@joseluisperez09:

Jose Luis Per
Jose Luis Per
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 02 June 2026 16:15:32 GMT
503680
90521
679
4190

Music

Download

Comments

cassimadsen
cassimadsen :
My English finish 😂😂😂😂😂
2026-06-02 16:39:00
4093
extravirginolive0li
olive 🫒 :
the joke is saying “a pan, duh” so it sounds like the word panda! duh = obviously/clearly!
2026-06-02 16:23:26
4418
4modee
Nadia Solomon :
“Chaparra im on diet” 🥹 hes so cuteee
2026-06-02 18:38:37
1402
brittanybj92
Milkchocolate🍫 :
How deep is that lunch bag lol
2026-06-02 19:26:37
866
tmssparks0701
Tammy :
I never knew that a stranger sharing what his wife packed him for lunch would make me smile so much but yet here I am, smiling. Perhaps that's his point in sharing. Thanks for the smiles this morning, Jose! 😁
2026-06-03 12:25:31
235
beccahwa
beccahwa :
me everytime I see his videos 😭🥹🥹
2026-06-02 23:39:09
362
jlwesley
jlwesley :
Our favorite hour of the day too!! 😆
2026-06-02 18:21:28
140
petica75
Gabby 🇻🇪 🇺🇸 :
3 pipis!!!!!!! 🥰😍
2026-06-02 17:38:57
135
aaaa726780
Itsmiahh :
“Apple sawceee”
2026-06-11 09:29:58
14
carolynwildermuth
Carolyn Wildermuth :
What does a panda fry his bamboo in? A Pan duh! 😆
2026-06-08 16:38:28
85
weluvvallie
cum :
can she pls pack my lunch
2026-06-18 04:47:51
7
mads_sturdivant
Madeline Sturdivant :
Waited the entire video for “I got a paleta payaso OF COURSE” snd it wasn’t in the lunch box
2026-06-03 15:43:04
0
staceyrhodes74
Stacey Rhodes :
What does a panda fry his bamboo in? A Pan Duh!! (A Panda)
2026-06-20 04:09:56
9
alyssa.rose.g
AlyLoops :
You not understanding the ‘a pan… duh’ joke makes the joke even funnier 😂
2026-06-03 14:50:14
25
yeahitscodylmao
cody :
can she pack my work lunch too?
2026-06-02 19:32:10
34
jmitchfit
Jenna Bowen :
Thank you for the avocado seed info!! 😮
2026-06-02 16:51:38
215
To see more videos from user @joseluisperez09, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bendung Karet Sungai Juwana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, dilaporkan mengering total hingga Rabu (2/9) setelah debit airnya terus menyusut sejak sebulan terakhir. Kondisi ini memicu ribuan hingga jutaan ikan sapu-sapu dan lele terdampar dan mati di dasar sungai yang berubah menjadi hamparan lumpur kering. Warga menyebut penyusutan air sebenarnya sudah berlangsung sejak sebulan lalu, namun bendungan baru benar-benar kering dalam sepekan terakhir akibat pasokan air tersedot untuk irigasi sawah pada musim tanam ketiga di tengah kemarau ekstrem. Pelaksana tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pati turut mengaitkan fenomena ini dengan pengaruh El Nino tahun ini. Sejumlah warga memanfaatkan momentum tersebut dengan mengumpulkan ikan sapu-sapu dari dasar sungai untuk disetor ke pabrik pengolahan tepung ikan dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram. Dinas Kelautan dan Perikanan setempat mengingatkan perlunya uji laboratorium lebih dulu sebelum ikan tersebut dimanfaatkan secara luas, mengingat potensi kandungan logam berat pada ikan yang hidup di perairan tercemar. Dampak kekeringan ini tidak berhenti di fenomena ikan mati. Ribuan hektare sawah di sepanjang aliran sungai di sedikitnya delapan hingga sembilan kecamatan terancam gagal panen, sementara sejumlah kapal nelayan dilaporkan terjebak di tengah sungai karena debit air tidak lagi memadai untuk melaut ke muara. Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) menyebut ini merupakan kekeringan total kedua sejak Bendung Karet Bungasrejo dibangun, dan mendesak pemerintah segera menggelontorkan air dari Waduk Kedung Ombo atau Waduk Logung Kudus untuk menyelamatkan sawah dan aktivitas nelayan.
Bendung Karet Sungai Juwana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, dilaporkan mengering total hingga Rabu (2/9) setelah debit airnya terus menyusut sejak sebulan terakhir. Kondisi ini memicu ribuan hingga jutaan ikan sapu-sapu dan lele terdampar dan mati di dasar sungai yang berubah menjadi hamparan lumpur kering. Warga menyebut penyusutan air sebenarnya sudah berlangsung sejak sebulan lalu, namun bendungan baru benar-benar kering dalam sepekan terakhir akibat pasokan air tersedot untuk irigasi sawah pada musim tanam ketiga di tengah kemarau ekstrem. Pelaksana tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pati turut mengaitkan fenomena ini dengan pengaruh El Nino tahun ini. Sejumlah warga memanfaatkan momentum tersebut dengan mengumpulkan ikan sapu-sapu dari dasar sungai untuk disetor ke pabrik pengolahan tepung ikan dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram. Dinas Kelautan dan Perikanan setempat mengingatkan perlunya uji laboratorium lebih dulu sebelum ikan tersebut dimanfaatkan secara luas, mengingat potensi kandungan logam berat pada ikan yang hidup di perairan tercemar. Dampak kekeringan ini tidak berhenti di fenomena ikan mati. Ribuan hektare sawah di sepanjang aliran sungai di sedikitnya delapan hingga sembilan kecamatan terancam gagal panen, sementara sejumlah kapal nelayan dilaporkan terjebak di tengah sungai karena debit air tidak lagi memadai untuk melaut ke muara. Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) menyebut ini merupakan kekeringan total kedua sejak Bendung Karet Bungasrejo dibangun, dan mendesak pemerintah segera menggelontorkan air dari Waduk Kedung Ombo atau Waduk Logung Kudus untuk menyelamatkan sawah dan aktivitas nelayan.

About