@mr_soft_heart: “‏سب سے قیمتی تحفہ وہ روح ہے جو تمہارے ساتھ رہنے کے سوا کچھ نہیں مانگتی،،،،،!!!!🥀 ” #CapCut #unfreezemyacount #1millionaudition #foryoupage #mr_soft_heart

Mr_Soft_Heart
Mr_Soft_Heart
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 02 June 2026 19:46:57 GMT
34751
2250
25
207

Music

Download

Comments

ua_577
U~A🥀 :
Right👍
2026-06-02 20:06:55
0
azamumair33
azamumair33 :
it's true
2026-06-06 11:47:16
0
31520768577
user640365 :
👌👌👌👌👌
2026-06-15 08:42:55
0
nafees.sattar
Nafees Sattar :
👍👍👍👍
2026-06-13 17:53:42
0
malik.sajid.khan.8
😘 Malik 🥰 Sajid 😘 Khan 😘🥰 :
🥰🥰🥰
2026-06-08 18:06:36
0
bintery5
🇵🇰 𝐓𝐮𝐦 ❤️‍🩹 𝐛𝐢𝐧 🇵🇰 :
🌸🌸🌸
2026-06-13 18:08:16
0
barkatali6969374
Barkatali,,✌️✌️✌️💔💔🇵🇰🇵🇰 :
👍👍👍
2026-06-07 09:48:17
0
usama50127
#USAMA# :
💚💚💚
2026-06-07 08:22:30
0
sajida.perveen263
Soni Mano :
🥰🥰🥰
2026-06-07 08:09:22
0
user0p13f3sq4e
Naveed Arif Manthar RYK :
🥰🥰🥰
2026-06-07 04:29:26
0
mailk.younis4
Mailk Younis :
❤️❤️❤️
2026-06-06 18:16:51
0
a03236135308
Arslan Mughal Camera Man :
❤️❤️❤️
2026-06-06 12:55:21
0
user6418473575939
user6418473575939 :
😭😭😭
2026-06-06 02:48:50
1
shahidiqbalns
Shahid :
❤️❤️❤️
2026-06-06 01:43:55
0
mirjibran718
Mir jibran :
❤️❤️❤️
2026-06-06 00:36:08
0
adaimalik474712
user896516242065045 :
❤️❤️❤️
2026-06-05 21:03:30
0
akrambaloch127
Akram Baloch :
🥰🥰🥰
2026-06-05 20:36:19
0
silver_lioness001
deep :
🙏🙏🥰🥰🥰
2026-06-05 19:30:01
1
rasheeda.begum96
Rasheeda Begum❤️ :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-05 17:13:31
0
user062058146
Ghulam Mustafa Dogar :
❤️❤️❤️
2026-06-05 09:38:08
0
haseeb55055
pakistan :
🥰🥰
2026-06-04 17:34:05
0
alisikandar8173ali815380
ali :
🥰🥰🥰
2026-06-03 10:44:11
0
ua_577
U~A🥀 :
🥺🥺🥺
2026-06-02 20:07:17
0
mwaqas786533
Mwaqas7860 :
🥰🥰🥰
2026-06-02 19:52:24
0
user56784776757351
Ali Asghar :
🥰🥰🥰
2026-06-08 06:57:54
0
To see more videos from user @mr_soft_heart, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt 2: Beberapa hari telah berlalu sejak insiden malam itu. Luka di sudut bibirmu sudah mulai mengering, dan lebam di pipimu sudah tersamarkan dengan baik. Pagi ini adalah hari libur sekolah. Seperti biasa, kamu memanfaatkan waktu luangmu untuk membantu ibumu memasak di dapur paviliun belakang. Aroma harum bumbu dapur mulai memenuhi ruangan kecil itu ketika ibumu tiba-tiba melepas celemeknya dengan tergesa-gesa.
pt 2: Beberapa hari telah berlalu sejak insiden malam itu. Luka di sudut bibirmu sudah mulai mengering, dan lebam di pipimu sudah tersamarkan dengan baik. Pagi ini adalah hari libur sekolah. Seperti biasa, kamu memanfaatkan waktu luangmu untuk membantu ibumu memasak di dapur paviliun belakang. Aroma harum bumbu dapur mulai memenuhi ruangan kecil itu ketika ibumu tiba-tiba melepas celemeknya dengan tergesa-gesa. "Ibu pergi ke depan dulu ya, Nduk," ujar ibumu sambil merapikan pakaiannya. "Nyonya Vernandez minta ditemani ke Mall sebentar. Kamu tinggal terusin goreng bagian ini aja kok, sayurnya juga sudah Ibu potong-potong." "Iya, Bu. Biar aku yang terusin," jawabmu dengan senyuman tipis. Setelah ibumu pergi dan pintu paviliun tertutup, suasana dapur menjadi hening. Kamu mulai fokus menggoreng bahan makanan yang tersisa di atas wajan, memastikan apinya tidak terlalu besar agar tidak gosong. Saat ingin memasukkan bumbu pelengkap, kamu baru sadar kalau wadah merica bubuk yang kamu butuhkan berada di rak gantung paling atas. Kamu mendongak, mencoba menggapainya dengan ujung jari. Kamu bahkan sudah sedikit berjinjit sekuat tenaga, namun tinggi badanmu bener-bener tidak cukup untuk mencapai rak yang dipasang terlalu tinggi itu. Baru saja kamu hendak mencari kursi kecil untuk pijakan, sebuah tangan kekar dengan punggung tangan yang masih memiliki bekas luka lecet tipis tiba-tiba terulur dari arah belakangmu. Dengan sangat mudah, tangan itu mengambil wadah merica yang kamu incar. Aroma parfum maskulin yang familiar seketika menyeruak, mengalahkan bau masakan di dapur. Kamu bisa merasakan embusan napas hangat tepat di atas kepalamu. Tubuh tinggi besar itu berdiri begitu rapat di belakangmu, membuatmu mendadak kaku dan langsung mengenali siapa orangnya. Edwards. Edwards menurunkan wadah merica itu, lalu mengetukkan botol kecil tersebut ke pucuk kepalamu dengan pelan sebelum menyerahkannya. "Udah tahu pendek, masih aja nekat gak mau pakai kursi," cibir Edwards. "Gak kapok-kapok ya lo hobi nyusahin diri sendiri?" Kamu tersentak, lalu dengan cepat memutar tubuhmu ke belakang untuk menghadapnya. Tindakanmu itu justru membuat jarak di antara kalian semakin terkikis karena Edwards sama sekali tidak memundurkan langkah kakinya. Dada bidang cowok itu berada tepat di depan wajahmu, memaksamu untuk mendongak drastis demi bisa menatap sepasang mata pekatnya. Kamu merengut kesal, lalu merampas botol merica itu dari tangannya dengan hentakan kecil. "Kalau gak niat mau bantu, gak usah bantu sekalian kalau ujung-ujungnya cuma buat ngejek aku," gerutu kamu sambil memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan rona tipis yang tiba-tiba muncul di pipimu karena posisinya yang terlalu dekat. Edwards tidak langsung mundur. Dia justru melipat kedua tangannya di depan dada, bersandar santai pada pinggiran meja dapur sambil terus memperhatikan gerak-gerikmu yang mendadak salah tingkah. "Gue gak ngejek, gue cuma ngomongin fakta," sahut Edwards, matanya beralih menatap sudut bibirmu yang kini sudah hampir sembuh total dari luka malam itu. "Lagian, siapa juga yang niat bantu lo? Gue ke sini cuma mau nyari minum. Di rumah utama berisik, nyokap gue repot mau pergi." Kamu mendengus mendengar alasannya yang terdengar sangat dibuat-buat. Jelas-jelas ada dispenser besar di dapur rumah utamanya yang megah, tapi cowok ini malah memilih berjalan jauh ke paviliun belakang hanya untuk segelas air. "Ya udah, tuh minum ada di dispenser dekat meja makan. Ambil sendiri," katamu ketus sambil kembali berbalik menghadap wajan, berpura-pura sibuk mengaduk masakan agar dia tidak menyadari detak jantungmu yang mendadak tidak beraturan. Mendengar usiran halusmu, Edwards hanya mendengus pelan tanpa minat untuk mendebat lebih jauh. Langkah kakinya terdengar bergeser menuju sudut ruangan. Kamu bisa mendengar suara gemercik air yang dituang ke dalam gelas dari dispenser, disusul suara tegukan pelan saat cowok itu meminum airnya hingga tandas. [lanjut 💬] #POV #martinedwards #MARTIN #CORTIS

About