan palu pengadilan memisahkan kamu dan Heeseung. Hubungan kalian kandas dengan cara yang paling klise sekaligus paling menyakitkan Heeseung selingkuh. Pengkhianatan itu terbongkar begitu saja lewat pesan-pesan mesra di ponselnya dari seorang wanita di lingkungan kerjanya sesuatu yang langsung menghancurkan tiga tahun pernikahan yang kamu bangun dengan kesetiaan penuh. Kamu langsung angkat kaki, mengurus perceraian tanpa menuntut harta gono-gini, hanya ingin lepas dari pria itu. ​Namun takdir punya lelucon yang sarkas. Selama tiga tahun menikah, kalian mendambakan anak tapi nihil. Begitu kamu pergi membawa luka dan resmi menjanda, insting keibuanmu justru terbangun oleh mual di pagi hari. ​"Y/N? Kamu di dalam?" suara ketukan di pintu kamar mandi membuyarkan lamunanmu. ​Itu Mona, sahabat sekaligus rekan usahamu di studio jahit kecil milik kalian. Kamu membuka pintu dengan wajah pucat, lalu menyodorkan alat itu tanpa kata. ​Mona menutup mulutnya, matanya membelalak. "Demi Tuhan... Y/N. Kamu... serius? Tapi kalian baru aja cerai, dan cowok berengsek itu—" ​"Aku tahu," potongmu cepat, suaramu parau. Kamu duduk di tepi kasur, meremas jemarimu sendiri. "Aku baru telat dua minggu. Aku gak tahu harus gimana, Mon. Tapi satu hal yang pasti jangan pernah bilang siapa-siapa. Apalagi Heeseung. Dia gak perlu tahu." ​"Tapi ini anaknya, Y/N. Dia—" ​"Dia udah milih perempuan lain, Mon," ujarmu ketat dengan mata berkaca-kaca. "Aku gak mau dia balik ke aku atau peduli sama anak ini cuma karena rasa bersalah atau tanggung jawab. Aku bisa gedein dia sendiri. Studio jahit kita lagi mulai ramai, aku bakal kerja lebih keras." ​Keputusanmu sudah bulat. Kamu tidak akan membiarkan anakmu dibesarkan oleh rasa kasihan dari seorang pria yang telah mematahkan hati ibunya. ——— ​Lima tahun berlalu dengan cepat. Anak laki-lakimu, Julian, tumbuh menjadi bocah yang cerdas dan bermata bulat. Dia mewarisi rambut legam dan cara tersenyum yang sangat familier—sesuatu yang selalu membuat hatimu mencelos. Kamu mengalihkan seluruh hidupmu untuk Julian dan kain-kain batik modern yang kamu jahit untuk pasar lokal di Western Australia. ​Sore itu, kamu sedang merapikan potongan kain perca di meja tengah studio saat Mona masuk membawa brosur sekolah dasar swasta lokal. ​"Julian udah lima tahun, Y/N. Dia harus masuk kelas persiapan (Prep) tahun depan. Aku udah daftarin dia di sekolah dekat Kings Park. Akreditasinya bagus," kata Mona sambil meletakkan brosur itu. ​Kamu melihat gambar sekolah dengan halaman rumput luas di brosur tersebut. "Makasih, Mon. Yang penting tempatnya aman buat Julian." Kamu sama sekali tidak tahu, bahwa di balik dinding sekolah itu, masa lalu yang kamu kubur dalam-dalam sedang menunggu. #heeseung #pov

About